MAHFUD MD Curhat Kegagalan Jadi Cawapres Jokowi hingga Menteri di Era SBY, Memetik Hikmah Tuhan
ketika sudah banyak berharap, saya juga berharap, kita juga berharap karena (saat itu) sudah buat baju. Ketika enggak jadi (dipilih), inilah mengalir
Setelahnya, Mahfud sempat dipanggil empat kali menghadap SBY.
"Tapi enggak jadi (dapat posisi menteri). Dan Tuhan, kira-kira memberi hikmah. 'Kamu jangan jadi menteri, jadi DPR dulu. Sudah itu nanti kamu mengalir ke suatu tempat yang namanya Mahkamah Konstitusi, yang lebih bagus dari kabinet," katanya.
Dari perjalanan itu, Mahfud kemudian mengambil hikmah bahwa semua rencana Tuhan datang bagai air mengalir.
Menurut Mahfud, tidak perlu sakit hati jika belum mendapatkan posisi menteri.
"Jadi disebut air mengalir, waktu enggak jadi enggak apa-apa.
Saya berpikir tidak sakit hati sebab itu untuk bersabar,
sebab kalau berjuang hebat,
(toh) akhirnya jatuh juga.
Kalau saya tidak jatuh, cuma enggak jadi masuk sehingga untuk apa sedih," ucapnya.
Pada saat Presiden Jokowi tidak jadi memilih dia sebagai calon wakil presiden, Mahfud tetap merasa tenang.
Dirinya mengaku tetap membangun hubungan baik dengan Presiden.
"Dan yang ingin saya bangun (anggapan) itu bahwa Pak Jokowi itu tidak mempermainkan saya.
Saya ingin membangun Pak Jokowi itu sungguh-sungguh.
Tapi pada waktu itu isu politik,
dan saya ingin membangun waktu itu saya tidak marah," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mahfud-md-menko.jpg)