800 Peserta Meriahkan Kompetisi Indonesia Menari Persembahan Indonesiakaya di Medan

800 penari yang tersebar di 27 titik di Sun Plaza Medan, terlihat apik dengan ragam kostum unik bernuansa tradisional modern

TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Kemeriahan kompetisi Indonesia menari yang diselenggarakan di Sun Plaza Medan, Jalan KH. Zainul Arifin Nomor 7, Madras Hulu, Minggu (17/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebanyak 800 penari yang tersebar di 27 titik di Sun Plaza Medan, terlihat apik dengan ragam kostum unik bernuansa tradisional modern, Minggu (17/11/2019).

Kemeriahan tersebut merupakan kompetisi Indonesia menari yang diprakarsai oleh www.indonesiakaya.com. kegiatan tersebut dihadirkan guna mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih dekat dengan tarian tradisional Indonesia yang dikemas secara modern.

"Indonesia Menari ini diharapkan dapat memperkenalkan kembali gerakan tari Indonesia melalui medium populer seperti tari massal sehingga dapat mendekatkan kembali masyarakat dengan budaya Indonesia dengan pengemasan yang lebih menarik, modern, dan kekinian," tutur Program Director www.indonesiakaya.com, Renitasari Adrian.

Setelah tahun lalu sukses dilaksanakan secara serempak di Jakarta, Bandung, Solo, dan Semarang, tahun ini Indonesia Menari 2019 semakin meriah dengan adanya penambahan tiga kota baru, yaitu Medan, Makassar, dan Palembang.

"Selama penyelenggaraan Indonesia Menari, kami melihat besarnya antusias masyarakat di berbagai daerah untuk mengikuti kegiatan ini sehingga kami menambah kota penyelenggaraan menjadi 7 kota agar semangat cinta budaya semakin meluas di masyarakat," ujarnya.

Kegiatan tahunan yang rutin diselenggarakan sejak tahun 2012 ini, dimeriahkan oleh sekitar 7.000 peserta di 7 kota di Indonesia. Para peserta terdiri dari perorangan, berbagai komunitas generasi milenial, sanggar tari, komunitas pecinta tari, sekolah dan universitas di Indonesia. Mereka memari secara bersama-sama untuk memperebutkan total hadiah ratusan juta rupiah yang dipersembah kan oleh www.indonesiakaya.com dan BCA juga para pendukung lainnya yaitu Tiket.com, Gojek, dan Puma.

"Kami mendedikasikan satu hari di bulan November untuk pelestarian tari Indonesia melalui Indonesia Menari ini, agar tari tradisional Indonesia menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri. Kami menggandeng para ikon yang menjadi opinion leader para milenial saat ini, untuk turut mendorong generasi muda untuk lebih dekat dengan tari Indonesia. Upaya ini tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja dan semoga apa yang kami lakukan saat ini dapat memberi inspirasi bagi pihak-pihak lain untuk ikut menyelenggarakan berbagai keglatan yang mengangkat tari tradisional Indonesia," kata Renitasari.

Dari 7.000 peserta yang ditargetkan, ternyata yang mendaftar mencapai 14.732 orang untuk kategori kelompok dan individu di 7 kota penyelenggaraan Indonesia Menari 2019.

Antusiasme masyarakat di Makassar, Medan, dan Palembang yang perdana menyelenggarakan Indonesia Menari juga tidak kalah dengan kota-kota lainnya. Seperti di Medan, jumlah kuota yang tersedia sebanyak 800 sedangkan jumlah pendaftar mencapai 1.494.

Karena antusias yang tinggi dari masyarakat namun kuota terbatas, www.indonesiakaya.com juga
menyelenggarakan kompetisi Indonesia Menari 2019 secara online.

"Kami sangat berterima kasih atas atensi masyarakat yang mendaftarkan diri untuk ikut serta namun karena kuota terbatas sehingga ada banyak pendaftar yang masuk dalam daftar tunggu, terutama kelompok-kelompok tari. Karena itu, kami menginisiasi kompetisi Indonesia Menari secara online bagi kelompok yang belum dapat bergabung langsung bersama kami hari ini," tambah Renitasari.

Pendaftaran dibuka secara berkala sejak awal September sampai dengan akhir Oktober melalui.website www.indonesiakaya.com. Pendaftaran ini tidak dipungut biaya dan terbuka untuk umum,.baik bagi para peserta yang ingin mendaftarkan komunitasnya, maupun para peserta yang ingin mendaftar secara perorangan. Untuk pendaftar atas nama komunitas, minimal membawa lima orang peserta dan maksimal tujuh orang peserta.
Tidak ada rentang umur bagi peserta, selama masih bisa mengikuti koreografi Indonesia Menari 2019 dengan sempurna. Namun, bagi peserta anak-anak wajib ditemani oleh pendamping.

"Seluruh peserta juga diwajibkan menggunakan tema etnik modern yang memberikan kebebasan bagi para
peserta untuk menggunakan kreatifitas masing-masing selama tidak akan mengganggu peserta
lainnya," tuturnya.

Kegiatan ini, dilaksanakan dengan konsep indoor yang tersebar di beberapa area mall di Indonesia. Indonesia menari juga diramaikan dengan kehadiran oekerja seni yang akan turut menari bersama. Untuk pertama kalinya, Indonesia Menari hadir di Medan bersama tiga aktris yakni Syifa Hadju, Kenny Austin, dan Maria Callista.

"Ini dilangsungkan dengan bentuk tarian massal koreografi yang menggabungkan gerakan tari tradisional
nusantara dan tarian modern dengan durasi empat menit yang diiringi musik tradisi yang diaransemen. Tahun ini, kita menggaet produser musik muda Indonesia, Jevin Julian untuk menggarap musik Indonesia Menari. Sebanyak 6 lagu daerah yaitu Anging Mamiri, Ondel-Ondel, Sik Sik Si Batu Manikam, Dek Sangke, Gundul-Gundul Pacul, dan Manuk Dadali akan diaransemen dengan musik bernuansa elektronik khas Jevin Julian," katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved