KRONOLOGI Marlina Hutagaol Dianiaya di Pasar Kabanjahe, Nyaris Dibakar selepas Dituduh Mencuri
KRONOLOGI Marlina Hutagaol Dianiaya di Pasar Kabanjahe, Nyaris Dibakar selepas Dituduh Mencuri
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
KRONOLOGI Marlina Hutagaol Dianiaya di Pasar Kabanjahe, Nyaris Dibakar selepas Dituduh Mencuri
Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul
TRIBUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Seorang ibu rumah tangga Yenda Marlina br Hutagaol, menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang.
Diketahui, penganiayaan yang dialaminya ini berawal karena ibu lima orang anak ini dituduh melakukan pencurian oleh seorang wanita yang tidak dikenalnya.
Yenda mengaku, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (6/11/2019) lalu.
Dirinya menyebutkan, penganiayaan bermula saat dirinya dituduh melakukan pencurian oleh seorang wanita yang baru bertemu dengannya di kawasan Pasar Kabanjahe.
"Pas aku di pajak, ada ibu-ibu yang nyapa, aku enggak kenal siapa dia. Tapi tiba-tiba aku dituduh sudah mencuri di rumahnya, terus dipukuli di pinggir jalan," ujar Yenda, Jumat (22/11/2019).
Sambil terlihat menahan tangis, wanita yang sehari-hari berdagang ikan keliling itu mencoba tegar menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya itu.
Setelah dihajar massa di kawasan pasar, ternyata Yenda sempat dibawa ke dua tempat yang berbeda.
Dirinya mengungkapkan, setelah dihajar di kawsan pasar ia kemudahan dimasukkan ke dalam mobil wanita yang memukulnya itu.
Sesampainya di lokasi yang tidak diketahuinya, dirinya mengaku sempat kembali dianiaya.
Bahkan, yang lebih parah pelaku memukulnya dengan menggunakan gagang cangkul.
"Sudah dipukul sama ditendang, langsung dimasukkan aku ke mobil seperti binatang. Sudah sampai di tempat yang aku enggak tau di mana, aku langsung dipukul pakai gagang cangkul yang besar itu. Orang ada yang melihat dari seberang, tapi enggak ada yang berani nolong," ungkapnya.
Selanjutnya, dirinya kemudian dibawa ke tempat lainnya yang diduga rumah pelaku.
Karena di sana, dirinya sempat kembali dituduh telah melakukan pencurian di rumah tersebut, dan sempat tinggal di sana bersama pelaku.
"Sudah ku bilang aku enggak pernah ke sini, kakak salah orang. Tapi dia tetap maksa bilang aku yang sudah mencuri di rumahnya," katanya.
Ternyata penyiksaan yang dialaminya, tak hanya sampai di situ.
Dirinya mengatakan, pelaku kembali melakukan hal yang sangat tidak manusiawi.
Pasalnya, pelaku langsung memborgol tangan Yenda yang tidak diketahui dari mana asal borgol tersebut.
Kemudian, tangan Yenda yang telah diborgol itu dikaitkan ke sebuah pohon.
"Aku enggak tau dari mana borgolnya, terus masyarakat di sana juga ikut mukuli aku. Habis dipukuli, aku dua kali disiram cairan cuci. Sudah gitu aku juga sempat disiram pakai solar, ada juga yang sudah menghidupkan korek," ucapnya.
Sambil kedinginan karena beberapa kali disiram, dirinya sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Hingga ia sempat berkata kepada massa di sana, kalau memang dia harus mati di tangan warga dirinya sudah pasrah.
Namun, dirinya meminta agar lima orang anaknya dipanggil untuk menyaksikannya.
Dirinya mengungkapkan, aksi pemukulan ini berlangsung mulai sekira pukul 16.30 WIB hingga pukul 21.30 WIB.
Setelah itu, personel Polres Tanah Karo mengamankannya ke Polres.
Namun, setelah serangkaian pemeriksaan dirinya tidak terbukti melakukan pencurian.
"Pertama sampai kantor polisi aku sempat diperiksa, habis itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Kabanjahe, tapi karena enggak terbukti sidik jari ku ini, aku disuruh pulang. Di rumah sudah ramai tetangga-tetangga nuggu," katanya.
Akibat dari salah tuduh ini, dirinya mengatakan melayangkan laporan kepada pihak kepolisian.
Ia mengaku, laporan tersebut telah masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tanah Karo, per tanggal 9 November kemarin.
#KRONOLOGI Marlina Hutagaol Dianiaya di Pasar Kabanjahe, Nyaris Dibakar selepas Dituduh Mencuri
(cr4/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/yenda_hutagaol.jpg)