Pasukan Elite TNI PPRC Kostrad Unjuk Kekuatan di Langit Papua, Warga Antusias, Ini Foto-fotonya

Panglima TNI menyampaikan bahwa latihan PPRC TNI 2019 dimaksudkan untuk Kesiapsiagaan Pasukan PPRC di wilayah Indonesia Timur.

Editor: Tariden Turnip
puspen tni
Pasukan Elite TNI PPRC Kostrad Unjuk Kekuatan di Langit Papua, Warga Antusias, Ini Foto-fotonya . Pasukan elite TNI PPRC Kostrad lakukan penerjunan di langit Papua, Rabu (4/9/2019) 

#Pasukan Elite TNI PPRC Kostrad Unjuk Kekuatan di Langit Papua, Warga Antusias, Ini Foto-fotonya 

TRIBUN-MEDAN.COM - Hanya beberapa jam setelah Jayapura rusuh Kamis (29/8/2019), TNI mengirimkan pasukan elite TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 501/Bajra Yudha atau yang lebih dikenal dengan Pasukan Langit, Jumat (30/8/2019) dini hari.

Dalam waktu setengah jam setelah apel, pasukan Pasukan Langit sudah harus berada dalam truk yang membawa ke bandara pemberangkatan.

Video keberangkatan pemberangkatan Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha pun viral di media sosial.

Bertempat di Hanggar Helly Baseops, Lanud Silas Papare Jayapura, Papua, Selasa sore (3/9/2019) waktu setempat, Asops Panglima TNI Mayjen Ganip Warsito memberikan pengarahan kepada ratusan prajurit Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha sebelum melaksanakan latihan penerjunan di Jayapura dan Wamena, Rabu (4/9/2019).

Dalam pengarahannya, Mayjen Ganip Warsito menekankan Prajurit TNI Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha yang akan membantu Kodam untuk pengamanan di Jayapura, dituntut profesional dan tidak mudah terpancing dengan segala provokasi.

“Prajurit TNI harus disiplin, sabar dan dapat mengendalikan diri,” ucapnya seperti dilansir puspen tni.

Di hadapan ratusan prajurit, Mayjen TNI Ganip Warsito menyampaikan bahwa Pimpinan TNI sangat bangga kepada seluruh prajurit TNI, karena dalam waktu singkat dapat dengan cepat digerakkan menuju Papua dan melaksanakan tugas pengamanan dengan sangat baik, sehingga dengan cepat dapat mengembalikan situasi di Papua menjadi kondusif kembali.

“Saya sangat bangga kepada Batalyon Infanteri Para Raider 501/Bajra Yudha karena profesionalitasmu, didadak dalam waktu satu setengah jam sudah siap menuju daerah operasi sehingga video kalian viral dimana-mana,” ujar Mayjen Ganip Warsito.

Mayjen Ganip Warsito, sebagai prajurit profesional dan berada di daerah operasi tidak ada yang aman.

Untuk itu, terus tingkatkan kewaspadaan itu kuncinya.

“Laksanakan tugas dengan baik, lancar dan aman serta utamakan faktor keamanan diri,” tegasnya.

Soal penerjunan di Jayapura dan Wamena, Mayjen Ganip Warsito mengatakan,''Untuk itu, tunjukkan kemampuanmu dan yakinkan kepada masyarakat disini bahwa kamu prajurit profesional.” 

“Dengan kedatangan pasukan langit tidak membuat takut masyarakat, namun memberikan rasa aman kepada masyarakat Papua, khususnya Jayapura dan Wamena,” tutupnya.

Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI Tahun 2019 dengan tema “Divisi 2 Kostrad Melaksanakan Operasi Linud di Wilayah Papua Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI” bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan prajurit Divisi 2 Kostrad dalam melaksanakan latihan operasi Linud secara berhasil dan berdaya guna.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang didampingi oleh para pejabat teras Mabes TNI dan Mabes Polri di Lanud Silas Papare Sentani, Jayapura, Papua, Rabu (4/9/2019).

Masyarakat Papua khususnya yang berada di wilayah Jayapura sangat antusias menyaksikan latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI 2019 yang digelar di Papua, khususnya Jayapura dan Wamena yang dilaksanakan secara bersamaan, Rabu (4/9/2019).

Antusiasme warga masyarakat terlihat dengan hadirnya para tokoh adat, tokoh masyarakat, pelajar dan masyarakat umum yang berada disekitar Lanud Silas PapareSentani, Jayapura, Papua.

Tampak ratusan warga memadati Baseops Lanud Silas Papare yang menjadi tempat latihan penerjunan tentara langit yang berasal dari Batalyon Infantri (Yonif) 501 Para Raider Divisi 2 Kostrad yang dipimpin langsung oleh Danyon 501 Bajra Yudha Letkol Inf Risa Wahyu Pudji Setiawan.

Sebagian besar masyarakat sangat kagum setelah menyaksikan satu persatu prajurit TNI meloncat keluar dari pesawat dan membuka parasut yang dipakainya,kemudian mengembangkan sebelum mendarat.

Untuk dapat melakukan penerjunan dengan sempurna, para peterjun dipandu oleh Tim Kendali Depan Operasi Linud (KDOL) dari Paskhas yang dipimpin oleh Dantim KDOL Mayor Paskhas Jhon Siregar.

Salah seorang warga yang turut menyaksikan Latihan PPRC TNI tahun 2019 mengatakan sangat bangga dan kagum akan kehebatan TNI dalam melaksanakan latihan tersebut.

“Bagi kami warga masyarakat sangat bangga dengan adanya latihan PPRC yang dilaksanakan di Jayapura, karena dengan latihan ini TNI telah menunjukkan kepada masyarakat khusunya Jayapura bahwa TNI sangat professional, sehingga dapat memberikan rasa aman dan mengayomi masyarakat pasca terjadinya demontrasi beberapa hari lalu yang berujung anarkis dan rusuh,” ungkapnya.

Menurutnya, TNI sangat dibutuhkan kehadiranya di Jayapura untuk dapat membuat masyarakat merasa aman dan kami berharap dalam waktu dekat setelah kehadiran TNI dan Polri di tanah Papua kondisi keamanan segera pulih seperti semula. “Kami sangat bangga kepada TNI dan Polri, karena itu NKRI harga mati,”katanya.

Tajuddin salah satu tokoh masyarakat yang berasal dari kerukunan keluarga Sulawesi yang telah menetap di Jayapura sejak tahun 1970 mengemukakan bahwa kehadiran TNI sangat-sangat dubutuhkan untuk membuat kondisi masyarakat di Jayapura kembali kondusif.

“Pasca demontrasi yang terjadi beberapa hari lalu, TNI dan Polri telah menunjukan kepada kita semua sebagai warga masyarakat Jayapura bahwa TNI mampu melindungi, mengayomi dan memberikan rasa aman bagi masyarakat Papua baik warga pendatang maupun masyarakat setempat,” ungkapnya.

Menurut Tajuddin, dengan Latihan PPRC TNI dapat meningkatkan kemampuan TNI dalam melaksanakan tugasanya terutama dalam memberikan rasa aman bagi warga masyarakat.

“Dengan adanya latihan ini juga masyarakat semakin bangga kepada TNI karena telah menunjukan latihan terjun payung dengan sangat profesional,” katanya.

Panglima TNI menyampaikan bahwa latihan PPRC TNI 2019 dimaksudkan untuk Kesiapsiagaan Pasukan PPRC di wilayah Indonesia Timur.

“Latihan diadakan di Sentani dan Wamena,” ucapnya.

Di Sentani, unit PPRC yang diterjunkan sejumlah 92 prajurit dari Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 501/Bajra Yudha dalam tiga kali penerjunan dari Pesawat Angkut C-130 Hercules.

Dan di Wamena sebanyak 64 prajurit.

“Latihan dipimpin langsung oleh Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI Achmad Marzuki. Alhamdulillah semua berlangsung dengan lancar, aman dan tujuan dari latihan ini tercapai,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Di sisi lain, Panglima TNI mengungkapkan bahwa kondisi keamanan di Jayapura saat ini sudah aman dan kondusif.

“Tadi malam saya bersama Kapolri telah memantau situasi di Jayapura,” ucapnya.

“Kalau kondisi Jayapura aman dan kondusif, kita segera melakukan rehabilitasi di Jayapura dan seluruh kegiatan masyarakat dan perekenomian sudah lancar,” tutup Panglima TNI.

Kapolri Jendral Tito Karnavian mengungkapkan, pasca-unjuk rasa anarkistis di Papua beberapa hari lalu, negara sempat kehilangan kepercayaan publik.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto kemudian mengambil langkah cepat dengan mengirim 8.000 personel gabungan ke Papua.

Tak hanya itu, kedua pucuk pimpinan Polri dan TNI itu pun memutuskan untuk berkantor di Tanah Papua untuk beberapa hari ke depan.

“Ini sudah hari kedua saya dan Panglima berkantor di Papua,” ungkapnya, Rabu (4/9/2019) di Jayapura. 

Tito menegaskan, dari kunjungannya ke Manokwari, semua kepala daerah di Papua Barat berkomitmen menjaga situasi keamanan yang sudah sangat baik.

“Saya dengan panglima sepakat untuk membantu menyelesaikan permasalahan keamanan yang ada di Papua,” katanya.

Sementara untuk Papua, di mana Jayapura juga sempat terjadi ketegangan akibat unjuk rasa anarkistis, Kapolri mengatakan situasinya kini telah berangsur pulih.

“Jayapura merupakan pusat kegiatan di Papua, beberapa hari lalu sempat terjadi demonstrasi anarkis.

Dari hasil pengamatan kita, situasi di Papua juga sudah kembali normal.

Memang ada beberapa tempat bekas kerusakan tapi secara umum situasi sudah kembali normal,” katanya.

Kehilangan kepercayaan publik Kapolri bercerita, aksi unjuk rasa berujung anarkistis beberapa waktu lalu di beberapa tempat di Papua, sempat membuat kepercayaan publik terhadap efektifitas keamanan berkurang/ Negara terkesan tak hadir saat untuk rasa berujung huru hara.

”Nah, ini yang menjadi tugas kita sekarang, yang harus kita bangkitkan yakni semangat dan kepercayaan publik, bahwa keamanan dijamin oleh negara, itu yang paling penting dulu,” katanya.

Kapolri yang pernah menjabat Kapolda Papua itu menegaskan, masyarakat harus kembali percaya bahwa situasi sudah dijamin keamanannya oleh aparat TNI dan Polri.

“Kemudian masyarakat merasa sudah nyaman. Lalu pemerintah hadir melalui pemda mendekati masyarakat dan kemudian melakukan dialog-dialog yang menyejukkan,” katanya.

Cek kesiapan publik Ia menambahkan, kehadirannya bersama Panglima TNI di Jayapura untuk mengecek langsung penempatan pasukan apakah sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Tugas kami dan panglima datang ke sini adalah untuk mengecek setting-setting pasukan itu, keberadaan pasukan di sini betul-betul efektif atau belum,” paparnya.

Ia menambahkan, apabila melihat pasukan sepeda motor kurang, nanti polri akan turunkan.

“Akan dikirim puluhan sepeda motor trail nanti mereka akan patroli, kemudian double cabin juga disiapkan, truk juga.

Mereka akan banyak yang mutar mutar, bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tapi memberikan rasa aman bagi masyarakat,” katanya.

Ini foto foto penerjunan di Jayapura:

Gambar mungkin berisi: langit, awan, pesawat dan luar ruangan

Gambar mungkin berisi: langit, awan, luar ruangan dan alam

Gambar mungkin berisi: 6 orang, orang berdiri dan luar ruangan

Gambar mungkin berisi: 9 orang, orang berdiri

Penerjunan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI tahun 2019 di Bandar Udara Wamena, Rabu (4/9/2019) dipimpin Lettu Inf Hubertus.

Satu persatu prajurit terjun dari pesawat Hercules milik TNI AU dengan titik pendaratan di Bandar Udara Wamena dapat mendarat dengan sempurna.

Dari berbagai kalangan masyarakat secara antusias menyaksikan para prajurit TNI yang diterjunkan mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama sampai dengan anak-anak Papua.

Mereka terlihat sangat kagum dan bangga menyaksikan Latihan PPRC TNI.

Foto-foto penerjunan di Wamena:

Gambar mungkin berisi: langit, awan, luar ruangan dan alam

Gambar mungkin berisi: langit, alam dan luar ruangan

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang tersenyum, luar ruangan

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri dan luar ruangan

(puspen tni)

#Pasukan Elite TNI PPRC Kostrad Unjuk Kekuatan di Langit Papua, Warga Antusias, Ini Foto-fotonya 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved