Bos Ciputra, Orang Terkaya Indonesia Meninggal Dunia, Sosok dan Kiprahnya Selalu Dikenang
Ciputra, Chairman dan Founder Ciputra Group, meninggal dunia, Rabu (27/11/2019) di Singapura.
Usai lulus SMA, Ciputra meninggalkan desanya dan mencoba peruntungan menuju Jawa, tepatnya, ke Bandung, Jawa Barat.
Ciputra mengenyam bangku kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Bersama Budi Brasali dan Ismail Sofyan, pada semester empat Ciputra mencoba mendirikan usaha konsultan arsitektur bangunan yang berkantor di sebuah garasi.
Pasca pendidikan kuliahnya berakhir dan meraih gelar insinyur pada tahun 1960, ia lalu mencoba peruntungannya di Jakarta.
Ciputra mengawali karirnya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Di sana, Ciputra bekerja hingga menjabat sebagai direksi. Setelah itu, ia didapuk sebagai penasihat perusahaan Jaya Group.
Proyek pembangunan taman hiburan di Ancol, salah satunya jadi maha karya Ciputra.
Tak lama, ia mengajak Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono, Budi Brasali dan Ibrahim Risjad, untuk mendirikan Metropolitan Group.
Pada masa itu, Ciputra masih menjabat sebagai direktur utama di Jaya Group dan Presiden Komisaris Metropolitan Group.
Hingga pada akhirnya Ciputra mendirikan perusahaan keluarga yang kini bernama Ciputra Group.
Pada usianya yang ke-75, ia memilih untuk mengembangkan bidang pendidikan. Kemudian, berinisiatif mendirikan sekolah dan Universitas Ciputra.
Dalam situs Forbes, Ciputra merupakan orang terkaya peringkat ke-27 di Indonesia pada tahun 2018. Adapun total kekayaannya mencapai 1,2 miliar dollar AS.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenang Ciputra, Pengusaha Sukses yang Memulai Usaha dari Garasi"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/chairman-ciputra-group-ciputra.jpg)