BREAKING NEWS Mahasiswa USU Tawuran, Dipicu Suara Geber Sepeda Motor
Aksi tawuran antara dua kelompok mahasiswa terjadi di kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (5/9/2019) sekitar pukul 12.30 WIB.
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Cuma Karena Geber Sepeda Motor, Dua Kelompok Mahasiswa di USU Berseteru
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aksi tawuran antara dua kelompok mahasiswa terjadi di kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (5/9/2019) sekitar pukul 12.30 WIB.
Informasi yang dihimpun, aksi tawuran bermula dari mahasiswa baru Teknik Mesin yang kesenangan, karena mendapat baju jurusan.
Mereka kemudian melakukan aksi konvoi keliling kampus untuk merayakan keluarnya baju jurusan tersebut.
Saat berada di depan Teknik Sipil, para mahasiswa baru dari Teknik Mesin ini kemudian menggeber-geber kendaraan hingga menimbulkan ketidaksenangan dari sebagian mahasiswi yang berkumpul di Sipil.
Akibatnya, tawuran antar sesama mahasiswa USU ini tidak terelakkan.
Bahkan para senior mereka yang mengetahui adik seniornya dipukuli, kemudian ikut membantu.
Baca: TERUNGKAP Veronica Koman Putar Haluan Membela Papua Merdeka sejak Pelajari Kasus Pembantaian Ini
Baca: Mobil Presiden Jokowi 2 Kali Mogok di Tengah Jalan Hingga Harus di Panggil Teknisi
"Iya benar aksi tawuran cuma karena enggak senang di geber pakai sepeda motor," kata Sekuriti atas nama Ramon Tarigan, Kamis (5/9/2019).
Ramon menjelaskan saat kejadian anak Teknik Mesin sedang melakukan aksi konvoi karena baru mendapatkan baju jurusan.
Jadi ada kebanggaan dan senang. Apalagi konvoi keliling kampus sudah merupakan tradisi.
"Nah anak Sipil enggak senang habis itu main mereka.
Mungkin ada yang nggak sor anak teknik makanya mereka (anak Teknik) dipukuli. Awalnya lempar-lempar terus mesin mukulin," beber Ramon.
"Informasinya ada 3 mahasiswa yang terluka.
Ini kalau tidak dibubarkan benar-benar bisa lanjut ini terus," urainya.
Dendam Lama
Keterangan salah seorang mahasiswa USU berinisial R, mengatakan, aksi tawuran tersebut merupakan aksi yang kedua.
Pemicu tawuran bermula saat sejumlah mahasiswa stambuk 2018 Teknik Mesin melakukan pengeroyokan terhadap dua mahasiwa Teknik Sipil.
Lantaran tidak terima, mahasiswa Teknik Sipil yang menjadi korban pengeroyokan tersebut langsung melapor kapada para seniornya.
Para senior tersebut langsung mengumpulkan para mahasiswa Teknik Sipil untuk menyerbu mahasiswa Teknik Mesin.
"Berkelanjutan tawurannya ini.
Ada sekitar beberapa minggu yang lalu juga udah bentrok kayak gini," kata R, Kamis (5/9/2019).
"Pemicunya karena mahasiswa Sipil dikeroyok sama mahasiswa Teknik Mesin," jelasnya.
Sampai saat ini, para mahasiswa baik dari mahasiswa Teknik Sipil maupun Teknik Mesin masih berkumpul di halaman masing-masing fakultas.
Yang diduga bakal melakukan aksi lanjutan.
Polisi juga masih siaga berjaga-jaga di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Masyarakat maupun mahasiswa yang hendak ingin mengambil gambar dihalangi dan tidak diperbolehkan oleh kedua kelompok mahasiswa yang berseteru tersebut.
Humas USU Elvi Sumanti saat dihubungi via telepon seluler mengaku pihaknya saat ini sedang melakukan mediasi kepada para mahasiswa.
"Saat ini kami sedang melakukan mediasi terhadap kedua kelompok mahasiswa yang berseteru," kata Elvi, Kamis (5/9/2019).
"Mediasi ini dilakukan bersama dengan Pak Rektor, untuk mendengarkan apa sebenarnya yang terjadi antara para mahasiswa tersebut," jelas Elvi.
Fakultas Teknik Diliburkan
Pascabentrokan antar kelompok mahasiswa di Fakultas Teknik (FT) Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan, Kamis (5/9/2019). Pihak rektorat USU meliburkan aktivitas perkuliahan selama 2 hari ke depan.
Kepala Humas USU, Elvi Sumanti mengatakan pihak kampus langsung melakukan mediasi dipimpin sejumlah Wakil Rektor USU bersama pihak dekanat Fakultas Teknik USU dan sejumlah perwakilan mahasiswa yang terlibat bentrok.
"Mediasi telah dilakukan antara mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Sipil yang didampingi oleh Ketua dan Sekretaris Jurusan masing masing," kata Elvi, Kamis (5/9/2019)
"Mediasi dilakukan oleh Wakil Rektor 1 USU dengan dihadiri oleh Wakil Rektor 4 dan 5 serta Dekan dan para Wakil Dekan Teknik, Kapolsek Medan Baru dan perwakilan mahasiswa," sambungnya.
Hasil dari mediasi, lanjut Elvi, kedua kubu mahasiswa yang bentrok menyatakan damai dan tidak akan mengulangi aksi serupa. Termasuk menjaga keamanan dan kenyamanan di dalam Kampus USU.
"Untuk meredam hal ini pihak Fakultas meliburkan seluruh aktivitas di Kampus Fakultas Teknik sejak hari ini sampai Minggu," ujarnya.
Kemudian pada Senin (10/9/2019) para mahasiswa akan beraktifitas kembali seperti biasa," sambungnya lagi.
(mak/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mahasiwa-usu-tawuran-karena-suara-geber-sepeda-motor.jpg)