KABAR TERBARU Gelombang Panas Landa Prancis 1.500 Orang Meninggal, Menkes Ungkap Rinciannya

KABAR TERBARU Gelombang Panas Landa Prancis 1.500 Orang Meninggal, Menkes Ungkap Rinciannya

Editor: Salomo Tarigan
AFP via BBC
KABAR TERBARU Gelombang Panas Landa Prancis 1.500 Orang Meninggal, Menkes Ungkap Rinciannya. Sekelompok pemuda bermain voli di sebuah kolam air mancur di Paris, Perancis. 

TRIBUN-MEDAN.COM - KABAR TERBARU Gelombang Panas Landa Prancis 1.500 Orang Meninggal, Menkes Ungkap Rinciannya.

//

Menteri Kesehatan Perancis menyatakan, hampir 1,500 orang meninggal akibat terkena dua gelombang panas yang melanda negara itu pada musim panas tahun ini.

Berbicara kepada radio France Inter, Agnes Buzyn mengungkapkan jumlah itu menurun jauh jika dibandingkan fenomena alam yang terjadi pada 2003 silam.

Baca: Menteri Susi Akhirnya Tanggapi Tantangan Perang Gubernur Maluku, Jelaskan Moratorium Kapal eks-asing

Baca: SETELAH Realme Pro, Realme Q Bakal Diluncurkan, Spesifikasi & Harga Ponsel 4 Kamera Belakang

Baca: NISSAN TERBARU - Selain Leaf, Bocoran Mobil Baru Nissan Note e-Power Siap Meluncur, Harga Turun?

Sebagaimana diwartakan Sky News Senin (9/9/2019), gelombang panas yang terjadi pada 2003 silam dilaporkan sudah menewaskan sekitar 15.000 orang.

Dalam wawancaranya, Buzyn mengatakan serangan panas pada 2003 berlangsung selama 20 hari.

Sementara gelombang panas pertengahan 2019 ini terjadi 18 hari.

"Kami berhasil menekan angka kematian setidaknya hingga 10 kali lipat herkat berbagai kebijakan yang bersifat mencegah dampak," terang Buzyn.

Berdasarkan data kementerian kesehatan, total 1.465 meninggal.

Rinciannya 567 meninggal saat gelombang panas Juni, kemudian 868 saat serangan panas Juli lalu.

Merujuk kepada informasi tersebut, rata-rata jumlah kematian yang dilaporkan mengalami peningkatan 9,1 persen selama periode itu, dengan sebagian besar berusia di atas 75 tahun.

Perancis mengalami hari terpanas dalam sejarah Juni lalu, di mana temperatur mencapai 46 derajat Celsius di Verargues, sebuah kota di kawasan selatan.

Gelombang panas kedua kemudian menghantam Negeri "Anggur" Juli lalu, di mana sejumlah kawasan tercatat mengalami suhu yang mencapai 40 derajat Celsius.

tautan asal Kompas.com

Baca: Menteri Susi Akhirnya Tanggapi Tantangan Perang Gubernur Maluku, Jelaskan Moratorium Kapal eks-asing

Baca: NISSAN TERBARU - Selain Leaf, Bocoran Mobil Baru Nissan Note e-Power Siap Meluncur, Harga Turun?

Baca: Dul Jaelani Kembali Meminta Maaf kepada Korban Kecelakaan yang Disebabkan Olehnya 6 Tahun yang Lalu

KABAR TERBARU Gelombang Panas Landa Prancis 1.500 Orang Meninggal, Menkes Ungkap Rinciannya

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved