Michelle Bachelet Komisioner HAM PBB Angkat Bicara soal Kerusuhan Papua, Kapolri Ungkap Fakta Ini
"Benny Wenda main, mereka mau kejar tanggal 9 itu ada rapat Komisi HAM PBB. Kemudian, tanggal 29 ada Sidang Umum PBB," ujar Tito.
#Michelle Bachelet Komisioner HAM PBB Angkat Bicara soal Kerusuhan Papua, Kapolri Ungkap Fakta Ini
TRIBUN-MEDAN.COM - Akhirnya Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (UN OHCHR), Michelle Bachelet, angkat bicara soal kerusuhan di Papua.
Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/9/2019), Michelle Bachelet menyatakan prihatin atas meningkatnya kekerasan di Papua dan Papua Barat dalam dua minggu terakhir, yang menyebabkan kematian beberapa demonstran dan personel keamanan.
Michelle Bachelet mengatakan bahwa peningkatan kekerasan itu adalah "bagian dari tren yang telah kami amati sejak Desember 2018 dan kami telah mendiskusikan keprihatinan kami dengan pihak berwenang di Indonesia".
"Seharusnya tidak ada tempat untuk kekerasan semacam itu di Indonesia yang demokratis dan beragam ... saya mendorong pihak berwenang untuk terlibat dalam dialog dengan rakyat Papua dan Papua Barat mengenai aspirasi dan keprihatinan mereka," ujar Michelle Bachelet seperti dikutip dari bbc indonesia.
Michelle Bachelet mendorong pemerintah Indonesia untuk segera memulihkan layanan internet yang telah berlangsung selama lebih dari dua pekan.
Michelle Bachelet menyatakan, "Saya prihatin tentang adanya laporan yang menyebut kelompok nasionalis juga terlibat secara aktif dalam kekerasan itu."
"Aktivis HAM, mahasiswa dan jurnalis mendapat intimidasi dan ancaman yang semestinya justru harus dilindungi," tulis Michelle Bachelet.
Michelle Bachelet juga mengapresiasi apa sudah diserukan oleh Presiden Joko Widodo dan pejabat Indonesia lainnya mengenai rasisme dan diskriminasi, masalah yang sudah lama terjadi di Papua, dan seruan adanya dialog dan ketenangan.
"Saya mencatat bahwa beberapa penahanan sudah dilakukan dan beberapa anggota militer sudah dibebastugaskan untuk sementara," kata Michelle Bachelet.
Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, polisi sudah mengetahui siapa saja pelaku di balik penyebaran hoaks dan kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat, pada pertengahan hingga akhir Agustus 2019.
Selain itu, Tito juga mengatakan bahwa Polri sudah mengetahui maksud dan tujuan para pembuat kerusuhan tersebut.
Menurut Kapolri, kerusuhan tersebut sengaja diciptakan menjelang Rapat Komisi Hak Asasi Manusia ( HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCHR).
Selain itu, kerusuhan sengaja dibuat menjelang Sidang Umum PBB.
"Benny Wenda main, mereka mau kejar tanggal 9 itu ada rapat Komisi HAM PBB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kepala-ham-pbb.jpg)