INILAH Profil Irjen Pol Paulus Waterpauw, Putra Papua yang Sudah 4 Kali Dipercaya sebagai Kapolda

Inilah Profil Irjen Paulus Waterpauw Kembali Jabat Kapolda Papua. Jabatan Ini sebagai catatan sejarah bahwa ia Sudah 4 Kali Menjabat Kapolda

Editor: AbdiTumanggor
FOR TRIBUN-MEDAN.COM
Ketua Pembina Ikatan Masyarakat Papua Alumni Jawa Timur (Imapal) atau Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) Jawa Timur, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw (tengah) menyerahkan bantuan khusus untuk para pelajar yang menjadi korban banjir bandang di Puay, Kabupaten Jayapura, Jumat (17/5/2019) lalu. 

Inilah Profil Irjen Paulus Waterpauw Kembali Jabat Kapolda Papua. Jabatan Ini  sebagai catatan sejarah bahwa Putra Papua Ini Sudah 4 Kali Menjabat Kapolda.

////

Irjen Pol Paulus Waterpauw saat pisah sambut di Grand Aston Medan, Kamis (24/8/2018) malam lalu.
Irjen Pol Paulus Waterpauw saat pisah sambut di Grand Aston Medan, Sumatera Utara pada Kamis (24/8/2018) malam lalu. (DOK.TRIBUN MEDAN)

TRIBUN-MEDAN.COM - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengeluarkan Surat Telegram terkait pencopotan atau mutasi kepada tiga Kapolda sekaligus.

Dalam surat bernomor ST/2569/IX./KEP/2019 tertanggal 27 September 2019 itu Kapolda Riau, Kapolda Papua serta Kapolda Sulawesi Tenggara saat ini dimutasi.

Mutasi ini dibenarkan oleh Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Menurut Dedi, mutasi merupakan hal yang biasa dalam organisasi Korps Bhayangkara.

"Ya betul.

Mutasi dalam organisasi Polri hal yang biasa, dalam rangka tour of duty dan area, serta untuk meningkatkan kinerja organisasi," ujar Dedi, ketika dihubungi Tribunnews.com, Jumat (27/9/2019).

Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo dimutasi menjadi Pati Baintelkam Polri (Penugasan pada BIN).

Sementara posisi itu kini diemban oleh Irjen Pol Agung Setya Imam Effendy.

Kemudian Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja dimutasi dari Kapolda Papua menjadi Analis Kebijakan Utama bidang Sabhara Baharkam Polri.

Kapolda Papua kemudian saat ini dijabat oleh Irjen Pol Paulus Waterpau, yang sebelumnya adalah Analis Kebijakan Utama bidang Sespimti Sespim Lemdiklat Polri.

Selain itu, Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Iriyanto dimutasi menjadi Irwil III Itwasum Polri.

Sebagai pengganti Iriyanto, Kapolri menunjuk Brigjen Pol Merdisyam yang sebelumnya menjabat Dirsosbud Baintelkam Polri.

Di Riau terjadi kebakaran hutan dan lahan. Karhutla berimbas kepada kabut asap parah.

Kapolri sempat mengisyaratkan pergantian pejabat di lingkungan Polri usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Novotel, Pekanbaru, Riau, Senin (16/9/2019).

"Kalau seandainya di Polda dari penilai ada yang tidak terkendali dan tidak ada upaya maksimal apalagi penangkapan nggak ada, out.

Mau Kapolda, Kapolres, Kapolsek, out. Tim sudah dibentuk dan bergerak mulai hari ini," ujar Tito.

Sementara di Sultra, dua mahasiswa Unversitas Halu Oleo tewas usai demonstrasi menolak RUU kontroversial di gedung DPRD Sultra.

Immawan Randi tewas tertembak.

Sedangkan Muhammad Yusuf tewas karena terkena benda tumpul di kepala.

Gelombang protes muncul akibat kejadian itu.

Salah satu tuntutan massa, yakni meminta Kapolda Sultra Brigjen Irianto dicopot.

"Kami bawa tiga tuntutan untuk Kapolri yaitu meminta Kapolda Sultra dicopot dari jabatannya, usut tuntas pelaku penembakan dan meminta pelaku dihukum seberat beratnya.

Tuntutan ini kami harap bisa dibawa oleh Kapolda Sulteng agar sampai di Mabes Polri," kata Hismawan Jasmin, Korlap Aksi massa IMM Palu saat orasi, Jumat (27/9/2019).

Sedangkan di Papua, terjadi gelombang kericuhan. Teranyar kericuhan di Wamena yang menewaskan 30 orang.

"Data terakhir ada 30 jenazah dan sebagian besar sudah dikirim ke Jayapura," kata Gubernur Papua Lukas Enembe di Wamena, yang dikutip dari Antara, Rabu (25/9/2019).

Sebelumnya, Irjen Pol Paulus Waterpauw diterjunkan Polri ke Papua sebagai Ketua Tim Asistensi Kapolri, pascameletusnya kerusuhan di beberapa daerah di Papua dan Papua Barat.

Irjen Pol Paulus Waterpauw menduga pemulangan ribuan mahasiswa asal Papua diduga didalangi anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Dugaan itu terungkap dan diperkuat dari hasil kunjungannya ke Malang guna memantau aksi demo memperingati perjanjian New York tanggal 15 Agustus lalu yang tidak mendapat izin dari Kapolres Malang karena mereka tidak bisa memberitahukan siapa penanggung jawab aksi dan berapa nomor teleponnya.

''Walaupun tidak mendapat izin mereka tetap melakukan aksi dengan turun ke jalan sehingga sempat memacetkan arus lalu lintas hingga menyebabkan warga Malang marah hingga polisi harus membubarkan secara paksa,'' Irjen Pol Waterpauw dilansir Antara di Jayapura, Senin.

Ia mengatakan aksi tersebut berhasil dibubarkan dan beberapa mahasiswa terluka namun mereka enggan untuk diobati di Polres Malang.

Keesokkan harinya, tanggal 16 Agustus terjadi aksi di asrama Kamasan Surabaya dimana bendera yang dipasang RW setempat dibuang hingga memunculkan reaksi yang dibalas dengan aksi demo di berbagai kota di Papua dan Papua Barat.

Untuk mendukung aksi mereka maka KNPB yang juga merupakan mahasiswa senior melakukan intimidasi hingga menyebabkan pulangnya ribuan mahasiswa karena takut akan intimidasi yang mereka lakukan.

''Pada umumnya mahasiswa yang menjadi anggota KNPB lah yang sering kali melakukan intimidasi hingga membuat mahasiswa lainnya ketakutan,'' ujar Waterpauw yang mengaku sempat melihat anggota KNPB yang berseragam loreng-loreng berjaga di depan asrama Kamasan, Surabaya.

Ia mengatakan agar insiden serupa tidak terulang, harus dilakukannya penertiban di asrama terutama bagi mereka yang menjadi mahasiswa abadi dan sering kali mengganggu atau mengancam mahasiswa baru.

Selain itu untuk membuat mahasiswa mau membaur dengan masyarakat di lingkungan sekitarnya, mereka tidak lagi tinggal di asrama melainkan di kost yang ada penanggung jawabnya terhadap para mahasiswa, kata mantan Kapolda Papua Barat, Papua dan Sumatera Utara seraya mengaku, pada zamannya asrama Kamasan menjadi tempat berkumpul dan melakukan aktifitas baik itu sosial maupun keagamaan.

Disamping itu perlu adanya kerja sama dengan pemda setempat dimana mahasiswa asal Papua belajar sehingga mahasiswa benar-benar dapat membaur dengan warga di sekitarnya, harap Irjen Pol Waterpauw.

Profil Irjen Pol Paulus Waterpauw:

✓Kapolda Papua: 27 September 2019-----s/d.....

✓Analis Kebijakan Utama bidang Sespimti Sespim Lemdiklat Polri dan Tenaga Ahli Bidang Hukum dan HAM Lemhannas RI: 14 Oktober 2018 - 27 September 2019.

✓Kapolda Sumut: 2 Juni 2017 – 13 Agustus 2018.

✓Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri: 18 April 2017 – 2 Juni 2017.

✓Kapolda Papua: 30 Juli 2015 – 18 April 2017.

✓Kapolda Papua Barat: 19 Desember 2014 – 30 Juli 2015.

✓Wakapolda Papua: 19 Oktober 2011 – 19 Desember 2014.

Riwayat jabatan sebelum berpangkat Jenderal

  • Pamapta Polresta Surabaya Timur Polda Jatim: 08-12-1987
  • Wakasat Serse Polresta Surabaya Timur Polda Jatim: 27-12-1988
  • Kanit Interkrim Sat IPP Polwiltabes Surabaya Polda Jatim: 12-12-1990
  • Kasat Intelpam Polres Mojokerto Polda Jatim: 02-12-1992
  • Kasat Ops Puskodalops Polda Kalteng: 27-12-1997
  • Paban Muda Pada Paban IV/Kam Sintel Polri: 21-12-1998
  • Kapolsek Metro Menteng Polres Metro Jakpus Polda Metro Jaya : 01-04-2000
  • Kapuskodal Ops Polres Jakarta Pusat: 01-12-2000
  • Wakapolres Tangerang Polda Metro Jaya: 05-09-2001
  • Pamen Sespim Dediklat Polri: 08-05-2002
  • Kapolres Mimika Polda Papua: 14-12-2002
  • Kapolres Jayapura Kota Polda Papua: 21-10-2005
  • Direskrim Polda Papua: 17-02-2006
  • Penyidik Utama TK II Dit III/Kor dan WWC Bareskrim Polri: 13-02-2009
  • Widyaiswara Madya Sespim Polri: 24-08-2010
  • Widyaiswara Madya Sespim Polri: 29-09-2010

Pendidikan Polri

Akpol (1987)
PTIK (1996)
Sespim (2002)
Lemhanas (2014)

Pendidikan umum

SD YPK Surabaya (1976)
SMP Negeri 6 Surabaya(1980)
SMA Negeri 5 Surabaya (1983)

Pendidikan kejuruan

Daspa Intel (1996)
Palan Intel (1997)
Pa Opsnal Intel (1999)

Tanda kepangkatan

Inspektur Polisi Dua (1987)
Inspektur Polisi Satu (1990)
Ajun Komisaris Polisi (1993)
Komisaris Polisi (1998)
Ajun Komisaris Besar Polisi (2003)
Komisaris Besar Polisi (2006)
Brigadir Jenderal Polisi (2011)
Inspektur Jenderal Polisi (2015) (*) 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kapolri Copot Kapolda Riau, Papua, dan Sultra

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved