Inilah Sepak Terjang Calon Kapolri Komjen Idham Azis, Tandem Tito Karnavian Tumpas Teroris
PRESIDEN Joko Widodo sudah mengajukan nama Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Idham Aziz sebagai calon Kapolri menggantikan Tito Karnavian.
PRESIDEN Joko Widodo sudah mengajukan nama Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Idham Aziz sebagai calon Kapolri menggantikan Tito Karnavian.
Surat usulan itu dilayangkan Jokowi ke DPR pada Rbu (23/10/2019) hari ini.
Idham Aziz saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.
Usulan nama Idham Aziz sebagai Kapolri memang tak terlalu mengejutkan.
Pasalnya, saat ini Idham Azis merupakan jenderal bintang tiga di Korps Bhayangkara, yang sesuai kepangkatan layak untuk promosi menjadi Kapolri.
Selain itu, Idham Azis tercatat memiliki prestasi mentereng di bidang reserse, termasuk anti-teroris.
Ia bahkan disebut-sebut sebagai tandem Tito Karnavian saat tumpas teroris, mantan Kapolri yang kini ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Baca: Liga Champions Malam Ini: Jadwal Liga Champions, Klasemen Sementara & Hasil Pertandingan
Baca: Susi Pudjiastuti Terdepak dari Kabinet Jokowi, Cuitan Bu Susi Jadi Trending di Twitter
Dikutip dari wikipedia, Idham Azis merupakan lulusan Akpol tahun 1988 dan berpengalaman dalam bidang reserse.
Ia termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat cukup cepat saat tergabung dalam tim Bareskrim, dengan prestasi menumpas teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Jawa Timur, pada tanggal 9 November 2005.
Ia bersama dengan para kompatriotnya, Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golose, Rycko Amelza Dahniel, dan kawan-kawan, mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto.
Pada malam tanggal 10 November 2005, Brigjen Surya Dharma memanggil dan memerintahkan Idham Azis untuk berangkat ke Poso.
Keesokan harinya, Idham Azis terbang dari Surabaya menuju Palu dan tiba di Poso pada sore harinya untuk langsung bergabung dengan Tito Karnavian yang sudah berada di sana.
Tito Karnavian memintanya untuk menjadi wakilnya dalam kasus investigasi mutilasi tiga gadis yang terjadi di Poso.
Per tanggal 12 November 2005, Idham Azis resmi menjadi Wakil Ketua Satgas Bareskrim Poso, mendampingi Tito Karnavian.
Sejak 2005 hingga 2008, Idham Azis banyak bergelut di bidang Densus 88 Antiteror.
Baca: Jadwal & Link Live Streaming Liga Champions: Barcelona, Chelsea, Liverpool, Inter Milan Malam Ini
Baca: RESMI - Inilah Daftar Lengkap Nama-nama Menteri dan Anggota Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024
Akhir 2008, ia mendapat promosi sebagai Kapolres Jakarta Barat.
Idham Azis kemudian ditunjuk menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, lalu Wakil Kepala Densus 88 Antiteror Polri.
Kemampuannya di bidang anti-terorisme membuat Kapolri mempercayakan Idham Azis menjabat di Sulawesi Tengah, yang rawan dengan kelompok sipil bersenjata.
Pada Februari 2016, Idham Azis kemudian dimutasi menjadi Inspektur Wilayah II Inspektorat Wilayah Umum Polri.
Tujuh bulan berselang, ia dipercaya mengemban jabatan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri
Pada Juli 2017, Idham Azis dipromosikan menjadi Kapolda Metro Jaya.
Karier Idham Azis terus bersinar. Januari 2019, ia didapuk sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.
Kini, 23 Oktober 2019, Idham Azis diusulkan menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian.
Baca: Ungkap Kasus Siti Rahmah Guru SD Dibunuh di Kota Tebingtinggi, Polisi Periksa 18 Saksi
Surat ke DPR
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengakui surat Presiden Jokowi untuk pencalonan kapolri baru sudah masuk ke parlemen.
"Sudah masuk suratnya (calon Kapolri), Pak Idham Azis," kata Sufmi Dasco Ahmad kepada awak media, Rabu (23/10/2019).
Menurut Dasco, DPR akan segera memproses surat tersebut.
Nantinya, setelah alat kelengkapan dewan (AKD) Komisi III terbentuk maka akan digelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Idham Aziz.
"Ya nunggu Komisi III disepakati dulu. Kan Komisi III baru minggu depan, setelah itu ya langsung kita adakan fit and proper test. Kan komisinya belum dilantik," katanya.
Tito Karnavian sebelumnya juga mengatakan surat pergantian dirinya sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara sudah dikirim ke DPR hari ini, Rabu (23/11/2019).
"Sudah dikirim hari ini ke DPR," ucap Tito di Istana Merdeka.
Tito tak menjawab saat ditanya siapa yang akan menggantikannya sebagai Kapolri.
Namun, ia tidak membantah saat dikonfirmasi bahwa Kabareskrim Komjen Idham Aziz yang akan menggantikannya sebagai Kapolri.
"Saya dengar gitu," ucapnya.
Baca: Said Didu Sasar Prabowo dan Jokowi: Ingat Korban Nyawa Persaingan Bapak Berdua
Baca: AKHIRNYA Mahfud MD Legawa Membongkar Kronologi Dirinya Dipilih Jadi Menteri oleh Jokowi
Harta Rp 5,5 Miliar
Dikutip dari website KPK, Idham Azis terakhir kali membuat Laporan Harta Kekayaan Peenyelenggara Negara (LHKPN) pada Desember 2018.
Idham Azis tercatat punya harta sekitar 5,5 miliar. Sebagian besar harta calon jenderal bintang empat itu berupa tanah dan bangunan, totalnya mencapai Rp 3.458.937.000.
Dari 9 aset tanah dan bangunan yang dimiliki Idham Azis, delapan di antaranya berada di Depok.
Ada juga aset satu bidang tanah di Kendari.
Berikut di antaranya aset Idham Azis di Depok;
Tanah dan bangunan seluas 1.338 meter persegi (M2)/200 M2 bernilai Rp 912.106.000.
Kemudian tanah dan bangunan seluas 421 m2/300 m2 senilai Rp 586.077.000.
Tanah dan bangunan seluas 98 m2/50 m2 senilai Rp 108.346.000.
Tanah dan bangunan seluas 410 m2/100 m2 bernilai Rp 258.340.000.
Sedangkan di Kendari, Idham Azis mempunyai tanah seluas 9.932 m2 senilai Rp 99.350.000.
Aset Idham Azis berupa alat transportasi antara lain, Toyota Innova Venturer Tahun 2017 senilai Rp 380 juta.
Kemudian Toyota Kijang Innova 2.4 Q A/T Tahun 2016 bernilai Rp 350 juta.
Sedangkan harta berupa kas dan setara kas tercatat sebesar Rp 834.871.813. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kapolda-metro-irjen-idham-azis_20180404_165734.jpg)