Tak Perlu Pandangan Fraksi, Komisi III DPR RI Setuju Idham Azis Jadi Kapolri
Tak Perlu Pandangan Fraksi, Komisi III DPR RI Setuju Idham Azis Jadi Kapolri
Tak Perlu Pandangan Fraksi, Komisi III DPR RI Setuju Idham Azis Jadi Kapolri
TRIBUN MEDAN.com - Perjalanan karier Komjen Idham Azis menuju kursi Kapolri, berjalan mulus.
Komisi III DPR RI resmi menyetujui Komjen Idham Azis sebagai calon Kapolri secara aklamasi.
Persetujuan itu diberikan usai Idham menjalani uji kelayakan dan kepatutan yang digelar Komisi III DPR.
"Semua fraksi berkesimpulan bahwa tidak perlu membuat pandangan fraksi, namun keputusan yang diambil adalah semua Kapoksi (Ketua Kelompok Fraksi) melalui keputusan aklamasi. Aklamasi untuk menyetujui saudara Komjen Idham Azis menjadi Kepala Kepolisian RI," kata Ketua Komisi Herman Hery di ruang Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10/2019).
Herman melanjutkan, atas persetujuan ini, pihaknya akan segera bersurat kepada pimpinan DPR, untuk mengagendakan rapat paripurna pengesahan Kapolri terpilih.
Adapun rapat paripurna rencananya digelar Kamis (31/10/2019) besok.
"Pada sore hari ini kita langsung pada keputusan tingkat pertama, dan setelah itu sore ini juga akan bersurat kepada pimpimpinan DPR untuk besok diagendakan dalam rapata paripurna," ujar Herman.
Atas uji kelayakan dan kepatutan serta persetujuan yang diberikan DPR ini, Idham mengucapkan terima kasih.
Baca: Pemuda Ini Dihadiahi Rp 15,9 Triliun oleh Ayahnya pada Ulangtahun Ke-24
Baca: Berkunjung ke Mabes TNI, Prabowo Janji Perkuat Alutsista TNI: Harus Kuat di Darat, Laut, dan Udara
Baca: Usai Lempar Sinyal Oposisi, Surya Paloh Bawa Rombongan Elite Nasdem Sowan ke Markas PKS
Idham Azis berjanji bakal melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab.
"Izinkan saya memberikan komitmen, saya akan melaksanakan tigas secara baik dan penuh dengan rasa tanggung jawab melalui slogan pengabdian yang terbaik untuk institusi Polri," kata Idham.
Proses uji kelayakan dan kepatutan berlangsung selama hampir dua jam.
Pada kesempatan itu, Idhan menyampaikan tujuh program prioritasnya jika dipercaya sebagai Kapolri.
Setelahnya, Komisi III DPR sebagai penyelenggara uji kelayakan dan kepatutan menggelar rapat pleno pimpinan untuk mengambil keputusan.
Sekitar 20 menit kemudian, Komisi III DPR memutuskan bahwa mereka menyetujui Idham menjadi Kapolri, menggantikan Tito Karnavian.
Baca: Terdakwa Status Hoaks Facebook Dewi Budiati Hanya Terdiam Dituntut Penjara 10 Bulan
Baca: Viral Pengendara Motor Ini Ramai Komentar Gara-gara Kabur Tinggalkan Istri karena Takut Ditilang
Baca: Deretan Fakta Anak Bunuh Ayah Kandung karena Dituding Punya Selingkuhan, Jasad Dicor di Septic Tank
Sebelumnya, Komisi III DPR RI melakukan kunjungan ke kediaman Idham Azis di Jalan Panglima Polim III, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019).
Fitri Handari, istri Idham Azis, turut menyambut kedatangan para anggota Dewan.
"Ketika kami mendapat kabar (calon Kapolri), kami benar-benar kaget karena pembicaraan ini tidak ada di keluarga kami, mimpin pun tidak. Kaget berdua dan kami diam, lihat-lihatan," ujar Fitri Handari kepada para jajaran Komisi III DPR RI, di Jalan Panglima Polim III, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019).
Nama-nama familiar lain juga datang di sana, di antaranya Desmond Mahesa, Arsul Sani, Habiburokhman, Hinca Pandjaitan, Muhammad Nasir Djamil, Arteria Dahlan, Masinton Pasaribu, Taufik Basari, dan Hillary Brigitta Lasut.
Sebagai seorang istri dari perwira tinggi Polri, Fitri menggambarkan sosok Idham sebagai suami yang memiliki sifat keras. Meski begitu, dirinya tak merasa itu jadi problem besar di keluarga.
"Bapak memang cukup keras dan (umur) kami beda cukup jauh. Namun, di situlah bapak punya prinsip, jadi istilahnya ngemong," ujar Fitri.
Baca: Tak Ada Ampun, 6 Polisi Deliserdang Dipecat Akibat Tak Kunjung Masuk Kerja Selama 30 Hari
Baca: Sederet Tarif yang Bakal Melambung di Tahun 2020
Seakan tak mau kalah, Idham pun memuji balik sang istri. Dirinya mengakui bahwa sosok dominan dalam tumbuh kembang anak-anaknya kini adalah peran dari Fitri Handari.
"Banyak orang bilang, anak kamu hebat-hebat. Kata saya bukan saya yang hebat, mamanya yang hebat. Tapi saya juga hebat, karena bisa cari mama yang hebat," canda Idham.
Fitri memastikan tidak akan mencampuri urusan pekerjaan sang suami seandainya dimandatkan menjadi Kapolri oleh negara. Dia berjanji akan menjadi pendamping sang suami yang tegak lurus.
"Saya berharap ketika misalnya nanti suami saya diamanahi (jadi Kapolri), tetap tidak akan berubah. Saya memang tidak akan pernah ikut campur soal dinas," kata Fitri. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Komisi III DPR Aklamasi Setujui Komjen Idham Azis sebagai Calon Kapolri"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/calon-kapolri-komjen-idham-azis.jpg)