BNI 46 Beber Hasil Investigasi Pembobolan Dana Nasabah Ratusan Miliar oleh Banker Faradiba Yusuf

“Para penerima aliran dana disinyalir adalah para pemilik modal yang seolah - olah menerima pengembalian dana dan imbal hasil dari oknum.''

Editor: Tariden Turnip
siwalimanews.com
BNI 46 Beber Hasil Investigasi Pembobolan Dana Nasabah Ratusan Miliar oleh Banker Faradiba Yusuf. Kepala Pemasaran BNI 46 KCU Ambon Faradiba Yusuf (FY) 

BNI 46 Beber Hasil Investigasi Pembobolan Dana Nasabah Ratusan Miliar oleh Banker Faradiba Yusuf

TRIBUN-MEDAN.COM - Kasus dugaan pembobolan dana nasabah di Bank Negera Indonesia ( BNI) Cabang Ambon senilai ratusan miliar rupiah tidak berpengaruh terhadap operasionalisasi bank tersebut.

Sejauh ini, operasional layanan perbankan di BNI tetap berjalan normal, termasuk di seluruh outlet yang berada di bawah koordinasi Kantor Cabang Utama Ambon.

Kepala Cabang BNI Makassar yang membawahi BNI di wilayah Indonesia timur, Faizal A Setiawan menyebut, meski pihaknya sedang diterpa masalah, namun hal itu tidak mempengaruhi layanan kepada nasabah, terlebih kepercayaan sebagian besar nasabah masih tetap terjaga.

“Kepercayaan sebagian besar nasabah tetap terjaga dibuktikan jumlah transaksi masuk (menabung) lebih besar dibandingkan jumlah transaksi keluar,” kata Afrizal, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (18/10/2019).

Afrizal mengatakan, BNI tetap berkomitmen menjaga ketersediaan uang tunai yang dapat digunakan masyarakat melalui berbagai saluran, termasuk mesin ATM selama 24 jam sehari 7 hari seminggu.

Dia menuturkan, pelanggaran yang terjadi di Ambon adalah kasus yang memiliki dampak minimal terhadap operasional dan ketersediaan dana di BNI, karena dana yang diperkirakan diselewengkan tidak mempengaruhi dana yang sudah tersimpan di dalam sistem bank.

“Dan kasus ini sudah dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian sehingga diharapkan dapat mempercepat proses pengungkapannya,” kata dia.

Dia pun meminta masyarakat Maluku khususnya di Kota Ambon yang menyimpan dananya di BNI agar tidak perlu khawatir atau panik, sebab keuangan BNI cabang Ambon masih sangat aman.

“Karena dana yang diperkirakan diselewengkan tidak mempengaruhi dana yang sudah tersimpan di dalam sistem bank,” ujar dia.

Terkait kasus tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku juga meminta warga yang menyimpan uangnya di BNI tidak perlu panik apalagi sampai menarik uangnya di bank tersebut.

Kantor BNI Cabang Ambon di jalan Said Perintah, Kecamatan Sirimau, Ambon.
Kantor BNI Cabang Ambon di jalan Said Perintah, Kecamatan Sirimau, Ambon. (KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY)

Menurut dia, selama uang yang disimpan tercatat dalam buku tabungan dan pembukuan bank, ia menjamin uang nasabah akan tetap aman.

“Masyarakat agar tenang tidak perlu melakukan penarikan karena selama tercatat dalam buku tabungan dan pembukuan bank tetap aman.

Untuk itu masyarakat agar membudayakan memprint buku tabungan secara berkala untuk dapat mengetahui posisi saldo tabungan,” ungkap Bambang.

Dia juga mengimbau kepada para nasabah BNI agar tetap melakukan transaksi di teller kantor maupun delivery channel yang disediakan oleh bank (ATM dan internet banking) dengan tetap memperhatikan keamanan. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved