Aulia Kesuma Terinspirasi Sinetron Bakar Jasad Suami - Anak Tiri, Rencananya Dorong Mobil ke Jurang

Aulia Kesuma mengatakan, ide bakar jenazah suami dana anak tirinya terinspirasi dari adegan pembunuhan dalam sinetron.

Editor: Juang Naibaho
(KOMPAS.com/BUDIYANTO)
Pembunuh Bayaran Aulia Kesuma Kejang-kejang saat hendak Bunuh Pupung dan Anak, Terungkap Fakta Ini. Tersangka AK (45) mengenakan pakaian warna orange digiring sejumlah anggota polisi di Polres Sukabumi di Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (28/8/2019). ((KOMPAS.com/BUDIYANTO)) 

"Saya tadinya tidak menduga kalau mobil itu akan meledak seperti itu. Sampai Kelvin itu luka bakar," ujar Aulia Kesuma.

Sementara itu, Kepolisian menyebut rencana pembunuhan itu sudah bergulir sejak Juli 2019. Adapun Pupung Sadili dan Dana dibunuh pada 23 Agustus lalu.

Terungkap, bahwa Aulia Kesuma ternyata cukup gigih berupaya membunuh suami dan anak tirinya.

Awalnya, Aulia Kesuma berencana membunuh Pupung dan Dana dengan cara santet. Ia meminta bantuan pada suami mantan asisten rumah tangganya berinisial RD untuk mencarikan dukun. Aulia bahkan memberikan uang bayaran senilai Rp 40 juta kepada RD.

"Tersangka AK mencari dukun untuk menyantet korban (Edi dan Dana) biar meninggal. Dia mengeluarkan uang Rp 40 juta untuk biaya ke dukun untuk santet suaminya," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

Namun, upaya itu gagal. Pupung dan anak tirinya tidak terpengaruh apa pun dari upaya santet tersebut.

Karena upaya santetnya gagal, Aulia Kesuma kembali meminta bantuan RD untuk dicarikan senjata api.

Namun, Aulia Kesuma hanya mampu membayar Rp 35 juta dari harga senjata api Rp 50 juta. "Rencana kedua itu pun batal karena harga senjata apinya terlalu mahal," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto, seperti dikutip dari Kompas.com.

Terakhir, Aulia Kesuma memutuskan untuk membunuh suami dan anak tirinya dengan cara diracun dan dibakar.

Ia pun meminta pada RD untuk dicarikan pembunuh bayaran. Ia menjanjikan uang Rp 500 juta jika berhasil membunuh suami dan anak tirinya.

RD kemudian membawa para eksekutor, yakni AG, SG, dan AL. Eksekutor AG dan SG kini mendekam di sel tahanan Mapolda Metro Jaya.

Keempat eksekutor itu, termausk RD, kemudian bertolak dari apartemen di wilayah Pejanten, Jakarta, menuju rumah Aulia Kesuma di Lebak Bulus.

Akan tetapi, saat menuju rumah Aulia Kesuma, eksekutor AL disebutkan kesurupan. AL mengalami kejang-kejang seperti sakit ayan. RD kemudian mengantarkan AL kembali ke apartemen. Sehingga hanya dua eksekutor yakni AG dan SG yang bertolak ke rumah Aulia Kesuma.

Di kediaman Aulia, kedua eksekutor itu bersembunyi di dalam garasi sembari menunggu perintah Aulia Kesuma.

Adapun Aulia Kesuma kemudian menyiapkan obat tidur dosis tinggi agar Pupung Sadili tertidur lelap. Aulia Kesuma kemudian mengajak suaminya untuk berhubungan badan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved