Ahok Pasti Pimpin PLN atau Pertamina, Arya Sinulingga: Sandiaga Uno BELUM, Rizal Mallarangeng TIDAK
Staf Khusus BUMN, Arya Sinulingga mengungkapkan Ahok akan menjadi bos BUMN bidang energi, PLN atau Pertamina.
Dia tidak mengatakan dengan tegas kata 'tidak', melainkan dengan ungkapan 'belum'.
Berbeda dengan jawabannya saat ditanya nama Rizal Mallarangeng, politikus Golkar yang pernah menjabat Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Aburizal Bakrie.
"Sandiaga Uno belum masuk,” ucap Arya.
"Rizal Mallarangeng itu tidak," tegasnya
• Guru Mesum Ketahuan Ambil Foto Bagian Dalam Rok Siswa SMA di Kelasnya
Arya membeberkan, tokoh-tokoh yang dipanggil oleh Erick Thohir diberikan beberapa pertanyaan oleh mantan pemilik klub Inter Milan tersebut.
"Yang pasti kita undang tokoh-tokoh tersebut untuk menanyakan kalau Bapak atau Ibu di BUMN apakah bisa atau mau. Kedua, kalau posisi ini yang diberikan kira-kira apa yang dilakukan untuk industri seperti ini, jadi yang betul-betul kita bicarakan adalah yang betul-betul profesional pertama yang kedua masalah pelayanan publik," terangnya.
Lalu, Arya sekali lagi menerangkan bahwa Rizal Mallarangeng tidak akan diangkat sebagai petinggi BUMN.
"Rizal Mallaranggeng saya konfirmasi bukan. Beliau itu kebetulan teman saya, mengunjungi saya lagi rame-ramenya di BUMN dimana semua yang datang itu dikira undangan," jelas Arya.
Sementara itu, Pengamat Ekonomi sekaligus Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli tak setuju Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi petinggi BUMN.
Rizal Ramli mengungkapkan, banyak masalah tercipta lantaran kebijakan Ahok saat masih memimpin DKI Jakarta.
Satu di antara masalah yang dilakukan Ahok ketika memimpin Jakarta adalah dirinya dianggap tidak bisa memperbaiki BUMN di daerah.
Rizal Ramli menganggap, Ahok hanya bisa membuat kehebohan.
"Ahok pernah mimpin DKI, di bawahnya ada 30 BUMN Daerah ya."
"Waktu dia masuk, dia bikin heboh, dia jelek-jelekin BUMD sebagai kacau," ujar Rizal Ramli.
Meski Ahok telah mengganti jajaran pimpinan BUMD daerah, namun kader PDIP itu dianggap belum bisa memperbaiki BUMD.
"Manajammennya dia ganti 30 orang. Konco-konconya (teman-temannya) Ahok, tapi juga tidak ada hasilnya setelah beberapa tahun tidak ada perbaikan kinerja yang bagus," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ahok-menjadi-bos-pt-pertamina-persero.jpg)