Novel Baswedan Blak-blakan Beber Penyebab Pesimis Janji Kapolri Baru Idham Aziz soal Kasusnya

Novel Baswedan Blak-blakan Beber Penyebab Pesimis Janji Kapolri Baru Idham Aziz soal Kasusnya

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya. # Novel Baswedan Blak-blakan Beber Penyebab Pesimis Janji Kapolri Baru Idham Aziz soal Kasusnya 

Kasus Penyiraman Air Keras - Eks Penyidik KPK Novel Baswedan Pesimis Janji Kapolri Baru

Ia menuturkan, tak hanya terhadap kasusnya, Ia juga mendesak Idham menyelesaikan segala serangan terhadap pegawai KPK.  

TRIBUN-MEDAN.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengungkapkan tak berharap banyak kasus penyiraman air keras yang dialaminya bakal tuntas meski Kapolri telah berganti.

Dia bahkan cenderung pesimistis. 

Itu karena Kapolri baru, Komjen Idham Azis, adalah mantan Kabareskrim yang gagal mengungkap kasusnya. 

Meski pesimistis, Novel mengaku akan tetap mendorong Idham Azis mengungkap dan menuntaskan kasusnya.

Ia menuturkan, tak hanya terhadap kasusnya, Ia juga mendesak Idham menyelesaikan segala serangan terhadap pegawai KPK.  

"Ini bukan saja seorang diri saya, bayangkan semua serangan kepada orang KPK enggak ada yang terungkap. Sampai yang ada CCTV-nya yang buktinya jelas nggak terungkap, terus mau yang mana lagi," kata dia.

Seperti diketahui, masa tugas tim teknis yang dibentuk Polri untuk mengungkap penyerangan Novel berakhir pada Kamis (31/10/2019) hari ini.

Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu saat baru saja menunaikan shalat subuh di Masjid Al Ihsan, dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akibat penyiraman air keras ini, kedua mata Novel terluka parah.

Sebelumnya, Tim Gabungan Pencari Fakta yang dibentuk Kapolri gagal mengungkap pelaku penyerangan.

Kapolri, yang kala itu dijabat Jenderal Pol Tito Karnavian, membentuk tim teknis untuk menindaklanjuti temuan yang telah didapat oleh TGPF.

Dalam tim tersebut, Idham Azis, sebagai Kabareskrim, berperan sebagai penanggung jawab.

Namun, hingga kini kasus tersebut belum terungkap.

Usai Dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meminta tim teknis yang dibentuk kepolisian menuntaskan kasus Novel dalam tiga bulan.

Hal itu disampaikan Jokowi Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Namun hingga batas waktu itu lewat, kasus Novel masih belum terungkap.

Jokowi justru menunjuk Kapolri Tito Karnavian sebagai Mendagri di kabinetnya yang baru. (Devina Halim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Kapolri Berganti, Novel Baswedan Pesimistis Kasusnya Terungkap

Janji Idham Azis.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani bersama Wakil DPR Aziz Syamsuddin, Muhaimin Iskandar, Sufmi Dasco Ahmad dan Rahmat Gobel saat berfoto bersama dengan Kepala Polisi Republik Indobesia (Kapolri) Komjen. Pol. Idham Azis seusai rapat paripurna pengesahan Kapolri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019). Rapat Paripurna DPR tersebut menetapkan dan menyetujui Komjen. Pol. Idham Azis menjadi Kapolri (Kepala Polisi Republik Indonesia) usai mengikuti uji Kelayakan dan Kepatutan. Tribunnews/Jeprima
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani bersama Wakil DPR Aziz Syamsuddin, Muhaimin Iskandar, Sufmi Dasco Ahmad dan Rahmat Gobel saat berfoto bersama dengan Kepala Polisi Republik Indobesia (Kapolri) Komjen. Pol. Idham Azis seusai rapat paripurna pengesahan Kapolri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019). Rapat Paripurna DPR tersebut menetapkan dan menyetujui Komjen. Pol. Idham Azis menjadi Kapolri (Kepala Polisi Republik Indonesia) usai mengikuti uji Kelayakan dan Kepatutan. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Calon Kapolri Idham Aziz berkomitmen akan mempercepat pengungkapan kasus aksi teror penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan yang telah lama mangkrak.

Ia akan mengambil sikap usai pelantikannya sebagai Kapolri oleh Presiden Jokowi yang direncanakan dihelat pada Jumat (01/11/2019) besok.

"Kalau tidak ada aral melintang, besok saya kemungkinan besar akan dilantik oleh bapak presiden," kata Idham Azis di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Salah satu sikap yang akan diambilnya pertama kali ialah menunjuk sosok Kepala Bareskrim (Kabareskrim) baru untuk menggantikan dirinya. Sosok itu, kata dia, akan didorong untuk mempercepat penyelesaian kasus Novel.

"Sesaat nanti setelah (pelantikan) itu, saya akan menunjuk Kabareskim yang baru untuk segera mempercepat pengungkapan kasus novel Baswedan," pungkasnya.

Disahkan DPR RI

Komjen Idham Azis berswafoto dengan lima pimpinan DPR usai dirinya disahkan menjadi Kapolri menggantikan Jenderal (Purn) Tito Karnavian
Komjen Idham Azis berswafoto dengan lima pimpinan DPR usai dirinya disahkan menjadi Kapolri menggantikan Jenderal (Purn) Tito Karnavian (Tribunnews.com/Chaerul Umam)

DPR RI menggelar rapat paripurna kelima, pada Kamis (31/10/2019).

Rapat digelar di Ruang Paripurna Gedung Nusantara II DPR RI Senayan, Jakarta, dimulai sekira pukul 16.29 WIB.

Rapat dipimpin oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.

Dia didampingi Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, Rachmat Gobel, Muhaimin Iskandar dan Sufmi Dasco Ahmad.

Agenda paripurna hari ini adalah pembacaan hasil fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri Komjen Idham Azis, dilanjutkan dengan pengambilan keputusan.

Membuka rapat, Puan Maharani mengatakan 361 anggota dewan menghadiri rapat paripurna.

"Menurut catatan dari Sekretriat Jenderal DPR RI daftar hadir dalam permulaan rapat Paripurna DPR hari ini telah ditandatangani oleh 361 dari 575 anggota DPR RI dan dihadiri oleh seluruh anggota fraksi yang ada di DPR RI," kata Puan Maharani.

"Dengan demikian kuorum telah tercapai dan dengan mengucapkan bismillah perkenankan kami dari meja pimpinan Dewan membuka rapat pripurna DPR RI yang ke 5, masa persidnagan 2019-2020 dan kami nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum," imbuhnya.

Setelah itu, Puan Maharani mempersilakan Ketua Komisi III DPR RI f-PDIP Herman Herry untuk melaporkan hasil uji kelayakan dan kepatutan.

"Pimpinan anggota dewan serta hadirin yang kami hormati setelah dilakukan proses uji kelayakan tersebut Komisi III melaksanakan rapat pleno untuk pengambilan keputusan terhadap calon Kapolri. Selanjutnya berdasarkan hasil keputusan rapat pleno tersebut seluruh fraksi di Komisi III DPR RI menyetujui untuk memberhentikan saudara Jenderal polisi Profesor Tito karnavian dan mengangkat Komisaris Jenderal polisi Idham Azis sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia," kata Herman.

Usai membacakan laporan, Puan Maharani meminta persetujuan untuk menetapkan Komjen Idham Azis sebagai Kapolri.

"Apakah laporan Komisi III tersebut bisa disetujui?" tanya Puan kepada anggota dewan yang hadir.

"Setuju," jawab anggota dewan diikuti dengan riuh tepuk tangan.

Setelah itu, Idham Azis diperkenalkan kepada seluruh anggota dewan.

Ia juga menghampiri meja pimpinan dan disambut dengan jabat tangan dari pimpinan DPR.

Idham Azis juga berswafoto dengan kelima pimpinan DPR.

#Kasus Penyiraman Air Keras - Eks Penyidik KPK Novel Baswedan Pesimis Janji Kapolri Baru

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Penyidik KPK: Janji Kapolri Baru, Novel Baswedan Pesimis

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved