Ternyata Korban Jambret yang Terpelanting di Jalan Bernama Maharani Batubara (22) Asal Tapsel
Mahasiswi Korban Jambret yang terpelanting di salah satu jalan di Kota Medan, ternyata Anak Fakultas Bahasa dan Seni
Kemudian kedua pelaku melarikan diri.
Pelaku berhasil membawa tas milik korban yang berisi 1 unit telepon seluler merk Samsung M50 dan sejumlah uang tunai.
"Kejadian sekitar pukul 13.36 WIB. Mahar dengan tertatih masuk ke dalam kamar kos saya dan setelah masuk di kembali terjatuh," kata Zakia, Rabu (27/11/2019) malam.
"Saya panik langsung telepon teman-teman dan kami bawa naik taksi online ke klinik terdekat di Jalan Pimpinan, tapi ditolak karena ada retak di tempurung kepala," sambungnya.
Dirawat di rumah sakit
Dijelaskan Zakia, setelah itu dia dan teman-temannya melarikan Maharani ke RS Haji Medan dan masuk ruang IGD, untuk mendapatkan pertolongan.
Ada sekitar empat jam sejak pukul 14.00-18.00 WIB, korban mendapatkan perawatan sampai akhirnya dibawa pulang oleh teman-temannya, karena kurang mendapatkan penanganan yang cepat di rumah sakit tersebut.
"Pas di rumah sakit sempat ditanya bagaimana kondisinya. Tapi komunikasi dia enggak nyambung. Misalnya dia nanya tas dimana, aku kenapa dan kenapa disini. Berulang kali itu-itu saja yang ditanyanya," kata Lucky A Richman (21), teman korban yang lain.
"Diajak komunikasi tidak nyambung. Karena kepala sebelah kanan atas bocor dan mendapatkan enam jahitan berbentuk L," sambungnya.
Disebutkan pria bertubuh tegap ini, temannya itu merupakan warga asli asal Batangtoru.
Dia merupakan anak terakhir dari 8 bersaudara.
Saat berada di rumah sakit, Maharani sempat menelepon keluarga.
Dia sempat telepon orangtua nangis-nangis.
Terus setelahnya dia enggak ingat baru telepon.
Kemudian abangnya dari Aceh dan keluarga lainnya berjumlah 5 orang kemudian bergegas jalan menuju Medan untuk melihat kondisi adiknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jambret-sadis-mahasiswi.jpg)