Eidel Dikenal Pintar dan Juara Olimpiade Matematika, Opung Korban Shock Cucunya Tewas

Rasa sedih dan haru dirasakan salah seorang opung korban kecelakaan bernama Nurvuhut Eidelweis Sivakkar (12) yang menjadi korban

Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Istimewa
Isak tangis sang ibu menyesali kepergian Nurvuhut Eidelweis Sivakkar (12) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rasa sedih dan haru dirasakan salah seorang opung korban kecelakaan bernama Nurvuhut Eidelweis Sivakkar (12) yang menjadi korban dalam lakalantas pada Rabu (27/11/2019) pukul 15.05 WIB kemarin.

Adik dari opung korban, yang diketahui bernama M Simanjuntak (44) yang tinggal di daerah Martubung ini, tak bisa sembunyikan rasa sedih yang dirasakan.

"Saya dapat kabar dari anak abang pada Kamis (28/11/2019) sekitar pukul 11.30 WIB. Dikabari bilang Eidelweis sudah tidak ada. Terus sekitar pukul 14.00 WIB saya datang kemari," kata M Simanjuntak pada Kamis (28/11/2019) malam.

"Jujur saya sangat terkejut dengan peristiwa yang dialami cucu saya ini. Apalagi usia dia masih muda, baru kelas 1 SMP," sambungnya.

M Simanjuntak cerita bahwa dia terakhir ketemu dengan korban Eidelweis pada September 2019 lalu, dalam acara pesta nikah salah seorang saudara.

Ratna Dewi Naibaho ibu korban kecelakaan di Tembung tak kuasa menangis, melihat wajah anaknya yang telah meninggal akibat tabrakan bersenggolan dengan truk Fuso.
Ratna Dewi Naibaho ibu korban kecelakaan di Tembung tak kuasa menangis, melihat wajah anaknya yang telah meninggal akibat tabrakan bersenggolan dengan truk Fuso. (TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI)

Kala itu semua biasa saja, tidak ada pertanda menunjukkan bahwa dalam waktu dekat cucunya itu akan pergi.

"Kondisi dia waktu itu ceria saja dan tidak ada tanda-tanda yang aneh," ujarnya.

"Tidak tega melihat ibu dan bapaknya. Saya lihat mereka menangis terus.

Mereka sangat terpukul dengan yang dialami. Apalagi anak pertama dan kebanggaan," tuturnya.

Paman korban Sarsaralos Sivakkar (36) ikut merasakan kesedihan mendalam yang dirasakan oleh keluarga.

Sarsaralos mengatakan bahwa dia mendapat kabar keponakannya meninggal saat sedang berada di kantor.

Dia ditelepon oleh istri dan memberitahukan Nurvuhut Eidelweis Sivakkar sudah meninggal dunia.

Ibu korban saat memandangi wajah anaknya yang meninggal dunia akibat lakalantas di Jalan Makmur Pasar VII Gang Dahlia 22, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Kamis (28/11/2019) malam.
Ibu korban saat memandangi wajah anaknya yang meninggal dunia akibat lakalantas di Jalan Makmur Pasar VII Gang Dahlia 22, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Kamis (28/11/2019) malam. (TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ)

Mendapat kabar itu, keesokan paginya, Kamis (28/11/209) Sarsaralos berangkat dari rumah pukul 03.00 WIB dan berangkat pukul 05.00 WIB dari Bandara Soekarno Hatta.

Sekitar pukul 07.00 WIB dia sampai di Kota Medan dan bergegas menuju rumah duka.

"Sampai tadi tidak ada yang ungkap cerita sebenarnya bagaimana.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved