Ini 3 Perempuan Indonesia Masuk Asia's Power Businesswomen dan 11 Perusahaan Terbaik di Asia Pasifik

3 Perempuan Indonesia Masuk Daftar Forbes Asia's Power Businesswomen 11 Perusahaan Indonesia Masuk 200 Perusahaan Terbaik di Asia Pasifik

Editor: AbdiTumanggor
KOMPAS.com/ GITO YUDHA PRATOMO
CEO XL Axiata Dian Siswarini (kanan) 

3 Perempuan Indonesia Masuk Daftar Forbes Asia's Power Businesswomen, Siapa Saja?

////

TRIBUN-MEDAN.COM - Forbes baru saja merilis daftar Forbes Asia's Power Businesswomen.

Di dalam daftar tersebut terdapat 25 perempuan yang memiliki peran signifikan dalam membentuk lanskap bisnis di kawasan Asia dalam beberapa tahun ke depan.

Di dalam daftar tersebut setidaknya terdapat tiga perempuan asal Indonesia, yaitu;

XL Gunakan Sukuk Ijarah Obligasi dan Sukuk Ijarah 2019 Rp 1,26 T Untuk Bangun BSS dan Fiber Optik

Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk Dian Siswarini,

Presiden Avrist Assurace Anna Leonita, 

Teresa Wibowo, pemimpin e-commerce milik Grup Kawan Lama, Ruparupa.com.

Mereka yang masuk di dalam daftar Forbes Asia's Power Businesswomen ini dipilih berdasarkan pencapaian dan rekam jejak kesuksesan mereka.

Selain itu, para perempuan yang berada di dalam daftar merupakan representasi dari keberagaman di lanskap bisnis kawasan Asia dengan memasukkan wirausahawan, investor, hingga pimpinan tingkat tinggi perusahaan, juga mereka yang melakukan trasnformasi di bisnis keluarga.

Terlepas dari latar belakang yang mereka miliki, para perempuan ini melawan stereotip dan meruntuhkan hambatan antarindustri.

Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini merupakan perempuan pertama yang memimpin perusahaan telekomunikasi yang sudah terbuka untuk publik atau sudah melantai di bursa.

Dian berhasil menduduki jabatan saat ini setelah selama 20 tahun terus berusaha untuk meningkatkan jenjang karier di industri yang sangat didominasi oleh laki-laki.

Di awal masa karier, Dian pun harus memanjat tower hingga 50 meter lantaran pekerjaannya sebagai network engineer.

Adapun kerier Anna Leonita terus menanjak ketika dirinya ditugaskan untuk mengurus portofolio investasi di perusahaan asuransi jiwa Avrist Assurance.

Lima tahun kemudian, dia ditunjuk sebagai direktur untuk unit manajemen aset perusahaan asuransi guna membangun tim investasi sendiri.

Di bawah kepemimpinannya, aset yang dikelola Avrist Assurance melonjak 169 persen menjadi Rp 2,2 triliun dan jumlah pelanggan Avrist hampir tiga kali lipat.

Pada 2018, Leonita menjadi satu-satunya wanita di jajaran direksi perusahaan.

Sementara itu, Teresa Wibowo bekerja di sebuah perusahaan keluarga.

Namun, hal itu tidak membuatnya santai-santai saja dan tidak berinovasi.

Pada 2016, Teresa pertama kali membangun Ruparupa untuk mentransformasi bisnis perusahaan yang tadinya fokus melakukan penjualan produk peralatan rumah tangga melalui outlet-outlet Ace Hardware ke ranah digital.

Kesuksesan Teresa dalam membangun bisnis ini menjadi penting unuk kesuksesan bisnis Kawan Lama yang kian menghadapi tekanan dari rival digital mereka seperti Tokopedia dan JD.com.

11 Perusahaan Indonesia Masuk 200 Perusahaan Terbaik di Asia Pasifik Versi Forbes

Sementara itu, sejumlah perusahan asal Indonesia masuk dalam daftar "200 Perusahaan Berkinerja Terbaik di Asia Pasifik 2019" versi Forbes.

Perusahaan- perusahaan ini bersaing dengan perusahaan negara lain yang dikenal punya punya rapor baik.

Sebut saja asal China, Jepang, dan Korea Selatan.

Best Over A Billion adalah daftar perdana dari perusahaan-perusahaan yang berkinerja terbaik di kawasan Asia-Pasifik dengan pendapatan 1 miliar dollar AS atau lebih (Rp 14 triliun).

Laporan ini akan melengkapi daftar perusahaan mapan, "Best Under A Billion of the 200 best-performing", yakni perusahaan kecil dan menengah di kawasan Asia-Pasifik dengan pendapatan kurang dari 1 miliar dollar AS.

"Kedua daftar ini sekarang secara komprehensif mencakup semua perusahaan yang terdaftar di Asia Pasifik, memilih 400 terbaik dari yang terkecil hingga yang terbesar, menggunakan dana 1 miliar dollar AS dalam penjualan sebagai garis pemisah," bunyi penjelasan Forbes dikutip Kompas.com, Minggu (7/9/2019).

Supaya kesinambungan, kriteria yang dikembangkan untuk daftar ini mirip dengan yang digunakan untuk yang penilaian lain. Bahkan, beberapa perusahaan terkemuka di Best Over A Billion telah meningkatkan pendapatan di atas 1 miliar dollar AS dan lulus ke daftar ini. Seperti Alibaba, Jollibee dan, Tencent.

Metrik lain yang disorot untuk menentukan daftar ini adalah hubungan antara perusahaan dan anggota daftar perusahaan di Asia-Pasifik. Banyak yang telah mencatat korelasi positif di Asia antara kinerja perusahaan dan keterlibatan wirausaha.

Jika kekayaan pribadi Anda terkait dengan kekayaan perusahaan, ada motivasi untuk memastikan bahwa perusahaan bekerja dengan baik dalam jangka panjang.

"Hampir sekitar dua pertiga perusahaan dalam daftar ini dikendalikan atau terhubung dengan keluarga atau individu yang telah muncul dalam daftar kaya Forbes Asia," lanjutanya.

Guna menemukan perusahaan berkinerja terbaik 2019 ini, Forbes menggunakan metodologi.

Pencarian dimulai dengan kumpulan 3.200 perusahaan yang terdaftar di wilayah Asia-Pasifik dengan pendapatan 1 miliar dollar AS atau lebih di tahun keuangan terbaru. Perusahaan-perusahaan yang tidak menguntungkan dan mereka yang penjualannya menurun dalam lima tahun terakhir kemudian dieliminasi. 

Kemudian perusahaan-perusahaan yang memiliki hutang jangka panjang sama dengan atau lebih besar dari setengah modal mereka, dan mereka yang memiliki masalah tata kelola atau hukum yang mencolok.

"Termasuk rata-rata penjualan lima tahun, pertumbuhan pendapatan operasional, pengembalian modal, dan proyeksi pertumbuhan selama satu atau dua tahun ke depan. Mereka yang memiliki skor komposit tertinggi mendapat tempat di daftar akhir 200," tambahnya.

Adapun publikasi laporan ini ialah menemukan yang terbaik di kawasan Asia-Pasific dengan kinerja baik bukan hanya pada satu metrik, tetapi di banyak. 

Hasil sementara perusahaan-perusahaan dari Cina, Jepang, dan Korea Selatan terbukti mendominasi daftar karena jumlah kandidat yang lebih besar.

Banyak yang datang dari pasar yang lebih kecil seperti Indonesia, Malaysia dan Vietnam. 

"Hasil akhirnya adalah daftar yang mewakili perusahaan besar terbaik Asia-Pasifik," tutup keterangan Forbes.

Adapun 11 perusahan Indonesia yang masuk dalam Daftar 200 Perusahaan Berkinerja Terbaik di Asia Pasifik 2019 ialah;

Adaro Energy, Bank Central Asia ( BCA), Bayan Resources, Chandra Asri Petrochemical, Gudang Garam.

Kemudian ada Indah Kiat Pulp & Paper, Indofood Sukses Makmur, Japfa, Kalbe Farma, Mayora Indah, dan Sumber Alfaria Trijaya.

Tautan Artikel Perempuan Indonesia Masuk Daftar Forbes Asia's Power Businesswomen, Siapa Saja Kompas.com dan 11 Perusahaan Indonesia Masuk 200 Perusahaan Terbaik di Asia Pasifik Versi Forbes

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved