BUKAN karena Berebut Roti, Polisi Menguak Penyebab Lain Ayah Lempar Pisau pada Anaknya hingga Tewas
BUKAN karena Berebut Roti, Polisi Menguak Penyebab Lain Ayah Lempar Pisau pada Anaknya hingga Tewas
Sedangkan polisi juga meminta keterangan hingga ke Rumah Sakit Kelampangan.
Karena sebelumnya, korban sempat dibawa ke rumah sakit tersebut oleh orangtuanya.
Merasa ada keanehan pada kematian korban, jajaran kepolisian Polres Palangkaraya langsung meminta pihak keluarga untuk membawa korban ke kamar jenazah Rumah Sakit Doris Sylvanus, Palangkaraya, agar bisa dilakukan visum dan autopsi.
Namun, upaya Polisi untuk membawa korban untuk divisum sempat ditolak oleh pihak keluarga.
Polres tetap meminta agar keluarga mau membawa korban divisum dengan alasan hukum.
"Berdasarkan hasil visum, ditemukan ada luka robek pada bagian dada sebelah kiri korban, diduga berasal dari tusukan benda tajam," kata Timbul.
Mardi (45) mengaku bahwa anaknya tertusuk pisau karena terpeleset.
Disebutkan Mardi, saat itu korban diminta ibunya membeli jajan di warung, pada Sabtu (31/8/2019).
Korban menyanggupi dan pergi ke warung.
Korban sempat kembali ke rumah tanpa membeli apapun.
Ia lalu pergi ke warung lagi dan membeli roti dan susu kotak.
Ketika sampai di rumah, korban memberi susu kotak yang dibelinya pada si adik.
Sementara korban memegang rotinya dan membuat adiknya meminta.
Namun korban tak mau dan dikejar oleh adiknya.
Korban lantas terpeleset dan jatuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/eko-saputro-15-siswa-smp-di-palangkaraya.jpg)