Miliarder dan Anak Korban Kesadisan Istri Muda Dikubur 1 Liang, Istri Tua Ucap Selamat Jalan Sayang

Heni, istri pertama Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili, yang juga ibu kandung M Adi Pradana atau Dana (23), terkulai lemas di lokasi pemakaman

Editor: Juang Naibaho
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Istri pertama Pupung dan ibu kandung Dana, di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Jumat (30/8/2019). 

Saat itu, pembunuh bayaran sudah dijemput oleh Aulia Kesuma. Para pembunuh bayaran itu bersembunyi di garasi rumahnya menunggu perintah dari Aulia Kesuma.

Sebelum proses eksekusi, Aulia Kesuma kemudian mengajak suaminya itu masuk ke kamar untuk melakukan hubungan badan.

"Sebelum melakukan hubungan suami istri itu, Edi Chandra sudah meminum jus tersebut, minumnya di ruang tamu sebelum masuk ke kamar," kata Nasriadi.

Kepolisian mengungkapkan, sebelum eksekusi, Aulia Kesuma mengaku mengajak suaminya untuk berhubungan badan.

Setelah melakukan hubungan suami istri, Pupung kemudian melakukan yoga seperti kebiasaannya sebelum tidur. Namun, karena efek dari obat tidur, korban tertidur di lantai dengan posisi terlentang.

"AK (Aulia Kesuma) memastikan korban apakah tidur pulas apa belum. Setelah diyakini pulas, sekitar pukul 21.30, AK memanggil si SG sama AG (eksekutor) untuk masuk ke ruangan tersebut. Nah, di situlah dilakukan eksekusi terhadap Edi Chandra (Pupung) dengan cara dibekap dengan handuk yang sudah dibaluri dengan alkohol, tangan dipegang dan sebagainya sampai diyakini korban meninggal dunia," kata Nasriadi.

Setelah itu, para eksekutor bergegas kembali bersembunyi menunggu kedatangan korban kedua yakni Dana yang sedang berada di luar rumah.

"Sebelum Dana pulang, datanglah saudara KL (Kelvin), anak kandung AK (Aulia Kesuma). AK mengatakan kepada KL bahwa Edi Chandra telah diselesaikan, tinggal menunggu Dana," cerita Nasriadi.

Ketika Dana pulang, pemuda 23 tahun itu langsung menuju kulkas mengambil jus yang telah ditaburi dengan obat tidur. Kemudian Dana dibunuh pada pukul 24.00 WIB oleh para eksekutor dibantu Aulia Kesuma dan Kelvin.

Alasan Pelaku
Terungkap juga bahwa Aulia Kesuma menyewa empat orang pembunuh bayaran. Saat ini polisi sudah menangkap empat pelaku, yakni Aulia Kesuma dan anaknya, Kelvin, serta dua pembunuh bayaran asal Lampung yakni Agus dan Sahid. Kini polisi masih memburu dua eksekutor lainnya.

Adapun pembunuhan ini telah direncanakan Aulia Kesuma dan keempat eksekutor pada tanggal 22 Agustus 2019. Perencanaan itu dilakukan di sebuah apartemen di Kalibata, Jakarta Selatan. Eksekusinya dilakukan pada tanggal 23 Agustus 2019.

Jasad kedua korban bahkan sempat akan dibakar bersamaan rumahnya, namun rencana tersebut batal. Akhirnya, Aulia Kesuma dan Kelvin membuangnya sekaligus membakar kedua jasad korban di Cidahu, Sukabumi.

Tersanga AK (45) mengenakan pakaian warna orange digiring sejumlah anggota polisi di Polres Sukabumi di Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (28/8/2019).
Tersanga AK (45) mengenakan pakaian warna orange digiring sejumlah anggota polisi di Polres Sukabumi di Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (28/8/2019). (KOMPAS.com/BUDIYANTO)

Utang Rp 10 Miliar
Polisi membeberkan motif pembunuhan itu terkait uang. Aulia Kesuma terjerat utang Rp 10 miliar di sejumlah bank.

"Di bank A tersangka punya utang Rp 7 miliar, di bank B tersangka memiliki utang Rp 2,5 miliar dan tersangka juga memiliki utang kartu kredit sebanyak Rp 500 juta. Sehingga total utang si tersangka ini adalah Rp 10 miliar," kata AKBP Nasriadi.

Utang itu membuat tersangka Aulia Kesuma tertekan. Ia kemudian merayu suaminya, Pupung Sadili untuk menjual rumahnya yang bernilai Rp 26 miliar. Namun, permintaan itu ditolak Pupung Sadili dan anaknya, Dana.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved