Kesehatan
BERITA KESEHATAN - Bahaya Kertas Warna Cokelat Pembungkus Makanan, Dampak Zat Kimia bagi Tubuh
BERITA KESEHATAN - Bahaya Kertas Warna Cokelat Pembungkus Makanan, Dampak Zat Kimia bagi Tubuh
BERITA KESEHATAN - Bahaya Kertas Warna Cokelat Pembungkus Makanan, Dampak Zat Kimia bagi Tubuh
TRIBUN-MEDAN.COM - BERITA KESEHATAN - Bahaya Kertas Warna Cokelat Pembungkus Makanan, Dampak Zat Kimia bagi Tubuh.
//
Bagi masyarakat Indonesia tentunya sudah sangat akrab dengan pembungkus nasi kertas berwarna cokelat ini bukan?
Baca: Ini Alasan Surya Paloh yang Sebut Presiden Bisa Dimakzulkan Kalau Salah-salah terkait Perppu KPK
Baca: Whatsapp Terkini - Cara Menghapus Pesan yang Terlanjur Dikirim, Pesan Rahasia Bisa Dihapus Otomatis
Mulai dari gorengan, nasi padang, sate hingga hidangan lainnya biasa dibungkus dengan ‘kertas nasi’ berwarna cokelat.
Kertas nasi yang berlapis plastik tipis ini menjadi alternatif pengganti daun pisang yang biasanya digunakan sebagai bungkus makanan.
Baca: Pengakuan Sopir Pribadi Selingkuh dengan Istri Majikan hingga Beli Sianida dan Sewa Pembunuh Bayaran
Baca: Jokowi Disarankan Keluarkan Perppu UU KPK usai UU Berlaku tapi Parpol Pendukung Anggap Gak Perlu
Siapa sangka, di balik harganya yang relatif murah, praktis dan mudah di dapat, ada bahaya yang bisa mengganggu kesehatan kita.
Alangkah baiknya jika kita segera memindahkan makanan yang dibungkus kertas warna cokelat ini ke piring biasa.
Sejumlah penelitian menemukan, kertas ini mengandung BPA berbahaya bagi tubuh.
BPA atau bisphenol A adalah bahan kimia yang sering digunakan sebagai bahan pembuat wadah makan, bukan hanya plastik, tetapi juga kertas.
Baca: Pengakuan Blak-blakan IM (29) Kerap Melakukan Hubungan Intim dengan Adik Iparnya saat Istri Tidur
Awalnya BPA digunakan pada wadah makanan kaleng agar kaleng tersebut tidak mudah berkarat.
Dilansir dari WebMD, Kurunthachalam Kannan, Ph.D., seorang ilmuwan riset di New York State Department of Health, menyatakan bahwa BPA juga terkandung pada kertas pembungkus makanan dengan tingkat konsentrasi yang sangat tinggi.
Bubuk BPA digunakan untuk melapisi kertas supaya lebih tahan terhadap panas.
Selain pada kertas pembungkus makanan, BPA juga sering terdapat pada tisu toilet, kertas koran, kertas struk belanja, maupun tiket.
Bahaya penggunaan kertas ini juga pernah dipaparkan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).
Baca: Pesawat Emirates Berpenumpang 326 Orang Alami Turbulensi hingga Mendarat di Bali, 11 Orang Luka-luka
Peneliti Pusat Penelitian Biomaterial Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Lisman Suryanagara mengingatkan masyarakat supaya berhati-hati dengan kertas nasi dan kertas daur ulang yang dipakai untuk membungkus makanan.
Menurut Lisman, bahan yang umum digunakan sebagai bungkus makanan dari masa ke masa antara lain keramik, kaca, plastik, aluminium foil, hingga yang berbahan dasar kertas.
Lisman menambahkan, zat kimia tersebut bisa berdampak negatif bagi tubuh dan memicu berbagai penyakit di antaranya kanker, kelenjar getah bening, gangguan reproduksi hingga mutasi gen.
Baca: Jokowi Disarankan Keluarkan Perppu UU KPK usai UU Berlaku tapi Parpol Pendukung Anggap Gak Perlu
Baca: Whatsapp Terkini - Cara Menghapus Pesan yang Terlanjur Dikirim, Pesan Rahasia Bisa Dihapus Otomatis
Sebagai alternatif, masyarakat bisa menggunakan bungkus makanan berkategori food grade yang 100 persen terbuat dari serat alami.
Ciri-ciri bungkus makanan ini adalah tampilannya berwarna putih bersih, tidak berbintik dan tidak tembus minyak.
Selain itu, karton food grade sifatnya ramah lingkungan karena mudah terurai.
(*)
Baca: Whatsapp Terkini - Cara Menghapus Pesan yang Terlanjur Dikirim, Pesan Rahasia Bisa Dihapus Otomatis
Baca: Jokowi Disarankan Keluarkan Perppu UU KPK usai UU Berlaku tapi Parpol Pendukung Anggap Gak Perlu
Artikel ini telah tayang di Intisari Online
BERITA KESEHATAN - Bahaya Kertas Warna Cokelat Pembungkus Makanan, Dampak Zat Kimia bagi Tubuh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/berita-kesehatan-sering-dipakai-ini-bahaya-kertas-nasi.jpg)