News Video

Aksi Menteri Susi Pujiastuti Naik Mobil Hias pada Karnaval Danau Toba di Balige

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti membuka secara resmi Karnaval Danau Toba di Balige, Kabupaten Toba Samosir

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Hendrik Naipospos

Aksi Menteri Susi Pujiastuti Naik Mobil Hias pada Karnaval Danau Toba di Balige

TRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti membuka secara resmi Karnaval Danau Toba di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sabtu (14/9/2019) pukul 16.00 WIB.

Susi Pujiastuti hadir mengenakan pakaian kebaya berwarna merah jambu, berselendang mirip ulos dan memakai bawahan kain ulos.

Pantauan wartawan www.tribun-medan.com, ia melepas rombongan karnaval tidak jauh dari Pasar Tradisional Balige.

Susi Pujiastuti bersama Bupati Tobasa Darwin Siagian melepas iringan karnaval dengan menabuh gendang Batak.

Selanjutnya Susi Pujiastuti naik ke mobil hias yang kental dengan corak gorga Batak Toba dan nuansa etnik lainnya.

Pada barisan paling depan, Susi Pujiastuti digring ke panggung utama.

Tonton videonya;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Cerita Menteri Susi Pudjiastuti Bawa Pulang Tuak 2 Jerigen Setiap Datang ke Danau Toba

Wisatawan Kecewa Tak Bisa Nikmati Keindahan Danau Toba karena Tertutup Kabut Asap

Menteri Susi Cerita tentang Tuak

Pada saat memberi kata sambutan, Menteri Susi mengaku senang diundang ke Danau Toba.

Setelah menjadi Menteri, disebutnya, ini kali pertama dirinya datang ke Danau Toba.

Namun, sebelum menjadi menteri katanya dia dua kali seminggu wajib ke Danau Toba melalui Bandara Sibisa.

Dulunya dia kerap mengunjungi Danau Toba dan bercengkarama dengan masyarakatnya.

Meteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pujin Astuti menyempatkan diri manortor bersama peserta Karnaval Danau Toba di Balige, Tobasa,  Sabtu,  (14/9/2019)
Meteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pujin Astuti menyempatkan diri manortor bersama peserta Karnaval Danau Toba di Balige, Tobasa, Sabtu, (14/9/2019) (TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA)

Susi Pudjiastuti mengaku sering membawa nenas, sayur-sayuran bahkan tuak dari Danau Toba.

"Sebelum saya menjadi menteri sebetulnya saya sering ke (bandara) Sibisa (Tobasa).

Setiap dua minggu sekali.

Kalau di Medan bosan (karena ) saya kurang suka dengan suasana kota besar, saya ke Sibisa.

Biasanya saya pulang bawa tuak dua jerigen, cabai rawit, bawa nanas 50 Kg, bawa singkong, bawa jagung, beli dari masyarakat setempat hingga akhirnya saya sudah seperti bagian masyrakat di sini," ungkap Susi Pudjiastuti.

Kaum ibu menjunjung
Kaum ibu menjunjung "manghunti" tandok pada Karnaval Karnaval Pesona Danau Toba untuk ketiga kalinya di Balige, Sabtu (27/10/2018) lalu (TRIBUN MEDAN / ARJUNA BAKKARA)

Ketika berada di Danau Toba, Susi Pudjiastuti selalu menyempatkan bercengkrama dan meminum kopi dengan warga dan membeli hasil panen milik para pertaniannya.

Susi Pudjiastuti juga bercerita bisnis penerbangan Susi juga punya sejarah di Danau Toba.

Maskapai penerbanganya lah yang kali pertama mendarat di Bandara Silangit, Tapanuli Utara.

Katanya, kebetulan landing pertama waktu itu adalah pesawat Susi Air dan diupacarakan tabur beras kepala oleh bupati waktu itu.

“Saya tidak terlalu ingat tahun berapa tapi waktu Silangit masih sepi hanya Susi Air yang datang ke situ," tambah Susi Pudjiastuti lagi.

Kepada masyarakat Susi Pudjiastuti berpesan agar terus menjaga Danau Toba dan tidak mengotori air Danau Toba dengan sampah.

Danau Toba menurut Susi Pudjiastuti merupakan sebuah objek studi yang luar biasa.

"Di bawah Danau Toba ada super vocano yang paling besar yang tentunya kalau ini dijadikan sebuah studi bagi para ilmuan akan menjadi tujuan wisataa studi," ungkap Susi.

Selain bernostalgia, Susi Pudjiastuti juga mengajak warga menjaga kelestarian Danau Toba.

Dia menyinggung Perpres 83 tentang sampah plastik yang harus diselesaikan.

“Sebab sudah menjadi masalah nasional, dimana untuk dunia kita urutan kedua terkait sampah plastik.

Indonesia memerangi sampah plastik, agar tidak dibuang sembarangan ke laut.

Perlu kita ketahui sampah plastik sangat sulit dimusnahkan, bahkan sampai puluhan tahun didalam laut masih tetap utuh,” pesannya lagi.

Untuk Kawasan Danau Toba, meski buka lautan dia tetap menekankan agar warga meminimalisir pembuangan sampah plastik.

Untuk menggaet turis, kata Susi Pudjiastuti tentunya warga tidak membuang sampah plastik.

Kepada Bupati di seluruh Kawasan Danau Toba khususnya Tobasa juga dianjurkannya agar membuat Perda tentang plastik.

Penggunaan plastik dimintanya agar tidak sekali pakai.

Sedangkan untuk Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Toba juga dianggapnya telah berlebihan.

Disebutkan Susi Pudjiastuti, air Danau Toba bisa terpapar zat kimia yang berbahaya dengan marakanya KJA saat ini.

Karenanya, dia meminta KJA jangan lagi bertambah.

(Jun-tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved