Peternak Babi Diperiksa Polisi
Cegah Pembuangan Bangkai Babi, Polisi Gelar Patroli dan Siapkan Posko Kuburan Massal
Dalam beberapa hari terakhir Polsek Sunggal sudah mengamankan dua orang masyarakat yang diduga akan membuang bangkai babi
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dalam beberapa hari terakhir Polsek Sunggal sudah mengamankan dua orang masyarakat yang diduga akan membuang bangkai babi terkena wabah hog cholera ke aliran sungai.
Humas Polsek Sunggal, Aiptu Rony B Sembiring mengatakan untuk penanganan agar para peternak babi yang hewan peliharaan terkena wabah hog cholera membuang bangkai sembarangan, polisi telah lakukan langkah-langkah antisipasi.
"Untuk antisipasi sekarang ini yang dilibatkan bukan hanya personel Polsek Sunggal," kata Rony, Rabu (20/11/2019).
"Bahkan Kepala Dusun yang di wilayah yang agak rawan seperti di Desa Helvetia, Kepala Dusun dan masyarakat kita libatkan untuk melaksanakan patroli bersama. Jadi jangkauan bisa lebih luas," sambungnya.
Dijelaskan Rony, sejauh ini patroli yang dilakukan bisa dibilang cukup efektif.
Karena sudah semakin berkurang dan bisa dikatakan berhasil dan tidak seperti kemarin. Masyarakat sudah diimbau untuk secara sukarela menyerahkan bangkai babi.
Karena di Helvetia sudah dibuatkan oleh pihak kecamatan tempat kuburan massal bangkai babi.
Lokasinya itu di Desa Helvetia tanah garapan. Disana ada poskonya tempat pembuangan bangkai babi yang akan dikuburkan.
"Kita imbau juga kalau ada masyarakat yang menemukan warga yang sengaja membuang bangkai ke sungai untuk segera laporkan ke Polsek Sunggal," jelas Rony.
(mak/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/proses-penguburan-ratusan-bangkai-babi-di-danau-siombak.jpg)