Hari Ini Tiga Tersangka Jalani Rekonstruksi Kasus Istri Muda Bunuh Suami dan Anak Tiri

Penyidik Polda Metro Jaya hari ini, Kamis (5/9/2019), menjadwalkan rekonstruksi kasus istri muda membunuh suami dan anak tirinya,

Editor: Juang Naibaho
Istimewa
Giovanny Kelvin anak Aulia Kesuma, dua dari 4 tersangka kasus pembunuhan dan pembakaran jenazah bapak dan anak. 

Hari Ini 3 Tersangka Jalani Rekonstruksi Kasus Istri Muda Bunuh Suami dan Anak Tiri

TRIBUN MEDAN.com - Penyidik Polda Metro Jaya hari ini, Kamis (5/9/2019), menjadwalkan rekonstruksi kasus istri muda membunuh suami dan anak tirinya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan M Adi Pradana alias Dana (23).

Rekonstruksi akan dilakukan di dua tempat yakni di Apartemen Kalibata dan di rumah korban yang menjadi lokasi pembunuhan di Jalan Lebak Bulus 1, Kav 129, Blok U Nomor 15, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (5/9/2019).

Dalam kasus ini polisi telah menetapkan 4 tersangka pelaku pembunuhan. Yakni Aulia Kesuma (45) istri muda Pupung, dan anaknya yakni KV alias Kelvin (24) serta dua eksekutor yang membantu melakukan pembunuhan yakni AG dan SG.

“Ya, siang ini kita lakukan rekonstruksi kasus pembunuhan ini. Mulai dari perencanaan pembunuhan di Apartemen Kalibata dan di lokasi pembunuhan di Lebak Bulus," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Kamis (5/9/2019).

Rekonstruksi dilakukan untuk lebih memastikan kronologi peristiwa pembunuhan dan peran para tersangka dalam kasus ini.

Karenanya, kata Argo, tiga dari empat tersangka yang ditahan polisi akan turut dihadirkan dalam rekonstruksi ini.

"Dihadirkan tersangkanya," kata Argo.

Sementara satu tersangka lainnya yakni Kelvin masih menjalani perawatan di RS Polri, Kramat Jati, akibat luka bakar yang dialami saat membakar mobil berisi dua jenazah korban di Sukabumi.

Sebelumnya Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa jenazah Pupung dan Dana sempat diinapkan di garasi rumah di Lebak Bulus dengan digeletakkan di samping mobil yang terparkir.

Baca: Ahok Berkunjung ke Dolok Sanggul, Warga Antusias Lihat Sosoknya hingga Pipinya Diobok-obok Warga

Baca: Hotman Paris: Saya Pahlawan di Kasus Nikita Mirzani vs Elza Syarief

Sementara itu, Kepolisian menyebut rencana pembunuhan itu sudah bergulir sejak Juli 2019. Adapun Pupung Sadili dan Dana dibunuh pada 23 Agustus lalu.

Terungkap, bahwa Aulia Kesuma ternyata cukup gigih berupaya membunuh suami dan anak tirinya.

Awalnya, Aulia Kesuma berencana membunuh Pupung dan Dana dengan cara santet. Ia meminta bantuan pada suami mantan asisten rumah tangganya berinisial RD untuk mencarikan dukun. Aulia bahkan memberikan uang bayaran senilai Rp 40 juta kepada RD.

"Tersangka AK mencari dukun untuk menyantet korban (Edi dan Dana) biar meninggal. Dia mengeluarkan uang Rp 40 juta untuk biaya ke dukun untuk santet suaminya," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

Namun, upaya itu gagal. Pupung dan anak tirinya tidak terpengaruh apa pun dari upaya santet tersebut.

Karena upaya santetnya gagal, Aulia Kesuma kembali meminta bantuan RD untuk dicarikan senjata api.

Namun, Aulia Kesuma hanya mampu membayar Rp 35 juta dari harga senjata api Rp 50 juta. "Rencana kedua itu pun batal karena harga senjata apinya terlalu mahal," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto, seperti dikutip dari Kompas.com.

Terakhir, Aulia Kesuma memutuskan untuk membunuh suami dan anak tirinya dengan cara diracun dan dibakar.

Ia pun meminta pada RD untuk dicarikan pembunuh bayaran. Ia menjanjikan uang Rp 500 juta jika berhasil membunuh suami dan anak tirinya.

RD kemudian membawa para eksekutor, yakni AG, SG, dan AL. Eksekutor AG dan SG kini mendekam di sel tahanan Mapolda Metro Jaya.

Keempat eksekutor itu, termausk RD, kemudian bertolak dari apartemen di wilayah Pejanten, Jakarta, menuju rumah Aulia Kesuma di Lebak Bulus.

Akan tetapi, saat menuju rumah Aulia Kesuma, eksekutor AL disebutkan kesurupan. AL mengalami kejang-kejang seperti sakit ayan. RD kemudian mengantarkan AL kembali ke apartemen. Sehingga hanya dua eksekutor yakni AG dan SG yang bertolak ke rumah Aulia Kesuma.

Di kediaman Aulia, kedua eksekutor itu bersembunyi di dalam garasi sembari menunggu perintah Aulia Kesuma.

Adapun Aulia Kesuma kemudian menyiapkan obat tidur dosis tinggi agar Pupung Sadili tertidur lelap. Aulia Kesuma kemudian mengajak suaminya untuk berhubungan badan.

"Sebelum melakukan hubungan suami istri itu, Edi Chandra sudah meminum jus tersebut, minumnya di ruang tamu sebelum masuk ke kamar," kata Nasriadi.

Setelah melakukan hubungan suami istri, Pupung kemudian melakukan yoga seperti kebiasaannya sebelum tidur. Namun, karena efek dari obat tidur, korban tertidur di lantai dengan posisi terlentang.

"AK (Aulia Kesuma) memastikan korban apakah tidur pulas apa belum. Setelah diyakini pulas, sekitar pukul 21.30, AK memanggil si SG sama AG (eksekutor) untuk masuk ke ruangan tersebut. Nah, di situlah dilakukan eksekusi terhadap Edi Chandra (Pupung) dengan cara dibekap dengan handuk yang sudah dibaluri dengan alkohol, tangan dipegang dan sebagainya sampai diyakini korban meninggal dunia," kata Nasriadi.

Setelah itu, para eksekutor bergegas kembali bersembunyi menunggu kedatangan korban kedua yakni Dana yang sedang berada di luar rumah.

Ketika Dana pulang, pemuda 23 tahun itu langsung menuju kulkas mengambil jus yang telah ditaburi dengan obat tidur. Kemudian Dana dibunuh pada pukul 24.00 WIB oleh para eksekutor dibantu Aulia Kesuma dan Kelvin.

Pembunuh Bayaran Aulia Kesuma Kejang-kejang saat hendak Bunuh Pupung dan Anak, Terungkap Fakta Ini. Tersangka AK (45) mengenakan pakaian warna orange digiring sejumlah anggota polisi di Polres Sukabumi di Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (28/8/2019). ((KOMPAS.com/BUDIYANTO))
Pembunuh Bayaran Aulia Kesuma Kejang-kejang saat hendak Bunuh Pupung dan Anak, Terungkap Fakta Ini. Tersangka AK (45) mengenakan pakaian warna orange digiring sejumlah anggota polisi di Polres Sukabumi di Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (28/8/2019). ((KOMPAS.com/BUDIYANTO)) ((KOMPAS.com/BUDIYANTO))

Aulia Kesuma Merasa Lega
Seusai membunuh suami dan anak tirinya, Aulia Kesuma mengaku merasa lega. Perasaan lega muncul karena rumah suaminya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, akan disita oleh bank guna melunasi utangnya senilai Rp 10 miliar.

Adapun total utang Aulia Kesuma mencapai Rp 10 miliar. Setiap bulan, ia harus membayar cicilan sebesar Rp 200 juta.

"Maksudnya lega itu, iya saya sempat mengucapkan alhamdulillah dalam hati. Akhirnya, saya lepas dari utang yang benar-benar menghimpit saya, yakni Rp 200 juta per bulan," kata Aulia Kesuma dalam wawancara kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (3/9/2019).

Ucapan Aulia Kesuma membuat penyidik yang mendengar pengakuannya, geleng-geleng kepala.

Aulia mengaku sempat merasa stres dan berencana bunuh diri karena harus membayar cicilan tersebut. Ia memberanikan diri untuk meminta Pupung Sadili menjual rumahnya di kawasan Lebak Bulus.

Nantinya, uang hasil penjualan rumah itu akan digunakan untuk membayar utang. Kendati demikian, permintaan Aulia itu ditolak oleh Pupung Sadili.

Atas penolakan tersebut, Aulia Kesuma merasa sakit hati dan mulai merencanakan pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya.

Ia berharap, rumahnya dapat disita oleh bank setelah menghabisi nyawa Edi dan anak tirinya, Dana. "Saya pikirannya waktu itu simpel (sederhana) saja. Dengan Pak Edi enggak ada (meninggal), Dana enggak ada, rumah itu bisa disita bank dan sisanya (uang) juga enggak banyak," ucapnya.

"Setelah itu, saya bisa hidup damai dengan Rena (anak Edi dan Aulia)," imbuh Aulia.

Tersangka pembunuh bayaran, Kuswanto Agus dan Muhammad Nur Sahid, tiba di Mapolda Metro Jaya, Selasa (27/8/2019) malam.
Tersangka pembunuh bayaran, Kuswanto Agus dan Muhammad Nur Sahid, tiba di Mapolda Metro Jaya, Selasa (27/8/2019) malam. (WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU)

Pembunuh Bayaran Sempat Tak Tega
Pembunuh bayaran yang disewa Aulia Kesuma gagal saat berupaya membakar jasad Pupung Sadili dan Dana. Merasa tak tega, pembunuh bayaran itu memadamkan obat nyamuk yang digunakan untuk membakar jasad Pupung dan Dana. Pemadaman dilakukan dengan diludahi.

Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto menjelaskan, Aulia Kesuma dan tersangka lainnya berencana membakar rumah untuk membuat orang-orang mengira Pupung dan Dana tewas karena kebakaran.

Mereka pun menyiapkan barang untuk membakar kediaman Pupung di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Yakni tiga obat nyamuk spiral dan tiga kain yang telah disiram bensin.

Aulia Kesuma berharap rumah di Lebak Bulus terbakar selang 12 jam setelah dinyalakan pada Sabtu (24/8/2019) pukul 07.00 WIB.

"Perencanaan berikutnya adalah membakar rumah seolah-olah meninggal karena terbakar. Dibuatlah tiga komponen pembakar dengan obat nyamuk spiral dan diletakkan kain yang sudah disiram bensin di samping obat nyamuk," tutur Suyudi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.(*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Siang Ini Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Ayah dan Anak yang Jasadnya Dibakar di Mobil

Sumber: Warta kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved