Sudah 3 Orang Kader Nasdem Merapat ke Istana, Apakah Partai Surya Paloh Oposisi? Ini Kode Keras PKS

Tiga Sosok dari Partai Nasdem Merapat ke Istana, Apakah Surya Paloh Masih Menginginkan Oposisi?

Editor: AbdiTumanggor
Kolase Istimewa/Medcom
Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh 

Tiga Sosok dari Partai Nasdem Merapat ke Istana, Apakah Surya Paloh Masih Menginginkan Oposisi? 

PKS: Pak Surya Paloh Ingin Bangun Silaturahim, Ajak Bertemu

////

SEKJEN Partai Nasdem Johnny G Platte merapat ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Johnny tiba di Istana sekitar pukul 15.25 WIB.

Dia mengenakan kemeja putih lengan panjang, sama dengan tokoh lain yang sebelumnya hadir.

Namun, Johnny tak berkomentar banyak dan langsung masuk ke Istana untuk bertemu Jokowi.

Kedatangan Johnny ini menyusul sejumlah tokoh sebelumnya yang berdatangan ke Istana sejak Senin kemarin.

Sejumlah tokoh yang hadir mengaku ditawari menjadi menteri oleh Jokowi.

Dari Nasdem, sebelumnya sudah ada Syahrul Yasin Limpo dan Siti Nurbaya Bakar.

Respon Surya Paloh saat Diberitahukan Syahrul Yasin Limpo.

Sama halnya dengan Ketua Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo mengakui ia diminta menjadi menteri oleh Presiden Joko Widodo.

Menurut Syahrul, Presiden langsung berkomunikasi dengan dirinya tanpa berkoordinasi lebih dulu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

"Saya kira seperti itu (tidak lewat Surya Paloh) karena mulai dari kemarin tidak ada (komunikasi dengan Surya Paloh). Kami Partai Nasdem tidak membayangi Bapak Presiden. Terserah," kata Syahrul seusai pertemuan dengan Jokowi.

"Saya kira pilihan Bapak Presiden, termasuk saya hari ini, merupakan kemampuan yang saya perlihatkan selama ini," ujar mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode ini.

Oleh karena itu, Syahrul sebelum berangkat ke Istana Kepresidenan siang ini terlebih dulu meminta izin ke Surya. 

Menurut dia, Surya Paloh memberi izin dan tidak mempermasalahkan sikap Jokowi yang tak berkoordinasi dengan dirinya.

Surya Paloh justru meminta Syahrul Yasin Limpo agar melakukan yang terbaik.

"Ya kamu lakukan yang terbaik. Sampaikan kami tidak punya beban untuk mengawal totalitas," kata Syahrul menirukan pernyataan Surya.

Saat pelantikan Jokowi sebagai presiden dua hari lalu, Surya Paloh memang mengaku belum ada pembicaraan soal jatah menteri bagi kader Partai Nasdem dengan Presiden Jokowi.

"Terus terang saja, yang paling lucu ini Nasdem. Enggak dikasih tahu (dapat kursi menteri apa), belum, belum ada sampai hari ini," kata Surya pada acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Gedung DPR/MPR, Minggu (20/10/2019).

Surya Paloh mengakui, beberapa hari sebelumnya ia memang bertemu Presiden Jokowi.

Akan tetapi, pertemuan itu tidak menyinggung spesifik soal jatah menteri bagi Partai Nasdem.

Ini Rekam Jejak Syahrul Yasin Limpo

Rekam Jejak Syahrul dalam dunia politik memang tak bisa dipandang sebelah mata.

Diolah TribunJabar.id dari berbagai sumber, Syahrul pernah menjabat sebagai bupati, wakil gubernur, sampai gubernur.

Tahun 1994 sampai 2002, ia tercatat pernah menjabat sebagai Bupati Gowa.

Kemudian, pada 2003 hingga 2008, Syahrul menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.

Lalu, pada 20018-2018 (dua periode), Syahrul menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan.

Rupanya, pria yang lahir di Makassar pada 16 Maret 1955 ini adalah Gubernur Sulawesi Selatan yang pertama kali dipilih secara langsung melalui mekanisme pemilihan umum.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode Syahrul Yasin Limpo menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019).
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode Syahrul Yasin Limpo menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019). (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

Di daerahnya, Syahrul Yasin Limpo juga pernah terkenal dengan tagline "Sayang"

Sayang adalah singkatan dari Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu'mang'

Agus merupakan pendamping Syahrul Yasin Limpo saat maju jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan tahun 2007.

Ada beberapa ide yang direalisasikan oleh Syahrul, di antaranya adalah pendidikan gratis dan kesehatan gratis.

Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sebauh negara tak akan makmur jika kesehatannya tak diperhatikan.

Pendidikan dan Penghargaan

Rekam jejak pendidikan Syahrul Yasin Limpo pun tak bisa dipandang sebelah mata.

Tercatat, ia sudah mengenyam pendidikan hingga tingkat S3.

Berikut adalah rekam jejak pendidikannya:

SD Negeri Mangkura-Makassar Tahun 1967

SMP Negeri 6 Makassar Tahun 1970

SMA Katolik Cendrawasih Makassar Tahun 1973

Prabowo pakai baju putih temui Jokowi di Istana negara.
Prabowo pakai baju putih temui Jokowi di Istana negara. (Kompas.com)

Sarjana Hukum Universitas Hasanudin (S1) Tahun 1983

Pasca Sarjana Universitas Hasanudin (S2) Tahun 1999

Pasca Sarjana Universitas Hasanudin Tahun 2004

Pascasarjana Universitas Hasanudin (S3) Tahun 2008

Syahrul Yasin Limpo pun pernah memperoleh beberapa penghargaan.

Penghargaan itu di antaranya adalah:

Perhargaan Manggala Karya Kencana-Men. Kepdd/BKKBN, Tahun 1997

Perhargaan Bhakti Koperaso dan Pengusaha Kecil-Menkop & UKM, Tahun 1997

Penghargaan Upakarti-Presiden RI, Tahun 1997

Satya Lencana Kebaktian Sosial-Presiden RI, Tahun 1998

Satya Lencana Pembangunan-Presiden RI, Tahun 2001

Satya Lencana Wirakarya-Presiden RI, Tahun 2003.

Nasdem Agendakan Bertemu PKS

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman usai Pembekalan Nasional Calon Anggota DPR dan DPRD Provinsi Terpilih periode 2019-2014, di Hotel Mercure Jakarta Batavia, Jakarta Barat, Senin (5/8/2019).
KOMPAS.com/Haryantipuspasari
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman.

Sementara itu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Sohibul Iman mengungkapkan bahwa Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyatakan ingin membangun silaturahim dengan partainya.

Menurut Sohibul, pernyataan itu diungkapkan Paloh saat menghadiri pelantikan Presiden Joko Widodo dalam sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

"Kemarin waktu pelantikan Pak Jokowi saya kebetulan duduknya di samping Pak Surya Paloh ya, kami ngobrol," ujar Sohibul saat memberikan pernyataan setelah bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2019).

"Pak Surya Paloh menyampaikan kepada saya dia menghormati apa yang menjadi pilihan politik PKS dan beliau menyatakan ingin membangun silaturahim," ucap dia.

Sohibul pun menyambut keinginan Paloh tersebut.

Menurut dia, Paloh akan menyambangi Kantor DPP PKS pekan depan.

Awalnya, Sohibul menawarkan agar dirinya yang menyambangi Kantor DPP Partai Nasdem. Namun, tawaran itu ditolak oleh Paloh.

"Pak Surya Paloh mengatakan, 'Dinda saya akan datang membawa 10 orang ke DPP PKS', ketika saya katakan 'Bang saya saja yang ke Nasdem', dia bilang enggak boleh, 'Saya (Paloh) harus datang ke PKS'," ucap Sohibul yang dikutip dari Kompas.com.

"Insya Allah direncanakan pekan depan, mungkin hari Rabu, Nasdem akan hadir di DPP PKS," kata dia.

Sebelumnya, Partai Nasdem memberikan sinyal siap menjadi oposisi pada pemerintahan kali ini.

Padahal, Partai Nasdem diketahui merupakan salah satu partai pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Sinyal tersebut diberikan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh usai menghadiri pelantikan Jokowi-Ma'ruf di Gedung Kura-Kura, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Menurut dia, bila semua partai politik mendukung pemerintah, Partai Nasdem siap menjadi oposisi.

"Kalau tidak ada yang oposisi, Nasdem saja yang jadi oposisi," kata Surya seperti dilansir dari Kompas TV, Senin (21/10/2019).

Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah menyatakan bergabung dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Bahkan, Prabowo memastikan Partai Gerindra mendapat jatah dua menteri dalam kabinet.

Baca: Inilah 33 Nama yang Merapat ke Istana, 14 Wajah Lama tak Ada Susi Pudjiastuti, 7 Orang Pembentukan

Baca: Sosok Syahrul Yasin Limpo, 2 Kali Gubernur Sulsel, Dipanggil Jokowi tanpa Melalui Surya Paloh

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Syahrul Yasin Limpo Diminta Jokowi Jadi Menteri Tanpa Usul Surya Paloh", https://nasional.kompas.com/read/2019/10/22/12091141/syahrul-yasin-limpo-diminta-jokowi-jadi-menteri-tanpa-usul-surya-paloh. Dan Sekjen Partai Nasdem Johnny G Platte Merapat ke Istana dan Presiden PKS: Pak Surya Paloh Ingin Bangun Silaturahim, Ajak Bertemu

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved