Edison Simanjuntak Yakin Anaknya Masih Hidup, Setahun Pembantaian Karyawan Istaka Karya di Nduga

"Saya berharap anak saya cepat dapat, dan menurut dugaan saya anak saya masih hidup," ujar Edison.

Penulis: Arjuna Bakkara |

TRIBUN-MEDAN.com-Hampir setahun pembantaian karyawan PT Istaka Karya oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua di Nduga, 2 Desember 2018 silam.

Satu diantara korban yang masih hilang adalah Rikki Simanjuntak alias Rikardo warga Kelurahan Napitupulu Bagasan Sosor Dolok, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir.

Ayah dari Rikardo, Edison Simanjuntak ditemui Tribun di Pasar Tradisional Balige, Kamis (28/11/2019) berharap anaknya masih bisa ditemukan. Bahkan dia meyakini anak bungsunya tersebut masih hidup.

"Saya berharap anak saya cepat dapat, dan menurut dugaan saya anak saya masih hidup," ujar Edison.

Sejauh ini, kata Edison pihak keluarga tidak pernah menyerah mencari kabar terbaru tentang anaknya Rikki. Segala upaya dilakukan, sekali pun bertanya ke paranormal ke berbagai wilayah.

Berdasarkan informasi yang mereka kumpulkan, diyakininya anaknya masih dalam keadaan hidup.

Terkait hal itu, mereka memang tetap berkomunikasi dengan Tomy, pimpinan Proyek Istaka Karya di Nduga. Dalam komunikasi yang dibangun, seperti disampaikan Edison pihak perusahaan memberi kabar bahwa pencarian tetap dijalankan.

Sedangkan dengan pihak pemerintah, Edison tidak pernah dihubungi terlebih dengan Pemkab Tobasa yang terdekat dengan mereka. "Enggak ada, cuma sekali saja datang bapak bupati Tobasa, waktu hari minggu tahun 2018 pasca kejadian itu,"tambahnya.

Hingga saat ini, Edison masih menyimpan harapan agar Pemerintah memberikan kepastian tentang kabar anaknya yang hingga kini hilang.

"Begitulah Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Luhut Panjaitan, secepatnyalah dibikin informasi yang bagus tentang anak saya," harapnya. (jun/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved