Survei Sebut Tito tak Cocok Mendagri, Gebrakan Terbaru Mendagri Tito Berangus Lahan Basah Dukcapil
Survei Sebut Tito tak Cocok Mendagri, Gebrakan Terbaru Mendagri Tito Berangus Lahan Basah Dukcapil
"Tadi saya sudah coba sendiri, lebih kurang 1,5 menit sudah bisa dilakukan dengan cepat, ini terobosan bagus," tutur Tito.
Ia lantas mendorong agar Dukcapil di setiap daerah bisa mengadakan ADM tersebut.
Tito menyebutkan, anjungan dukcapil mandiri ( ADM) bisa mengurangi potensi terjadinya korupsi.
"Dengan hilangnya sentuhan antara petugas dengan masyarakat, otomatis potensi korupsi itu hampir bisa dikatakan hilang," kata Tito.
Tito menyampaikan, selama ini pengurusan identitas seperti KTP, KK, Akta Kelahiran, Akta Kematian terbilang menyulitkan masyarakat karena harus datang ke kantor-kantor pemerintahan.
Dengan ADM, pengurusan berbagai karti identitas bisa lebih mudah, bahkan dalam hitungan menit.
Dalam sambutannya, Tito menyinggung bahwa di Dukcapil sempat ada mindset "jika bisa dipersulit kenapa harus dipermudah."
Bahkan, orang berlomba-lomba masuk Dukcapil untuk memperpanjang urusan orang. Kini, semua mulai berubah saat menggunakan ADM.
"Mungkin rekan-rekan lihat ini bukan tempat 'basah' lagi, dulu," ucap Tito sambil tertawa.
Sementara itu, Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrullah menyebutkan, ADM ini sudah masuk dalam katalog sehingga sudah bisa dipesan oleh masing-masing pemerintah daerah.
"Sudah kita letakkan di e-katalog. Jadi lelangnya melalui e-katalog, daerah silakan beli," ucap Zudan.
Zudan menjelaskan bagaimana cara kerja mesin tersebut.
"Caranya, penduduk harus meminta pin ke Dukcapil. Sambil meminta pin penduduk menyerahkan nomor HP," kata Zudan usai acara peresmian alat tersebut.
Setelah itu, warga akan dikirimkan notifikasi yang berisi pin tersebut.
Pin yang dikirimkan berupa kode QR untuk dimasukkan saat hendak mencetak kartu identitas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mendagri-tito1.jpg)