Kematian Pengacara Walhi Sumut Golfrid Siregar Masih jadi Misteri, Ditemukan Tergeletak di Jalan
"Kalau melihat lukanya, kami memang sangat merasa janggal. Di tubuhnya tidak ada lecet. Tetapi kepalanya hancur," ujar Dana Tarigan.
TRIBUN-MEDAN.com-Advokat yang dikenal sebagai kuasa hukum Walhi Sumatera Utara Golfrid Siregar meninggal dunia, Minggu (6/10/2019), setelah dirawat sejak ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di jalan raya, Kamis dini hari.
Walhi Sumut melihat indikasi bahwa Golfrid Siregar telah menjadi korban kekerasan dan percobaan pembunuhan karena aktivitas politik korban selama ini sebagai aktivis lingkungan dan pembela hak azasi manusia bersama Walhi Sumut.
Direktur Walhi Sumut, Dana Prima Tarigan, Senin (7/10/2019), melihat adanya kejanggalan pada kematian rekan seperjuangannya ini.
"Kalau melihat lukanya, kami memang sangat merasa janggal. Di tubuhnya tidak ada lecet. Tetapi kepalanya hancur," ujarnya.
"Sepeda motornya juga dicek teman-teman ke kantor polisi tidak ada yang rusak tanda-tanda kecelakaan," bebernya.
Korban menghilang sejak Rabu, sekitar pukul 17.00 Wib untuk pergi ke JNE dan bertemu orang di Marendal. Sejak saat itu, korban tidak bisa dikontak oleh istri korban.
Golfrid ditemukan pertama kalinya oleh penarik becak bermotor yang sedang melintas. dan segera membawanya ke RS Mitra Sejati, Jalan AH Nasution.
Adapun barang-barang korban seperti tas, laptop, dompet, dan cincin tidak lagi ditemukan bersama Golfrid.
Karena kondisi korban parah akhirnya korban dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik Medan dan tiga hari setelahnya meninggal dunia.
Dana menjelaskan bahwa saat dibawa ke rumah sakit kondisi Golfrid sudah kritis dan sempat dioperasi. Jika dilihat dari luka-lukanya, ia tidak yakin Golfrid korban kecelakaan lalu lintas karena tidak ada luka-luka di badan dan kepala seperti kena pukul benda tumpul. Matanya sebelah kanan memar seperti dipukul.
"Jadi hancur tempurung kepala dan itu yang dioperasi sepertinya kemarin oleh dokter untuk mengangkat tempurung kepala yang rusak. Habis itu dia kritis sampai akhirnya dia meninggal dunia," sebut Dana.
Walhi Sumut, kata Dana, meminta kasus ini diungkap secepatnya oleh kepolisian dan ditangani secara transparan.
"Kami minta kepolisian secepatnya membongkar apa yang terjadi di balik ini. Apakah perampokan, atau dia memang sengaja dicelakai oleh orang lain. Itu yang harus diungkap oleh kepolisian," tegas Dana.
Apakah kematian Golfrid menyangkut kasus hukum yang ditangani bersama Walhi Sumut, Dana tidak mau berspekulasi.
"Makanya kami minta polisi ungkap kasus ini dan jangan ada yang ditutup-tutupi semua harus terang benderang dan transparan. Biar keluarga dan kami tidak penasaran sehingga tahu apa penyebab pastinya," pungkas Dana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/golfrid-siregar.jpg)