Terungkap Sejumlah Fakta Jelang Pelantikan, Presiden Jokowi Telepon Danko Marinir dan KASAD Andhika

Terungkap Sejumlah Fakta-fakta dalam momen silaturahim perpisahan Kabinet Kerja Jilid I hingga ucapan terima kasih dari Jokowi - JK

Editor: AbdiTumanggor
TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Terungkap Sejumlah Fakta-fakta dalam momen silaturahim perpisahan Kabinet Kerja Jilid I hingga ucapan terima kasih dari Jokowi - JK  Jelang Pelantikan Presiden dan Wapres Terpilih Jokowi - Ma'ruf Amin.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menuju tempat foto bersama para menteri dalam acara silahturahmi Kabinet Kerja di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (18/10/2019). 

////

TRIBUN-MEDAN.Com  Jelang pelantikannya yang periode kedua jadi Presiden RI, Minggu (20/10/2019) hari ini, Joko Widodo (Jokowi) menggelar silaturahim perpisahan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri kabinet kerja Jilid I.

Acara silaturahim perpisahan digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Sebelum acara dimulai, Jokowi-JK dan para menteri terlebih dahulu berfoto di tangga Istana Merdeka.

Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana, begitu juga dengan Jusuf Kalla (JK) yang hadir bersama istrinya Mufidah Kalla.

Sementara para menteri beserta Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, berbaris rapi di belakang  Jokowi dan Jusuf Kalla.

Puan Maharani dan Yasonna Laoly yang sudah mengundurkan diri dari kabinet karena menjadi anggota DPR juga turut hadir meramaikan acara silaturahim ini.

Presiden Joko Widodo menggelar silaturahim perpisahan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri kabinet kerja. Acara silaturahim digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/2019).   Sebelum acara dimulai, Jokowi-JK dan para menteri terlebih dahulu berfoto di tangga Istana Merdeka.
Presiden Jokowi menggelar silaturahim perpisahan dengan Wapres Jusuf Kalla dan para menteri kabinet kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/2019). Sebelum acara dimulai, Jokowi-JK dan para menteri terlebih dahulu berfoto di tangga Istana Merdeka.| KOMPAS.com/Ihsanuddin

Sejumlah menteri tak ikut sesi foto di Tangga Istana Negara

Namun, dalam sesi foto di depan istana tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise tidak tampak hadir.

Menko Polhukam Wiranto diketahui tengah menjalani masa penyembuhan saat menjalani operasi di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pasca penusukan bagian perut beberapa waktu lalu.

Sementara, Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan telat datang sehingga tak ikut dalam sesi foto kabinet kerja terakhir. Kendati begitu, Luhut mengikuti rangkaian acara perpisahan di Istana Negara.

Begitu juga dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang tidak terlihat dalam sesi foto bersama. Mantan Panglima TNI itu lalu menyusul dan ikut makan siang bersama.

Sama halnya dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise. Belum diketahui, alasan menteri asal Papua itu tak ikut dalam sesi foto terakhir dalam perpisahan Kabinet Kerja Jilid I tersebut. 

Setelah berfoto dengan jajaran menteri, Jokowi-JK juga berfoto dengan jajaran staf khusus yang telah turut membantu pemerintahan.

Johan Budi yang sudah mengundurkan diri sebagai staf khusus Jokowi bidang komunikasi karena menjadi anggota DPR, juga turut serta.

Setelah berfoto bersama, Jokowi-JK, para menteri serta staf khusus masuk ke dalam Istana untuk santap siang bersama.

Formasi berfoto di tangga Istana ini mengingatkan saat Jokowi melantik kabinet kerja pada 2014 lalu.

Saat itu, usai pelantikan, juga dilakukan foto bersama antara Jokowi-JK dan para menteri di tangga Istana.

Pemerintahan Jokowi-JK sendiri akan berakhir pada Minggu (20/10/2019) hari ini, bersamaan dengan dilantiknya kembali Jokowi bersama Ma'ruf Amin.

Presiden Jokowi menyebut kabinetnya di periode kedua sebagian akan diisi oleh wajah lama, kendati demikian akan banyak wajah baru yang hadir.

ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) tertawa dalam acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/2019). Silaturahmi itu juga merupakan ajang perpisahan presiden, wakil presiden serta para menteri kabinet kerja yang telah bekerja sama selama lima tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

 

ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo (kanan) berpelukan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) dalam acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/2019). Silaturahmi itu juga merupakan ajang perpisahan presiden, wakil presiden serta para menteri kabinet kerja yang telah bekerja sama selama lima tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo (kanan) menerima buku memori jabatan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) dalam acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/2019). Silaturahmi itu juga merupakan ajang perpisahan presiden, wakil presiden serta para menteri kabinet kerja yang telah bekerja sama selama lima tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Presiden Joko Widodo meminta maaf kepada para menteri Kabinet Kerja

Permintaan maaf itu disampaikan Jokowi saat acara perpisahan bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla serta seluruh menteri dan kepala lembaga.

"Mohon maaf mungkin dalam lima tahun ini kita baru bertemu agak santai mungkin hanya hari ini. Pas akhir-akhir ini kita baru bertemu dan ada yang nyanyi. Biasanya kalau ketemu isinya kalau enggak ratas (rapat terbatas), paripurna," kata Jokowi.

Jokowi juga meminta maaf karena kerap mengganggu waktu istirahat anak buahnya.

Kerap kali saat sudah bukan jam kerja, Jokowi masih mengganggu jajarannya dengan urusan pekerjaan.

"Saya juga mohon maaf saya ganggu tengah malam enggak sekali-dua kali ke Pak Tito, Kepala BIN, Menteri," kata Jokowi.

"Bu Menkeu tengah malam pernah saya telepon. Bu Retno pernah tengah malam saya telepon. Pak Basuki juga sama. Ya itulah gangguan-gangguan yang sering saya lakukan karena negara ini memerlukan kerja kita semuanya," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga meminta maaf karena kerap mengambil alih langsung tugas yang harusnya dilakukan oleh para menteri.

Jokowi mengakui ia kerap berkomunikasi langsung dengan anak buah menteri.

"Terakhir kemarin saya terpaksa harus melompat perintah langsung ke Danko Marinir, ke KASAD Andhika, karena keperluannya sangat mendesak. Hal-hal seperti itu harus saya kerjakan," kata Jokowi.

"Mungkin saya panggil dirut tanpa harus beritahu Menteri BUMN atau panggil Dirjen tanpa lewat menteri. Karena sangat mendesak, informasi yang dibutuhkan, tengah malam, pagi, subuh. Karena kita diberi tanggung jawab kelola 260 juta jiwa di negara kita," lanjut dia.

Terakhir, Jokowi juga minta maaf jika dalam komunikasi dengan para menteri selama ini ada hal yang kurang berkenan.

Selain meminta maaf, Jokowi juga mengucapkan terima kasih ke seluruh jajarannya yang telah bekerja keras selama lima tahun terakhir.

Acara silaturahim perpisahan itu dikemas santai sambil makan siang dan diiringi alunan musik yang dimainkan oleh Elek Yo Band, sebuah grup musik yang beranggotakan para menteri Kabinet Kerja.

Berlangsung Hangat

Silaturahim perpisahan para menteri Kabinet Kerja dan Presiden Joko Widodo serta Wakil Presiden Jusuf Kalla ini  berlangsung hangat.

Saking hangatnya, Jokowi dan Kalla tak segan untuk ikut bernyanyi dan berinteraksi dengan musisi Endah Laras yang tampil dalam acara tersebut.

Mulanya, Staf Khusus Presiden bidang Politik dan Pers Sukardi Rinakit selaku pembawa acara berseloroh dengan menjuluki Wapres Kalla sebagai "Ayam Jantan dari Ujung Pandang".

Menanggapi selorohan Sukardi, Endah yang hendak menyanyi tiba-tiba menghampiri Kalla yang duduk di samping Jokowi. Ia lantas menyanyikan sebait lirik dari lagi yang berjudul "Jago Kluruk".

Di tengah menyanyikan bait lirik lagu itu, Endah meminta Kalla untuk berkokok, sebagai penanda bahwa Kalla seperti yang dijuluki Sukardi, yakni seorang pemberani seperti ayam jantan.

"Uuuuuk," ujar Kalla menirukan suara ayam berkokok.

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) tertawa dalam acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/10/2019). Silaturahmi itu juga merupakan ajang perpisahan presiden, wakil presiden serta para menteri kabinet kerja yang telah bekerja sama selama lima tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) tertawa dalam acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/2019). |ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY

Tak ayal Jokowi dan para menteri tertawa menyaksikan ulah Kalla. Sukardi turut menanggapi ulah Kalla tersebut.

"Ini tegas dan pendek. Satu lagi penginnya siapa?" ujar Sukardi kepada Endah.

"Bagaimana kalau Pak Presiden, nuwun sewu (mohon maaf)," balas Endah.

Endah lantas menyanyikan kembali bait lagu tersebut.

"Wis wayah esuk jagone kluruk (sudah waktunya pagi ayam jago berkokok)," ucap Endah.

"Kukuruyuuuk," ujar Jokowi.

Kali ini giliran para menteri yang tertawa melihat Jokowi. Silaturahim pun berlangsung kian hangat.

Sebelumnya saat memperingati HUT ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2019) lalu, Presiden Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak jajaran Petinggi TNI  yang telah membantu pada periode pertama pemerintahannya.

Jokowi menyebut nama Wapres Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, mantan Menko Polhukam Tedjo Edhy, Menko Kemaritiman  Luhut Binsar Panjaitan,  Menhan Ryamizard Ryacudu, mantan Panglima TNI Moeldoko dan Gatot Nurmantyo.

Selain itu, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, mantan KASAD Mulyono, KASAD Andika Perkasa, mantan KSAL Ade Supandi, KASAL Siwi Sukma Aji, mantan KASAU Ida Bagus Putu Dunia, Agus Supriatna, KASAU Yuyu Sutisna.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla bersiap untuk foto bersama dalam acara silahturahmi Kabinet Kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/2019). 

Pujian dan Ucapan Terima Kasih Jusuf Kalla pada Jokowi dan Menteri

Jusuf Kalla mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan ucapkan  selamat kepada menteri yang terpilih lagi di kabinet Presiden Joko Widodo jilid kedua.

"Dalam kesempatan berbahagia ini, saya kira kita semua sama ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Presiden atas kekompakan kita semuanya, yang telah melaksanakan tugas kenegaraan secara bersama-sama," ujar Kalla mengawali kata sambutannya.

Kalla bercerita kerap diberi pertanyaan oleh awak media di Kantornya tentang kesan-kesan bekerja bersama Jokowi. 

Ia mengaku bingung untuk menjawab pertanyaan media karena menurutnya semua pekerjaan yang dilakukan bersama Jokowi, berkesan untuknya.

"Dalam satu bulan ini saya diwawancarai 35 kali, salah satu paling sering apa yang paling menarik dalam 5 tahun bekerja bersama Pak Presiden Jokowi, saya pikir apa yang paling menarik? Karena saya bilang semua menarik apakah bersama presiden, apakah rapat, apakah kesulitan, atau kebaikan, semuanya menarik, tidak ada yang kurang menarik dibanding yang lain," ujarnya.

"Karena itulah atas nama saudara-saudara semua, saya ucapkan terima kasih, karena tanpa dorongan dan petunjuk Bapak Presiden tidak akan bisa mencapai hal-hal seperti ini," lanjutnya.

Kalla pun mengajak para menteri yang tak lagi bertugas di kabinet Jokowi jilid dua turut menyukseskan kinerja para kolega yang melanjutkan tugas.

"Bagi teman-teman yang akan mengemban tugas bersama Bapak Presiden lagi saya sampaikan selamat bekerja semoga semuanya sukses, kita doakan," ujarnya.

"Bagi teman-teman yang ikut sama saya artinya istirahat, kita lanjutkan mendukung beri pandangan dan juga harapan kepada presiden dengan tim yang akan datang. Sekali lagi terima kasih dan maaf bila ada kesalahan atau kekeliruan," lanjut Kalla.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Ibu Negara Iriana Joko Widodo menggandeng istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah Jusuf Kalla, untuk foto bersama dalam acara silahturahmi Kabinet Kerja di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (18/10/2019). 

Jusuf Kalla Memiliki Kesan Khusus terhadap Jokowi

Wakil Presiden Jusuf Kalla punya kesan khusus terhadap Presiden Joko Widodo selama menjalankan pemerintahan.

Menurut Kalla, Jokowi sangat memperhatikan detail permasalahan dan pekerjaan sehingga tak bisa dibohongi anak buahnya.

"Beliau mengetahui detail, karena selalu ke bawah, ke daerah. Jadi detailnya sama beliau paling mengetahui semuanya. Tidak bisa dibohongi," kata Kalla setelah acara silaturahim dan perpisahan bersama menteri Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Kalla menyampaikan, meski tak lagi menjabat wakil presiden, ia dan Jokowi tak berpisah.

Kalla mengatakan, bahwa ia dan Jokowi tetap akan berkomunikasi intensif.

"Siapa bilang berpisah, enggaklah, kita masih di Jakarta. Kan dengan telepon mudah, telepon langsung kan bisa," ucap dia.

Jusuf Kalla berencana mengawali masa pensiunnya dengan bepergian bersama sang istri, Mufidah Jusuf Kalla.

"Setelah ini saya ingin istirahat dulu sebulan dua bulan. Mau ke mana dululah, mau jalan-jalan," kata Kalla.

"Dalam negeri dulu. Mau keliling Sumatera bareng Bu Mufidah," ujar Kalla lagi.

Selain hendak bepergian, Kalla ingin kembali fokus mengurus permasalahan sosial dan keagamaaan lewat PMI dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang dipimpinnya.

Ia juga berencana menjadi pembicara terkait masalah pemerintahan, sosial, dan keagamaan di sejumlah perguruan tinggi ketika pensiun nanti.

Menurut Kalla, banyak kampus yang mengundangnya untuk menjadi pembicara.

Saat pensiun nanti, Kalla akan berkantor di tiga tempat, yakni di Kantor PMI, DMI, dan kantor pribadinya. 

"Saya itu nanti kepingin punya tiga kantor. Kantor DMI (dan PMI), kantor pribadi, artinya kantor saya dulu di perusahaan. Walaupun saya hanya jadi adviser. Saya tidak lagi ada sangkut pautnya dengan manajemen," ucap Kalla.

Sebagaimana yang dijadwalkan, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih dilantik sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia 2019-2024, Minggu (20/10/2019).

Salah satu fakta yang mencuat jelang pelantikan presiden Jokowi-Maruf Terkait Pengambilalihan FIR dari Singapura

Presiden Joko Widodo (kiri) bersalaman dengan PM Singapura Lee Hsien Loong, di sela kunjungan kerja Jokowi di Singapura, Selasa (8/10/2019). Indonesia dan Singapura kembali berkomitmen untuk memperkuat kerja sama keuangan antara bank sentral kedua negara, yakni pengelolaan likuiditas valas secara bilateral (bilateral liquidity management arrangement).
Presiden Joko Widodo (kiri) bersalaman dengan PM Singapura Lee Hsien Loong, di sela kunjungan kerja Jokowi di Singapura, Selasa (8/10/2019).| AFP/POOL/FELINE LIM VIA KOMPAS.COM

Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk melakukan pengambilalihan pengelolaan wilayah udara atau Flight Information Region (FIR) dari Singapura.

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, saat ini, penandatanganan kerja sama FIR dengan Singapura sudah dilakukan.

Ke depannya, kerja sama itu akan dilakukan secara bertahap.

"Sekarang tinggal teknisnya dilakukan secara bertahap," ujar Luhut.

Luhut Binsar Pandjaitan pun menangkis isu miring di balik kesepakatan kerangka perjanjian ruang udara Indonesia-Singapura. 

Pernyataan itu ia sampaikan setelah Indonesia dan Singapura menyepakati kerangka negosiasi untuk wilayah informasi penerbangan atau Flight Information Region (FIR).

“Kita bukan mau melacurkan jabatan kita, enggak akan lah,” ujarnya yang dikutip dari Kompas.com, Jumat (11/10/2019).

Luhut mengungkapkan, ada sejumlah pihak yang mengaitkan kesepakatan kerangka negosiasi FIR dengan kadaulatan negara.

Menurutnya hal tersebut tidak tepat sebab Indonesia dan Singapura memang negara bertetangga.

Ada hal-hal yang dianggap akan bersinggungan, salah satunya terkait ruang udara.

“Saya ingin menggaris bawahi betul, jangan ada yang membawa isu-isu yang tidak perlu mengenai FIR,” ujarnya.

Luhut bilang kesepakatan kerangka negosiasi FIR dengan Singapura sudah dibahas panjang.

Ia menyebut kesepakatan itu juga akan menguntungkan Indonesia.

Seperti diketahui, FIR di Kepulauan Riau masih dikelola oleh Singapura.

Sementara itu UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan mengamanatkan adanya evaluasi pelayanan navigasi penerbangan di wilayah udara RI yang didelegasikan negara lain.

Sejak 45 tahun lalu, kata Luhut, Indonesia belum memiliki sistem yang memadai untuk mengontrol penerbangan.

Makanya saat itu, lanjutnya, pengelolaan FIR didelegasikan ke Singapura.

Kuasa Singapura atas langit Indonesia itu ditetapkan dalam pertemuan ICAO di Dublin, Irlandia, pada Maret 1946.

Dengan perjanjian itu, akhirnya Singapura menguasai sekitar 100 mil laut (1.825 kilometer) wilayah udara Indonesia. Wilayah seluas itu mencakup Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Natuna, Serawak dan Semenanjung Malaka.

Dengan demikian, pesawat Indonesia harus minta izin kepada otoritas penerbangan Singapura jika hendak terbang dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru di wilayah kedaulatan RI sendiri.

Hal sama juga berlaku bagi penerbangan dari Pulau Natuna ke Batam dan penerbangan-penerbangan lain di kawasan Selat Malaka.

"Sekarang kita sudah siap, kerangka kerjasama dengan Singapura sudah ditandatangani. Itu harus ada juga pengakuan dari negara-negara lain bahwa mereka sudah mengakui bahwa kita negara kepulauan, teknisnya masih ada yang perlu kita selesaikan," tegas Luhut.

(Kompas.com/Tribunnews.com/ Setneg.go.id)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved