JOKOWI TERKINI - Alasan Mahasiswa Ajak Presiden Jokowi Bertemu di Forum Terbuka, Undang Resmi BEM

JOKOWI TERKINI - Alasan Mahasiswa Ajak Presiden Jokowi Bertemu di Forum Terbuka, Undang Resmi BEM

Editor: Salomo Tarigan
Kompas.com
JOKOWI TERKINI - Alasan Mahasiswa Ajak Presiden Jokowi Bertemu di Forum Terbuka, Undang Resmi BEM 

TRIBUN-MEDAN.com - JOKOWI TERKINI - Alasan Mahasiswa Ajak Presiden Jokowi Bertemu di Forum Terbuka, Undang Resmi BEM.

//

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Abdul Basit mengaku, mahasiswa tidak menolak ajakan Presiden Jokowi untuk bertemu di Istana Kepresidenan beberapa hari yang lalu.

Baca: Jadwal Lengkap Liga 1: PSIS Semarang vs Badak Lampung, PSS Sleman vs Madura United & Laga Lainnya

Baca: SIARAN LANGSUNG: Link Live Bulu Tangkis Korea Open 2019 Fajar Alfian/Rian Ardianto Bertanding

Baca: Jokowi Diwarning PDI P terkait Perppu Ganti UU KPK, PSI justru Dukung Segala Keputusan Presiden

Ia mengaku, pihaknya tak mendapatkan undangan resmi dari pihak istana.

"Kita tidak menolak, pada intinya kita bersikap terkait statement yang disampaikan oleh Pak Jokowi berbicara mengundang dengan BEM. Itu kami pun sebelumnya belum mendapatkan undangan resmi apapun dari Pak Presiden," kata Abdul dalam acara Kompas TV "Gerakan Gen Z, Wajah Baru Demokrasi", Sabtu (28/9/2019).

Baca: SIARAN LANGSUNG: Link Live Bulu Tangkis Korea Open 2019 Fajar Alfian/Rian Ardianto Bertanding

Baca: Alasan Wasekjen Gerindra Andre Rosiade Gak Percaya Aksi Demo Mahasiwa Ditunggangi

Abdul mengatakan, terkait dengan pernyataan presiden yang ingin bertemu mahasiswa, maka pihaknya kembali menantang keseriusan presiden untuk menggelar pertemuan dengan mahasiswa.

"Yang kedua adalah statement beliau ngundang BEM, kita menantang kembali presiden untuk bertemu mahasiswa di forum terbuka," ujarnya.

Presiden Jokowi sebelumnya mengaku akan bertemu dengan perwakilan mahasiswa yang dalam beberapa hari terakhir melakukan aksi unjuk rasa menolak revisi UU KPK dan RKUHP.

Baca: SIARAN LANGSUNG: Link Live Bulu Tangkis Korea Open 2019 Fajar Alfian/Rian Ardianto Bertanding

Baca: Jokowi Diwarning PDI P terkait Perppu Ganti UU KPK, PSI justru Dukung Segala Keputusan Presiden

Pertemuan akan digelar Jumat (27/9/2019).

Kendati demikian, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia menyatakan hanya bersedia bertemu dengan Presiden Joko Widodo apabila pertemuan dilakukan secara terbuka alias dapat disaksikan langsung masyarakat luas.

Demikian diungkapkan Koordinator Pusat Aliansi BEM seluruh Indonesia Muhammad Nurdiyansyah dalam keterangan tertulis, Jumat (27/9/2019).

Baca: BERITA KESEHATAN: Selain Cokelat, 9 Daftar Makanan Penghilang Stres, Termasuk Alpukat & Daunan Hijau

"Menyikapi ajakan pertemuan dengan Presiden Jokowi, Aliansi BEM Seluruh Indonesia hanya bersedia bertemu dengan Presiden apabila dlaksanakan secara terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh publik melalui kanal televisi nasional," kata Nurdiyansyah.

Adapun pertemuan presiden dan mahasiswa batal.

Pihak istana membantah batalnya pertemuan tersebut karena mahasiswa memberikan persyaratan hanya ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo secara terbuka.

Baca: Jadwal Lengkap Liga 1: PSIS Semarang vs Badak Lampung, PSS Sleman vs Madura United & Laga Lainnya

Baca: Jokowi Diwarning PDI P terkait Perppu Ganti UU KPK, PSI justru Dukung Segala Keputusan Presiden

Wasekjen Gerindra Andre Rosiade Gak Percaya Aksi Demo Mahasiwa Ditunggangi

TRIBUN-MEDAN.com - Alasan Wasekjen Gerindra Andre Rosiade Gak Percaya Aksi Demo Mahasiwa Ditunggangi.

//

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade tak percaya sejumlah mahasiswa yang demo di depan gedung DPR terkait penolakan RKUHP dan UU KPK ditunggangi oleh pihak tertentu.  

Baca: Alasan Wasekjen Gerindra Andre Rosiade Gak Percaya Aksi Demo Mahasiwa Ditunggangi

Baca: BERITA KESEHATAN: Selain Cokelat, 9 Daftar Makanan Penghilang Stres, Termasuk Alpukat & Daunan Hijau

Andre mengatakan, tudingan aksi demo mahasiswa telah ditunggangi oleh pihak tertentu adalah isu lama yang sering diulang.

"Saya yakin tidak ada yang menunggangi (aksi demo mahasiswa) isu mahasiswa ditunggangi itu adalah isu lama," kata Andre dalam acara Kompas TV "Gerakan Gen Z, Wajah Baru Demokrasi", Sabtu (28/9/2019).

Baca: Download Lagu: Kumpulan Lagu Alan Walker - Lagu MP3 & MP4: Lily, Diamond Heart, dan Lagu Lainnya

Baca: Ridwan Kamil Temui para Demonstran Malam Hari, Gelar Dialog Terbuka, Pesan Gubernur Jabar soal Demo

Andre mengatakan, sejumlah mahasiswa yang berdemo tentu dikoordinir oleh presiden mahasiswa (Presma) sesuai universitas masing-masing.

"Saya percaya bahwa mahasiswa yang berdemonstrasi sekarang mereka adalah dipimpinan presiden mahasiswa, adalah dari dari badan formal dari BEM, bukan badan informal," ujarnya.

Baca: BEDA, Jokowi Keluarkan Perppu Dianggap gak Hormati DPR, Pengamat: Perppu Itu Veto bagi Presiden

Selanjutnya, Andre mengatakan, mahasiswa tidak perlu takut dituduh ditunggangi oleh pihak tertentu. Ia mengingatkan, agar aksi demo mahasiswa dilakukan sesuai koridor.

"Saya rasa teman-teman terus saja berjuang sesuai koridor teman-teman, yang diyakini percayalah mahasiswa kalau murni gerakan nya pasti didukung rakyat," pungkasnya.

KPK TERKINI - Setelah Janji Jokowi, Sinyal Keluarkan Perppu UU KPK, Febri Diansyah Jawab Posisi KPK.

//

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih memilih untuk menunggu langkah konkret Presiden Joko Widodo (Jokowi) apabila benar-benar ingin menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Undang-Undang KPK.

Baca: BREAKING NEWS: Polda Sumut Akhirnya Menangguhkan Penahanan 40 Mahasiswa yang jadi Tersangka

Baca: Majelis Hakim Bebaskan Terdakwa Penganiayaan, Padahal Jaksa Tuntut Enam Bulan Penjara

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menanggapi pernyataan Jokowi yang mempertimbangkan menerbitkan Perppu usai bertemu dengan tokoh lintas bidang di Istana Merdeka pada Kamis (26/9/2019) kemarin.

"Jadi kalau misalnya Presiden memutuskan melakukan tindakan penyelamatan terhadap pemberantasan korupsi dengan menerbitkan atau tindakan-tindakan yang lain, posisi KPK saya kira saat ini lebih pada menunggu ketika itu diterbitkan saja," ujar Febri kepada wartawan, Jumat (27/9/2019).

Febri mengatakan sejak awal pihaknya berharap agar proses revisi UU KPK yang telah disahkan pemerintah dan DPR itu melibatkan berbagai pihak termasuk KPK itu sendiri.

Hal ini mengingat bahwa setelah UU baru hasil revisi itu diidentifikasi, terdapat 26 poin yang berisiko melemahkan bahkan melumpuhkan kinerja KPK ke depan.

Baca: BREAKING NEWS: Polda Sumut Akhirnya Menangguhkan Penahanan 40 Mahasiswa yang jadi Tersangka

Baca: Imam Nahrawi Ditahan KPK, Kuasa Hukum Sebut Kliennya Dicecar Terkait Tugasnya Sebagai Menpora

Di sisi lain, Febri mengapresiasi gerakan masyarakat sipil dan ribuan mahasiswa yang sebelumnya menggelar demontrasi di Gedung DPR beberapa hari yang lalu terkait penolakan revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

"Kami tidak menyangka bahwa ribuan mungkin puluhan ribu di berbagai daerah, mahasiswa yang menyatakan sikapnya ini kami sampaikan terima kasih sekali dengan hal itu. Memang pemberantasan korupsi ini adalah tanggung jawab kita bersama dan kita juga masyarakat Indonesia juga menjadi korban," katanya.

Jokowi bakal terbitkan Perppu

Presiden Jokowi mengundang puluhan tokoh mulai dari budayawan, ahli hukum, seniman, hingga pengusahan ke Istana Merdeka Jakarta, Kamis (26/9/2019) sore bicara soal Karhutla, Papua, RKUHP hingga UU KPK
Presiden Jokowi mengundang puluhan tokoh mulai dari budayawan, ahli hukum, seniman, hingga pengusahan ke Istana Merdeka Jakarta, Kamis (26/9/2019) sore bicara soal Karhutla, Papua, RKUHP hingga UU KPK (Theresia Felisiani/Tribunnews.com)

Diberitakan sebelumnya, Jokowi mengaku bakal mengkaji Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Hal tersebut menyusul maraknya respons atas penolakan masyarakat yang ditandai dengan demo besar-besaran di Gedung DPR pada Senin (23/9/2019) dan Selasa (24/9/2019).

"Berkaitan dengan UU KPK yang sudah disahkan oleh DPR, banyak sekali masukan yang diberikan kepada kita. Utamanya masukan itu berupa, utamanya Perppu. Tentu saja ini kita hitung, kalkulasi dan nanti setelah itu akan kita putuskan dan sampaikan kepada senior-senior yang hadir pada sore hari ini," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Selain mempertimbangkan soal keresahan masyarakat, penerbitan Perppu tersebut diakui Jokowi juga akan dilihat dari sisi politik.

Baca: Imam Nahrawi - KPK Jadwalkan Pemeriksaan Imam Nahrawi Sebagai Tersangka Jumat (27/9/2019) Hari Ini  

Jokowi pun berjanji akan segera memberikan jawaban atas desakan masyarakat untuk menerbitkan perppu KPK dengan waktu sesingkat-singkatnya.

"Secepat-cepatnya dalam waktu sesingkat-singkatnya," kata Jokowi.

 Baca: Imam Nahrawi Ditahan KPK, Kuasa Hukum Sebut Kliennya Dicecar Terkait Tugasnya Sebagai Menpora

Baca: Pengakuan Ajun Perwira Setelah Bertengkar dengan Istri Jennifer Jill Buang Cincin Pernikahan,Terbaru

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dan kompas: Soal demo . . danl kompas.com

Baca: BERITA KESEHATAN: Selain Cokelat, 9 Daftar Makanan Penghilang Stres, Termasuk Alpukat & Daunan Hijau

JOKOWI TERKINI - Alasan Mahasiswa Ajak Presiden Jokowi Bertemu di Forum Terbuka, Undang Resmi BEM

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved