3 Pembantu Aulia Kesuma Ditangkap di Lereng Gunung, Sembunyi Usai Istri Muda Bunuh Suami - Anak Tiri

Tiga pembantu otak pembunuhan, Aulia Kesuma, berhasil ditangkap Kamis (5/9/2019) dini hari. Ketiganya bersembunyi di lereng gunung

Editor: Juang Naibaho
Istimewa
Aulia Kesuma, Pupung Sadili dan anaknya yang bernama Dana 

Setelah melakukan hubungan suami istri, Pupung kemudian melakukan yoga seperti kebiasaannya sebelum tidur. Namun, karena efek dari obat tidur, korban tertidur di lantai dengan posisi terlentang.

"AK (Aulia Kesuma) memastikan korban apakah tidur pulas apa belum. Setelah diyakini pulas, sekitar pukul 21.30, AK memanggil si SG sama AG (eksekutor) untuk masuk ke ruangan tersebut. Nah, di situlah dilakukan eksekusi terhadap Edi Chandra (Pupung) dengan cara dibekap dengan handuk yang sudah dibaluri dengan alkohol, tangan dipegang dan sebagainya sampai diyakini korban meninggal dunia," kata Nasriadi.

Setelah itu, para eksekutor bergegas kembali bersembunyi menunggu kedatangan korban kedua yakni Dana yang sedang berada di luar rumah.

Ketika Dana pulang, pemuda 23 tahun itu langsung menuju kulkas mengambil jus yang telah ditaburi dengan obat tidur. Kemudian Dana dibunuh pada pukul 24.00 WIB oleh para eksekutor dibantu Aulia Kesuma dan Kelvin.

Aulia Kesuma Merasa Lega
Seusai membunuh suami dan anak tirinya, Aulia Kesuma mengaku merasa lega. Perasaan lega muncul karena rumah suaminya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, akan disita oleh bank guna melunasi utangnya senilai Rp 10 miliar.

Adapun total utang Aulia Kesuma mencapai Rp 10 miliar. Setiap bulan, ia harus membayar cicilan sebesar Rp 200 juta.

"Maksudnya lega itu, iya saya sempat mengucapkan alhamdulillah dalam hati. Akhirnya, saya lepas dari utang yang benar-benar menghimpit saya, yakni Rp 200 juta per bulan," kata Aulia Kesuma dalam wawancara kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (3/9/2019).

Ucapan Aulia Kesuma membuat penyidik yang mendengar pengakuannya, geleng-geleng kepala.

Aulia mengaku sempat merasa stres dan berencana bunuh diri karena harus membayar cicilan tersebut. Ia memberanikan diri untuk meminta Pupung Sadili menjual rumahnya di kawasan Lebak Bulus.

Nantinya, uang hasil penjualan rumah itu akan digunakan untuk membayar utang. Kendati demikian, permintaan Aulia itu ditolak oleh Pupung Sadili.

Atas penolakan tersebut, Aulia Kesuma merasa sakit hati dan mulai merencanakan pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya.

Ia berharap, rumahnya dapat disita oleh bank setelah menghabisi nyawa Edi dan anak tirinya, Dana. "Saya pikirannya waktu itu simpel (sederhana) saja. Dengan Pak Edi enggak ada (meninggal), Dana enggak ada, rumah itu bisa disita bank dan sisanya (uang) juga enggak banyak," ucapnya.

"Setelah itu, saya bisa hidup damai dengan Rena (anak Edi dan Aulia)," imbuh Aulia.

Pembunuh Bayaran Sempat Tak Tega
Pembunuh bayaran yang disewa Aulia Kesuma gagal saat berupaya membakar jasad Pupung Sadili dan Dana. Merasa tak tega, pembunuh bayaran itu memadamkan obat nyamuk yang digunakan untuk membakar jasad Pupung dan Dana. Pemadaman dilakukan dengan diludahi.

Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto menjelaskan, Aulia Kesuma dan tersangka lainnya berencana membakar rumah untuk membuat orang-orang mengira Pupung dan Dana tewas karena kebakaran.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved