Ini 4 Fakta Sosok Pupung Sadili Korban Kesadisan Sang Istri Muda, Miliarder yang Jadi Relawan Jokowi

Sosok Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) yang menjadi korban kesadisan sang istri muda, Aulia Kesuma (35), akhirnya terkuak.

Editor: Juang Naibaho
Facebook/Pupung Sadili
Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) 

MEDAN TRIBUN.com - Sosok Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) yang menjadi korban kesadisan sang istri muda, Aulia Kesuma (35), akhirnya terkuak.

Pupung Sadili ternyata bukan orang sembarangan. Sepak terjang sosok yang jago silat itu cukup luas di masyarakat, di antaranya menjadi relawan Jokowi di Pilpres 2019.

Namun nahas, Pupung Sadili akhirnya meninggal secara tragis di tangan pembunuh bayaran yang disewa oleh istri mudanya, Aulia Kesuma. Mirisnya lagi, anak kandung Pupung Sadili, M Adi Pradana juga turut dibunuh atas suruhan Aulia Kesuma.

Usai dibunuh, jenazah Pupung dan Dana, sapaan M Adi Pradana, juga dibakar di dalam mobil oleh Aulia Kesuma dibantu keponakannya, Geovanni Kelvin (18) alias KV alias GK.

Siapa sebenarnya Pupung Sadili?

1. Miliarder
Pupung Sadili dikenal kaya raya alias miliarder.

Faridz (35) pemilik Ceramic Pro Platinum Jakarta mengatakan, harta benda Pupung Sadili ditaksir miliaran rupiah. Pria keturunan Timur Tengah itu menyebut harta Pupung mencapai lebih dari Rp 30 miliar.

Perhitungannya merujuk sebuah rumah mewah dua lantai milik Pupung yang berlokasi di Jalan Lebak Bulus 1 Kavling 129 B Blok U15, RT 03/05 Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Rumah bercat putih dengan dua pilar berukuran besar pada bagian depannya itu memiliki luas tanah sekitar 500 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 400 meter persegi.

Selain itu, Pupung juga memiliki lahan kosong seluas 500 meter persegi yang menempel dengan rumah tinggal.

Lahan itulah yang disewa Faridz untuk dibangun bengkel dan perawatan sekaligus cuci mobil miliknya saat ini.

"Jadi kalau dibilang dibunuh karena utang piutang kayaknya nggak tepat, bisa dilihat asetnya ini, rumah, belum tanah ini. Kalau semeternya Rp 30 juta aja duitnya udah kelihatan," ungkapnya ditemui di bengkel miliknya pada Selasa (27/8/2019).

"Kalau dijual Rp 5 miliar mendingan saya aja (beli) nggak pake lama, langsung saya bayarin," tambahnya.

Keyakinan tidak adanya masalah utang piutang yang menjerat korban juga dibuktikannya lewat tidak ada seorang pun kolektor ataupun pihak tertentu yang berkunjung ke rumah korban.

"Ya Kalau utang piutang kan itu urusan pribadi, tapi selama saya bangun bengkel di tanahnya tiga-empat bulan ini, sama sekali nggak keliatan ada orang dateng, biasa aja. Soalnya kalau begitu (utang piutang) biasanya kan orang dateng, tanya-tanya ke kanan kiri, kalo ini nggak ada," ungkapnya.

Adapun kepolisian menyebut rumah Pupung Sadili di kawasan Lebak bulus itu, berkisar Rp 26 miliar.

Karena itulah, Aulia Kesuma meminta kepada Pupung untuk menjual rumah tersebut guna membayar utang-utangnya yang mencapai Rp 10 miliar.

Namun, akrena ditolak oleh Pupung, Aulia Kesuma nekat menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi suami dan anak tirinya, supaya bisa menguasai aset Pupung dan menjual rumah tersebut.

Pupung Sadili saat berpose bersama istrinya Aulia Kusuma alias AK. Istri sewa algojo untuk membunuh suaminya sendiri
Pupung Sadili saat berpose bersama istrinya Aulia Kusuma alias AK. Istri sewa algojo untuk membunuh suaminya sendiri (Facebook/Pupung Sadili)

2. Belum Bercerai dengan Istri Pertama
Hubungan sebenarnya Aulia Kesuma alias AK dengan Pupung Sadili diungkap polisi.

Ternyata Aulia Kesuma adalah istri muda dari Pupung Sadil. Sementara itu, Pupung belum bercerai dengan istri tuanya.

Polisi mengungkapkan bahwa Aulia Kesuma, istri yang menjadi otak pembunuhan tersebut, ternyata istri muda dari korban.

"Yang membunuhnya adalah istri mudanya," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi di Mapolrestabes Bandung, Kota Bandung, Selasa (27/8/2019).

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Iksantyo Bagus menambahkan bahwa istri pertama korban sendiri saat ini masih ada.

"Istri pertamanya masih ada, belum cerai," katanya.

Pihaknya pun berencana memanggil istri pertama korban. "Nanti, kita panggil semua, LP-nya di Polres Sukabumi, kita kasihkan ke Sukabumi," tuturnya.

3. Pendiri Komunitas Bumi Datar
Pupung Sadili menjadi pendiri Komunitas Bumi Datar atau flat earth di Indonesia. Ia menjadi founder, sedangkan M Adi Pradana menjadi co-founder.

Hal tersebut terlihat dari unggahan Pupung Sadili di media sosial, Facebook.

Mengklaim dirinya sebagai pendiri Flat Earth 101, Pupung Sadili mengucapkan selamat ulang tahun kepada Indonesia yang ke-74.

"Kami Founder dan Co Founder Flat Earth 101, mengucapkan : "DIRGAHAYU KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA KE 74".

Adanya Merdeka, karena Berani, Berjuang dan Bersatu Padu.

Berkelanjutan dalam Bekerja Keras, Cepat, Cerdas, Tegas, Inovatif, Pionir, Nyata dan Tuntas.

Tetap di dalam koridor 4 (empat) Pilar Kebangsaan : NKRI, UUD 1945, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Untuk menuju dan meraih Indonesia Maju, Berdaulat, Mandiri, Unggul, Merata, Adil dan Makmur.

Salam
People Power
FE 101," tulis Pupung Sadili.

Komunitas bumi datar sendiri adalah perkumpulan orang yang percaya jika bumi tak berbentuk bulat melainkan datar.

4. Relawan Jokowi
Selain menjadi pendiri komunitas bumi datar Indonesia, rupanya Pupung Sadili merupakan relawan Jokowi di Pilpres 2019.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ina (49) yang merupakan rekan Pupung semasa menjadi relawan.

Ina menyatakan, Pupung Sadli merupakan sosok bertanggung jawab sebagai relawan.

Kendati demikian, Ina tak mengetahui dengan pasti apakah Pupung Sadili punya masalah atau tidak dengan istri mudanya, Aulia Kesuma yang menyewa pembunuh bayaran.

Selama menjadi relawan Jokowi, bahkan Ina kerap kali berbincang dengan Pupung Sadili.

Ina pun membocorkan isi obrolannya dengan Pupung Sadili.

"Kalau lagi kumpul memang enggak pernah bahas masalah keluarga. Paling kami bahas masalah politik saja,. Pas kumpul juga enggak pernah bawa istri atau anaknya," ujar Ina di RS Polri Kramat Jati, Selasa (27/8/2019).

Setahun mengenal Pupung Sadili, Ina menuturkan rasa kehilangannya atas kepergian sang rekan yang menjadi korban jasad terbakar dalam mobil.

"Dia (Pupung) baik, care sama teman. Orangnya juga senang bercanda, termasuk orang yang bisa menghidupkan suasana. Jadi kalau enggak ada sepi lah," ucap Ina.

Ina mengaku, ia mengetahui adanya kabar dua jasad yang terbakar dalam mobil di Sukabumi melalui media massa. Namun, Ina tak mengetahui awalnya bahwa korban merupakan Pupung Sadili.

"Kalau berita yang mobil terpanggang itu ya saya tahu, cuman pas awal berita kan belum tahu identitasnya. Pas semalam identitasnya tahu semua teman-teman kaget," tegas Ina.

Senada dengan Ina, Ega yang sudah mengenal Pupung sejak masih bersekolah di SMAN 70 Jakarta Selatan juga kehilangan sosok sahabat.

Namun seperti Ina, dia mengaku tak mengetahui pasti permasalahan yang terjadi di keluarga Pupung dan AK sehingga berujung pembunuhan.

"Saya enggak kenal sama istri yang sekarang, tapi yang saya tahu mereka sudah punya anak. Anaknya yang sekarang sekitar tujuh tahun umurnya," kata Ega.

Kolase Aulia Kesuma dan mobil terbakar berisi jasad suami dan anak tirinya
Kolase Aulia Kesuma dan mobil terbakar berisi jasad suami dan anak tirinya (FACEBOOK/AULIA MEI NIE/AULIA KESUMA)

Aulia Kesuma Punya Utang Rp 10 Miliar
Aparat kepolisian membeberkan nominal utang Aulia Kesuma hingga tega membunuh suami dan anak tirinya.

Awalnya, Aulia Kesuma minta Pupung menjual rumahnya senilai Rp 26 miliar di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Uang hasil penjualan rumah itu hendak dipakai Aulia kesuma untuk lepas dari jeratan utang.

Karena permintaan jual rumah ditolak, maka Aulia Kesuma nekat membunuh suami dan anak tirinya.

Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi, mengatakan Aulia Kesuma memiliki utang dengan nilai yang sangat tinggi di beberapa bank. Total, utangnya mencapai Rp 10 miliar. Di antara utang-utang, itu ada tunggakan kartu kredit sebesar Rp 500 juta.

"Utangnya mencapai Rp 10 miliar. Rp 7 miliar di Danamon, Rp 2,5 miliar di BRI dan 500 juta di kartu kredit," ujar Nasriadi saat dikonfirmasi, Rabu (28/8/2019).

Setiap bulannya, Aulia wajib membayar Rp 200 juta kepada pihak bank. Pembayaran ini sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. "Iya sekitar Rp 200 jutaan itu. Sudah berjalan berapa tahun itu," ungkap Nasriadi.

Adapun Pupung Sadili menolak permintaan Aulia Kesuma untuk jual rumah karena alasan Pupung memiliki anak dari pernikahan sebelumnya, yakni M Adi Pradana alias Dana, yang akhirnya turut dibunuh.

Terkait permintaan jual rumah itu, Pupung Sadili juga sempat mengancam akan membunuh Aulia Kesuma jika sampai nekat menjual rumahnya.

Aulia Kesuma merasa kesal dengan penolakan itu. Istri muda Pupung itu kemudian merencanakan pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya.

Aulia Kesuma merencanakan pembunuhan terhadap Pupung dan Dana, di Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan.

Ia membahas rencana pembunuhan itu bersama dua orang tersangka lainnya, yakni Geovanni Kelvin (18) alias KV alias GK, keponakan Aulia Kesuma, serta tersangka R.

Tersangka Kelvin saat ini dirawat di RSPP karena luka bakar, sedangkan tersangka R masih berstatus buron.

Selanjutnya, Aulia Kesuma meminta bantuan suami mantan pembantunya untuk mendatangkan pembunuh bayaran dari Lampung guna menghabisi nyawa suami dan anaknya.

"Yang bersangkutan (AK) pernah mempunyai pembantu, pembantu ini sudah tidak ada lagi di situ (di rumahnya). Dia (pembantunya) seorang perempuan dan suami pembantu ini disuruh menghubungi dua orang yang ada di Lampung," ungkap Argo.

Dua pembunuh bayaran berinisial S dan A kemudian datang ke Jakarta menggunakan travel. Keduanya bertemu Aulia Kesuma dalam mobil di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Aulia Kesuma menjanjikan bayaran Rp 500 juta untuk membunuh suami dan anaknya.

Belakangan terungkap, eksekutor itu cuma diberikan Rp 8 juta oleh Aulia Kesuma setelah membunuh Pupung dan Dana.

Kepolisian menyebutkan Pupung dan anaknya, Dana, dibunuh di rumah di Lebak Bulus tersebut.

Tersangka Kelvin sebelumnya memberikan minuman keras kepada Dana. Setelah mabuk, Kelvin kemudian membunuh Dana atas perintah Aulia Kesuma.

Sementara Pupung Sadili dibunuh dengan cara diracun. Pupung diberikan minuman yang telah diracun oleh dua pembunuh bayaran berinisial S dan A.

Selanjutnya, kedua korban dibawa menggunakan mobil ke kawasan Sukabumi, lalu dibakar oleh tersangka Kelvin.(*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Biodata Pupung Sadili, Suami Aulia Kesuma yang Jasadnya Dibakar di Mobil: Miliarder Relawan Jokowi

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved