Breaking News

TRAGIS Kabut Asap Diduga Renggut Nyawa Bayi 4 Bulan, Alami Sesak Napas sampai 7 Jam

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan itu juga telah merenggut nyawa seorang bayi berusia 4 bulan di Palembang, Sumate

Editor: Juang Naibaho
Tribunsumsel.com
Bayi usia 4 bulan bernama Elsa di Palembang, Sumatera Selatan, meninggal karena ISPA 

TRAGIS Kabut Asap Diduga Renggut Nyawa Bayi 4 Bulan, Sempat 7 Jam Alami Sesak Napas

TRIBUN MEDAN.com - Kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah di Indonesia, terus terjadi. Ribuan warga mengalami gangguan infeksi saluran pernapasan (ISPA) akibat kabut asap ini.

Diduga kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan itu juga telah merenggut nyawa seorang bayi berusia 4 bulan di Palembang, Sumatera Selatan.

Bayi bernama Elsa Pitaloka meninggal setelah mengalami sesak napas selama 7 jam di rumah sakit.

Rumah pasangan Ngadirun (34) dan Ita Septiana (27) di Dusun III Desa Talang Bulu, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpapar asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Rumah pasangan Ngadirun-Ita Septiana terpapar asap Karhutla sejak tiga hari lalu.

Baca: Toni Nababan Tewas Tertabrak Kereta Api saat Berjalan Melewati Rel KM 8 Helvetia

Baca: Ternyata Ini yang Bikin 4 Anggota KKB Papua Menyerahkan Diri ke TNI-Polri, Simak Pengakuan Mereka

Baca: Nikita Mirzani Unggah Foto Anaknya Tidur Pakai Guling 10 Gepok Uang Rp 100 Ribu, Sindir Dipo Latief?

Kabut asap diduga membuat kondisi Elsa Pitaloka, bayi mereka yang berusia 4 bulan, sakit-sakitan.

Elsa mengalami pilek, batuk, dan perut kembung.

Minggu (15/9/2019) pagi, Elsa terpaksa dilarikan oleh ibunya ke rumah bidan setempat karena kondisi kesehatannya terus menurun dan mengalami sesak napas.

Ngadirun yang baru pulang langsung menyusul istri dan anaknya.

Elsa pun kemudian dibawa ke puskesmas dan oleh petugas puskesmas, Elsa disarankan dibawa ke rumah sakit.

Elsa dan ibunya dibonceng oleh Ngadirun mengguna sepeda motor menuju Rumah Sakit Ar Rasyid Palembang.

Sampai di rumah sakit, Elsa langsung diinfus.

Namun, setelah tujuh jam dirawat kondisi Elsa kian memburuk.

Baca: Mama Muda Meninggal Dunia setelah Berupaya Keluarkan Bayi 2 Tahun dari Mobil, Ini Kronologinya

Baca: Viral Kisah Pria Minta Izin ke Ayah Kekasihnya untuk Kencan, Balasan yang Diterimanya Bikin Kaget

Elsa dinyatakan meninggal sebelum sempat dirujuk ke Rumah Sakit Muhammad Hoesin.

"Dokter bilang ada gangguan pernafasan, karena terkena ISPA. Saya sudah ikhlas menerimanya," jelas Ngadirun.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin dr Mgs Hakim menjelaskan bahwa Elsa meninggal karena mengalami pneumonia atau penyakit infeksi yang menyerang paru sehingga menjadi sesak napas.

Infeksi tersebut menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak.

"Dari hasil kunjungan tim kesehatan Banyuasin ke RS Ar- Rasyid memang benar ada pasien bayi umur 4 bulan didiagnosa pneumonia, dan meninggal," kata Hakim.

Sementara itu di Pekanbaru, satu keluarga korban kabut asap memilih mengungsi di Kantor DPW Partai Keadilan Sejahtera, Provinsi Riau.

Pasangan Nurlela (30) dan Aris (30) bersama tiga orang anaknya selama beberapa hari terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Baca: Pasangan Kekasih Remaja Togo Simanjuntak dan Paulina Saragih Tewas saat Ingin Berkemah ke Danau Toba

Baca: Suroto Teriak Rampok saat Abdul Rahman Curi Tas Miliknya, Eh Ternyata Pelaku Masih Kerabat Dekat

Saat diwawancarai Kompas.com, Minggu (15/9/2019) malam di posko pengungsian, Nurlela mengaku memilih bertahan karena asap di rumahnya masih pekat.

Selain itu bayinya yang masih berusia 7 bulan dan dua anaknya juga batuk-batuk terpapar kabut asap.

"Anak saya yang kecil ini usianya baru tujuh bulan, namanya Afifah. Dia tiga hari batuk-batuk. Kemudian dua kakaknya juga batuk. Suami juga batuk. Tapi, alhamdulillah setelah dibawa ke posko ini sudah mulai membaik. Kan dapat perawatan juga kita di sini," tutur Nurlela.

Berdasarkan data yang diterima Kompas.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Kamis (12/9/2019) lalu, Indeks Standard Pencemar Udara (ISPU) di level berbahaya terdapat di delapan wilayah.

Wilayah tersebut adalah Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, dengan angka diatas 500. Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, dengan angka 473.

Duri Field, Kabupaten Bengkalis, dengan angka 481. Duri Camap, Bengkalis, dengan angka diatas 500.

Kota Dumai, dengan angka 404. Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, dengan angka diatas 500. Kecamatan Libo, Rokan Hilir, diatas 500 dan Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, dengan angka 345.

Kabut asap pekat dan udara tidak sehat menyebabkan warga takut keluar rumah.

Baca: Nama Kanit Reskrim Polsek Tebingtinggi Asal Papua Ini Terinspirasi dari Nama Presiden ke-3 Indonesia

Baca: Bebby Fey Mengaku Dilecehkan YouTuber Ternama, Imbasnya Dagangan Sang Ibu Jadi Sepi Pembeli

Penerbangan Terganggu

Kabut asap akibat Karhutla yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan juga berdampak pada penerbangan sipil.

Maskapai-maskapai yang tergabung dalam Lion Air Group mengumumkan bahwa ratusan penerbangannya terganggu oleh bencana kabut asap di beberapa daerah.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengungkapan, dari ratusan penerbangannya itu, 81 di antaranya harus dibatalkan.

"Keputusan tersebut disebabkan akibat cuaca buruk berupa fog/smoke (kabut asap) yang terjadi di beberapa daerah," kata Danang dalam siaran pers, Jakarta, Minggu (15/9/2019) malam.

"Kondisi ini mengakibatkan jarak pandang pendek (visibility below minimum) dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan untuk proses lepas landas dan mendarat," sambungnya.

Ia mengatakan, Lion Air Group sudah menginformasikan kepada seluruh penumpang atas kejadian akibat dampak kabut asap tersebut.

Lion Air Group ucapnya, sudah memfasilitasi penumpang yang akan melakukan proses pengembalian dana (refund), perubahan jadwal keberangkatan (reschedule).

Selain dibatalkan, 64 penerbangan juga mengalami keterlambatan atau delay. Keterlambatan mulai kurang dari satu jam hingga delay hingga waktu yang belum bisa dipastikan.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul BREAKING NEWS : Bayi di Palembang Meninggal Diduga Akibat Kabut Asap, Ini Kronologinya dan artikel Kompas.com dengan judul "81 Penerbangan Lion Air Group Dibatalkan akibat Kabut Asap, Ini Daftarnya

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved