BERITA AHOK HARI INI - Fadli Zon Kritik Ahok & Menteri BUMN Bukan Prestasi, Beda Pujian Politisi PSI

BERITA AHOK HARI INI - Fadli Zon Kritik Ahok & Menteri BUMN Bukan Prestasi, Beda Pujian Politisi PSI

Editor: Salomo Tarigan
KOMPAS.com/MOH NADLIR/Ghinan Salman
BERITA AHOK HARI INI - Fadli Zon Kritik Ahok & Menteri BUMN Bukan Prestasi, Beda Pujian Politisi PSI 

BERITA AHOK HARI INI - Fadli Zon Kritik Ahok & Menteri BUMN Bukan Prestasi, Beda Pujian Politisi PSI

T R I B U N-MEDAN.com - BERITA AHOK HARI INI - Fadli Zon Kritik Ahok & Menteri BUMN Bukan Prestasi, Beda Pujian Politisi PSI

//

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengkritik langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir yang menunjuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai komisaris utama PT Pertamina.

Persib Hari Ini - Persib Bandung vs Barito Putera, Inilah Prediksi dan Susunan Pemain Kedua Tim

 Seperti AHOK saat Gubernur, Anies Baswedan Terancam gak Digaji 6 Bulan, termasuk DPRD DKI Jakarta

 Liga Inggris Hari Ini: Liverpool, M City & Tottenham Menang! Pembuktian Jose Mourinho Pimpin Spurs

Fadli Zon Sasar Ahok Jadi Komisaris, Hebatnya Apa Dia di Pertamina? Mahfud MD Bilang gak Masalah
Fadli Zon Sasar Ahok Jadi Komisaris, Hebatnya Apa Dia di Pertamina? Mahfud MD Bilang gak Masalah (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Ia menilai masih banyak orang lain yang lebih kompeten untuk mengisi pos tersebut.

"Kalau saya menilai, kayak enggak ada orang lain aja gitu, apa sih hebatnya? Menurut saya sih biasa-biasa saja," kata Fadli kepada wartawan di Gedung Lemhanas, Jakarta, Sabtu (23/11/2019).

"Kan harusnya mencari orang profesional, memangnya dia ahli minyak? Dia kan bukan ahli minyak.

Hebatnya apa dia di Pertamina," sambung anggota Komisi I DPR ini.

Fadli menilai, penunjukan Ahok yang pernah menjadi terpidana kasus penistaan agama justru menimbulkan penolakan dari orang-orang yang tak menyukai sosok mantan gubernur DKI Jakarta itu.

 Seperti AHOK saat Gubernur, Anies Baswedan Terancam gak Digaji 6 Bulan, termasuk DPRD DKI Jakarta

 HASIL LIGA INGGRIS: Man City vs Chelsea, Kemenangan Geser The Blues (Chelsea) di Peringkat Ketiga

 LIGA ITALIA: Hasil AC Milan vs Napoli Pertandingan Pekan ke-13 Serie A, Posisi Klasemen Kedua Tim

"Itu menimbulkan tokoh-tokoh, orang-orang dan masyarakat yang selama ini kontra terhadap Ahok menjadi tidak suka," ujarnya.

Fadli pun menilai sosok Ahok dipilih bukan karena prestasi atau kemampuannya.

Fadli Zon Sasar Ahok Jadi Komisaris, Hebatnya Apa Dia di Pertamina? Mahfud MD Bilang gak Masalah
Fadli Zon Sasar Ahok Jadi Komisaris, Hebatnya Apa Dia di Pertamina? Mahfud MD Bilang gak Masalah (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

 Seperti AHOK saat Gubernur, Anies Baswedan Terancam gak Digaji 6 Bulan, termasuk DPRD DKI Jakarta

Namun, ia menilai Ahok terpilih karena faktor pertemanannya dengan Presiden Joko Widodo.

Ahok memang pernah berpasangan dengan Jokowi sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

"Jadi saya kira mungkin itu refeleksi kedalaman hubungan Pak Jokowi dengan Ahok sebagai teman sejati atau teman politik," ujarnya.

 LIGA ITALIA: Hasil AC Milan vs Napoli Pertandingan Pekan ke-13 Serie A, Posisi Klasemen Kedua Tim

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengaku menunjuk Ahok karena menilainya sebagai sosok pendobrak.

"BUMN dengan 142 perusahaan kita butuh figur yang bisa jadi pendobrak. Enggak mungkin 142 perusahaan dipegang satu orang.

Kita harapkan ada perwakilan-perwakilan yang memang punya track record pendobrak," kata Erick di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

 Cek Ramalan Zodiakmu Hari Ini, Taurus Jangan Terlalu Emosi, Leo Habiskan Waktu dengan Keluarga

Erick juga menilai Ahok sebagai sosok yang konsisten dan memiliki rekam jejak yang baik.

Ia yakin Ahok bisa mempercepat kerja BUMN sesuai dengan hal-hal yang sudah diarahkan Presiden Jokowi.

Mahfud MD Bilang Gak Masalah

T R I B U N-MEDAN.com - Menko Polhukam Mahfud MD menyebut penunjukan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina tidak memiliki persoalan hukum.

Meski pernah menjadi terpidana kasus penistaan agama, Ahok tetap bisa duduk di kursi petinggi salah satu perusahan plat merah tersebut.

Menurut Mahfud status mantan narapidana yang melekat pada Ahok tidak bisa menghalanginya menjadi Komisaris Utama Pertamina.

"Kalau saya bicara secara hukum, tidak ada masalah hukum di situ," ujar Mahfud, dilansir dari kanal Youtube KompasTV, Sabtu (23/11/2019).

 Liga Inggris Hari Ini: Liverpool, M City & Tottenham Menang! Pembuktian Jose Mourinho Pimpin Spurs

Mahfud mengatakan saat ini istilah penjara sudah tidak digunakan, menurut UU menyebutkan lembaga pemasyarakatan.

"Orang sedang dihukum pun diberi hak-hak keperdataannya untuk hidup di masyarakat apalagi orang sudah bebas," ungkapnya.

 Seperti AHOK saat Gubernur, Anies Baswedan Terancam gak Digaji 6 Bulan, termasuk DPRD DKI Jakarta

 SIARAN LANGSUNG Link Live Streaming Flamengo vs River Plate (LIVE) Final Copa Libertadores

Ia juga menegaskan BUMN bukanlah jabatan politik itu adalah badan hukum perdata.

Adanya pro dan kontra mengenai Ahok yang ditunjuk Menteri BUMN Erick Thohir dianggap Mahfud hal yang biasa.

"Kalau ada yang setuju dan tidak setuju itu biasa aja," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan setelah nantinya resmi menjadi Komisaris Utama, Ahok diharapkan keluar dari keanggotaan di PDI Perjuangan.

Karena menurut Erick sudah menjadi syarat komisaris dan direksi tidak menjadi anggota partai politik.

"Pasti, semua Komisaris di BUMN apalagi Direksi harus mundur dari partai," ujar Erick, dilansir dari kanal Youtube KompasTV, Sabtu (23/11/2019).

Erick menegaskan semua nama yang dipanggilnya sudah terlebih dahulu diberitahu dari awal terkait posisi komisaris dan direksi harus keluar dari partai politik.

Menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina, Ahok didampingi Budi Gunadi Sadikin sebagai wakil komisaris utama.

"Pak Basuki akan menjadi Komisaris Utama di Pertamina lalu didampingi oleh Wamen pak Budi Gunadi Sadikin jadi Wakil Komisaris Utama," ujarnya.

Pengangkatan komisaris akan dilakukan setelah rapat umum pemegang saham pertamina pekan depan.

Sebelumnya, kabar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan menjabat sebagai pimpinan BUMN menuai berbagai pro dan kontra dari sejumlah tokoh.

Dilansir dari kanal Youtube KompasTV, Rabu (20/11/2019), satu diantaranya adalah mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang mulai mendukung Ahok sebagai bos BUMN. 

Fahri mengatakan untuk soal kemampuan, ia termasuk yang menganggap BUMN memerlukan Ahok.

"Kalau soal talenta, saya termasuk yang menganggap BUMN itu memerlukan Saudara Ahok.

Karena ada beberapa institusi di BUMN itu yang memerlukan orang keras memerlukan orang tegas" jelas Fahri Hamzah.

Diingatkan Politisi Gerindra 

 - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diingatkan agar tidak petantang-petenteng saat menjadi Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero).

Anggota DPR RI bidang industri, investasi dan persaingan usaha Andre Rosiade juga mengingatkan Ahok agar mengubah gaya komunikasinya.

 Jangan sampai berkata kasar dan kotor seperti saat memimpin Jakarta dulu.

"Kita sudah ingatkan Menteri BUMN Erik Tohir, sebelum dilantik Pak Ahok dipanggil dulu. Diingatkan agar tidak petantang-petenteng dan mengubah gaya komunikasinya," kata Andre Rosiade saat melakukan kunjungan ke PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur Padang, Sabtu (23/11/2019).

Andre Rosiade mengakui kewenangan menunjuk komisaris dan direksi BUMN memang berada di tangan Menteri BUMN.

Hanya saja, politisi Partai Gerindra itu mengingatkan jika Ahok tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik, pihaknya di Komisi VI siap merekomendasikan ke Menteri BUMN Erik Tohir untuk dipecat.

"Kalau tidak mampu menjalankan tugas dengan baik, kita rekomendasikan yang bersangkutan dipecat," kata politisi asal Sumatera Barat itu.

Andre Rosiade mengatakan, banyak tugas yang harus dibenahi dan diawasi Ahok di Pertamina.

Sejumlah tugas itu diantaranya adalah mengawasi kinerja Pertamina yang dijalankan direksi agar mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

"Diantaranya adalah persoalan distribusi BBM dimana banyak terjadi kelangkaan di daerah serta menjadikan Pertamina tidak kalah dibandingkan Shell dan Total," kata Andre.

Secara pribadi, Andre mengatakan pihaknya meragukan integritas Ahok, namun karena telah ditunjuk menjadi Komut Pertamina maka pihaknya menghormati keputusan tersebut.

"Ya, Pak Ahok kan sudah ditunjuk dan kita menghormati itu. Kalau menteri menyebut beliau berintegritas, namun saya pribadi masih meragukan. Kita lihat saja nanti, apakah beliau bisa menjalankan tugasnya dengan baik atau tidak," kata Andre.

(*)

Ahok Diyakini Berkontribusi Banyak

Ketua DPP PSI Tsamara Amany yakin Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan sukses dalam jabatan barunya sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero).

Hal ini disampaikan Tsamara Amany saat menghadiri acara Kompasianival di One Belpark Mall Jakarta Selatan, Sabtu (23/11/2019).

"Dia pasti sukses. Saya yakin pak Ahok pasti bisa berkontribusi sebagaimana pak Ahok pernah berkontribusi di bidang-bidang sebelumnya," katanya.

Foto editan Agan Harahap, Ahok pakai baju Pertamina. 


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ahok Dikhawatirkan Bernasib Sama dengan Dwi Soetjipto di Pertamina, https://www.tribunnews.com/nasional/2019/11/21/ahok-dikhawatirkan-bernasib-sama-dengan-dwi-soetjipto-di-pertamina.

Editor: Hasanudin Aco
Foto editan Agan Harahap, Ahok pakai baju Pertamina. Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ahok Dikhawatirkan Bernasib Sama dengan Dwi Soetjipto di Pertamina, https://www.tribunnews.com/nasional/2019/11/21/ahok-dikhawatirkan-bernasib-sama-dengan-dwi-soetjipto-di-pertamina. Editor: Hasanudin Aco (instagram agan harahap)

Tsamara Amany mengatakan, yang diharapkan dari Ahok sebagai Komut Pertamina ialah keahlian mantan Gubernur DKI itu dalam memberikan pengawasan kepada pegawainya kelak.

Menurutnya, dari pengawasan Ahok, seluruh jajaran direksi PT Pertamina nantinya akan bisa bekerja dengan lebih baik dan transparan.

"Harapan saya pertamina akan menjadi makin baik karena saya tahu bahwa pak Ahok tidak akan langsung tentang kebijakan karena dia Komut, tapi saya harap dari pengawasan beliau direksi Pertamina bisa bekerja jauh lebih transparan dan lebih baik," ujar Tsamara Amany.

Menurutnya sosok Ahok yang memang berintegritas dan transparan juga berani menjadi alasan Komut Pertamina terpilih itu akan sukses di jabatan terbarunya.

"Saya pikir beliau punya integritas beliau transparan dan beliau orang yang berani dan itu membuat saya yakin beliau bisa sukses," ucap Tsamara Amany.

Kata Sekjen PDIP

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok resmi menjabat sebagai komisaris utama PT Pertamina (persero).

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto pun berharap, PT Pertamina di tangan Ahok mampu menjadi pelopor konsolidasi industri Migas dari hulu ke hilir di Indonesia.

"Dengan demikian, kita dorong dengan penugasan Ahok sebagai komisaris utama," ucap Hasto di sela-sela kunjungannya di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (23/11/2019).

Selain itu, Hasto berharap mantan Gubernur DKI Jakarta itu bisa menjadikan Pertamina cepat melakukan langkah konsolidasi baik dalam bisnisnya, keuangan, strategi untuk memperkuat integrasi vertikal dan horizontal.

"Kami percaya bahwa Ahok mampu menjalankan tugas dengan baik," harap Hasto.

Hasto pun menegaskan, pihaknya mengikuti aturan undang-undang terkait Ahok sebagai komisaris utama PT Pertamina sekaligus kader PDI Perjuangan.

Sehingga, Ahok tidak perlu mundur sebagai kader partai pimpinan Megawati Soerkarnoputri itu. Karena, sepenuhnya PDIP patuh pada aturan undang-undang.

"PDIP taat asas, kami ikut perintah undang-undang, ikut kebijakan pak menteri BUMN sebagai pelaksana tugas dari apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden Jokowi. Artinya PDIP akan ikut UU, itu sikap PDIP," jelas Hasto.

Kritik PKS

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menuding menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengabaikan aspirasi publik dengan menunjuk Basuki Tjahja Purnama (BTP) atau Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

PKS menilai, sosok Ahok dinilai memiliki rekam jejak yang buruk di tengah masyarakat.

"Erick Tohir mengabaikan aspirasi publik dengan menunjuk Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina, karena sosok beliau yang kontroversial, baik dari kepribadiannya, jejak kasus hukumnya yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat," kata Juru Bicara PKS, Ahmad Fathul Bari kepada Tribunnews.com, Sabtu (23/11/2019).

PKS, kata dia, menyesalkan penunjukkan Ahok sebagai komisaris utama salah satu perusahaan BUMN.

Apalagi, saat ini ada sejumlah temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai kasus yang menimpa Ahok saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.

"Catatan tentang temuan BPK di beberapa kasus ketika beliau menjabat di DKI Jakarta, bahkan dari sisi profesionalitas, kecakapan manajerial, serta penguasaannya yang minim di bidang migas," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan, penunjukkan Ahok juga dinilai tidak tepat lantaran masih banyak anak bangsa lainnya yang memiliki track record mumpuni dibandingkan Ahok.

"Seolah Indonesia tidak memiliki anak bangsa yang lebih cakap, bersih, dan mumpuni dibanding Ahok. Sehingga terkesan langkah tersebut hanya sekadar bagi-bagi kekuasaan, bahkan disinyalir ada kepentingan politik. Apalagi beliau saat ini merupakan kader parpol, sehingga terbuka kemungkinan adanya konflik kepentingan," tukasnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thorir menyatakan, mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama akan menjabat menjadi Komisaris Utama PT Pertamina.

Kabar tersebut dikatakan pada awak media saat Erick Thorir berada di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/11/19).

"Insya Allah sudah putus dari beliau, Pak Basuki akan jadi Komut (Komisaris Utama) Pertamina," ujar Erick.

Hal tersebut telah menjadi keputusan final yang dikatakan oleh Erick Thorir sebagai pemilihan BTP untuk duduki kursi petinggi Pertamina.

Tak hanya sendirian duduk di kursi petinggi Pertamina, sosok yang dikenal publik dengan sapaan Ahok tersebut akan didampingi oleh Budi Sadikin sebagai Wakil Komisaris Utama.

Budi Sadikin sendiri sekarang menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN.

"(Ahok) akan didampingi Pak Wamen (BUMN) Budi Sadikin jadi Wakil Komisaris Utama," lanjut dia.

Tanggapan PA 212

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok resmi menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina, Jumat (22/11/2019).

Menanggapi jabatan baru Ahok, Ketua Panitia Reuni Akbar Persatuan Alumni (PA) 212 Awit Masyhuri mengaku tidak masalah.

Dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com, Awit berharap Ahok tidak menyinggung persoalan agama lagi dalam menjalankan tugas barunya.

"Tidak masalah, yang penting jangan singgung agama lagi," harap Awit, Sabtu (23/11/2019).
Awit juga memilih untuk tidak mempermasalahkan kasus dugaan penistaan agama yang sempat menjerat Ahok.

Awit meyakini kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Ahok tak ada sangkut pautnya dengan jabatan baru di Pertamina.

Ia menegaskan PA 212 tak ada urusan dengan jabatan Ahok tersebut.

"Iya. Itu kan urusan jabatan di BUMN. Kami tidak ada urusan ke sana," tegas Awit.

LIVE TINJU DUNIA: Live Streaming MolaTV Deontay Wilder vs Luis Ortiz, Link Siaran Langsung Tinju

 Seperti AHOK saat Gubernur, Anies Baswedan Terancam gak Digaji 6 Bulan, termasuk DPRD DKI Jakarta

 HASIL LIGA INGGRIS: Man City vs Chelsea, Kemenangan Geser The Blues (Chelsea) di Peringkat Ketiga

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jadi Komut Pertamina, Ahok Diingatkan Agar Tak Petantang-petenteng dan Hindari Bicara Kasar,  Kata Mahfud MD Soal Ahok Masuk BUMN, Mantan Napi Tidak Menghalangi Jadi Komut Pertamina

tautan kompas.com

BERITA AHOK HARI INI - Fadli Zon Kritik Ahok & Menteri BUMN Bukan Prestasi, Beda Pujian Politisi PSI

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved