Al Ghazali Berduka, Teman Sekolah Jadi Korban Kesadisan Ibu Tiri (Aulia Kesuma) dan Jasadnya Dibakar
Artis muda Al Ghazali, anak sulung Ahmad Dhani dan Maia Estianty, berduka. Ia merasa sedih teman sekolahnya meninggal secara tragis.
Al Ghazali Berduka, Teman Sekolah Jadi Korban Kesadisan Ibu Tiri (Aulia Kesuma) dan Jasadnya Dibakar
TRIBUN MEDAN.com - Artis muda Al Ghazali, anak sulung Ahmad Dhani dan Maia Estianty, berduka.
Ia merasa sedih teman sekolahnya meninggal secara tragis.
Teman Al Ghazali yang dimaksud ternyata M Adi Pradana alias Dana, yang menjadi korban kesadisan sang ibu tiri, Aulia Kesuma (35).
Al Ghazali dan Dana sempat bersekolah di sekolah yang sama di Jakarta.
Foto jadul Al Ghazali dan Dana pun banyak beredar di media sosial.
Al Ghazali pun menyampaikan duka cita kepada temannya tersebut, lewat media sosial.
Melalui Instagram Story-nya, Al Ghazali mengunggah potret M Adi Pradana dan mengucapkan salam perpisahan.
"Selamat jalan brother (emoji menangis)'
'Semoga amal kebaikanmu diterima di sisiNya'
'Surga menantimu brother R.I.P (emoji berdoa),” tulis Al Ghazali.

Postingan Instagram @alghazali7 (Instagram @alghazali7)
Kasus penemuan dua korban jenazah di dalam mobil yang terbakar di daerah Cidahu, Sukabumi, memang menyedot perhatian masyarakat Indonesia.
Dua jenazah itu adalah ayah dan anak, yakni Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan M Adi Pradana alias Dana (23). Keduanya dibunuh lebih dulu lalu jenazahnya dibakar di dalam mobil.
Otak pembunuhan adalah Aulia Kesuma (35), istri muda dari Pupung sekaligus ibu tiri Dana.
Pembunuhan itu dilatari penolakan Pupung Sadili atas permintaan Aulia Kesuma untuk menjual rumah guna membayar utang-utangnya.
Aparat kepolisian membeberkan nominal utang istri muda dari Pupung Sadili tersebut.
Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi, mengatakan Aulia Kesuma memiliki utang dengan nilai yang sangat tinggi di beberapa bank.
Total, utangnya mencapai Rp 10 miliar. Di antara utang-utang, itu ada tunggakan kartu kredit sebesar Rp 500 juta.
"Utangnya mencapai Rp 10 miliar. Rp 7 miliar di Danamon, Rp 2,5 miliar di BRI dan 500 juta di kartu kredit," ujar Nasriadi saat dikonfirmasi, Rabu (28/8/2019).
Setiap bulannya, Aulia wajib membayar Rp 200 juta kepada pihak bank. Pembayaran ini sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
"Iya sekitar Rp 200 jutaan itu. Sudah berjalan berapa tahun itu," ungkap Nasriadi.
Baca: Bintang Kejora Berkibar di Depan Mabes TNI, Panglima Marsekal Hadi Ingin Bertemu Egianus Kogoya
Baca: Andi Sukma Anggota DPRD Beristri 4, saat Pelantikan Bawa 3 Istrinya, Siap Bertarung di Pilkada
Baca: Nikita Mirzani Melabrak Pengacara Kondang Elza Syarief, Begini Respons Menohok Rekan-rekan Artis
Kondisi itu membuat Aulia Kesuma akhirnya meminta sang suami, Pupung Sadili menjual rumah di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Nilai rumah itu berkisar Rp 26 miliar.
Namun, permintaan itu ditolak Pupung Sadili. Alasannya, antara lain, Pupung Sadili memiliki anak dari pernikahan sebelumnya, yakni M Adi Pradana alias Dana, yang akhirnya turut dibunuh.
Terkait permintaan jual rumah itu, Pupung Sadili juga sempat mengancam akan membunuh Aulia Kesuma jika sampai nekat menjual rumahnya.
"Terkait pembunuhan di Lebak Bulus, pada intinya awal kasus ini adalah ada suatu keluarga suami istri, yang memiliki anak masing-masing sebelumnya hidup dalam satu rumah tangga. Kemudian istri inisial AK (Aulia Kesuma) ini mempunyai utang, sehingga dia ingin menjual rumah mereka, "Tapi karena suami ini mempunyai anak, ia tidak setuju. Dan dia mengatakan ke istrinya, AK, kalau menjual rumah ini kamu akan saya bunuh," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.
Menurut Argo Yuwono, hal itu diketahui berdasarkan keterangan sementara yang diberikan Aulia Kesuma kepada penyidik.
Aulia Kesuma merasa kesal dengan penolakan itu. Istri muda Pupung itu kemudian merencanakan pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya.
Baca: UPDATE Polemik Capim KPK, Saor Siagian Sebut 500 Pegawai KPK Teken Penolakan Irjen Firli Bahuri
Baca: Ronald Sinaga Penagih Utang yang Kirim Karangan Bunga ke Pesta Nikah Blak-blakan di Acara Brownis
Argo Yuwono mengatakan, Aulia Kesuma merencanakan pembunuhan terhadap Pupung dan Dana, di Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan.
Ia membahas rencana pembunuhan itu bersama dua orang tersangka lainnya, yakni Geovanni Kelvin (18) alias KV alias GK, keponakan Aulia Kesuma, serta tersangka R.
Tersangka Kelvin saat ini dirawat di RSPP karena luka bakar, sedangkan tersangka R masih berstatus buron.
"Kasus ini (pembunuhan) sudah direncanakan di salah satu apartemen di Kalibata, Jakarta Selatan. Jadi ada tersangka AK (Aulia Kesuma), GK (Geovanni Kelvin), dan tersangka R yang masih DPO. Mereka ada dalam satu kegiatan perencanaan (pembunuhan) di apartemen tersebut yang isinya untuk menghabisi nyawa korban (suami dan anak tiri AK)," kata Argo.
Selanjutnya, Aulia Kesuma meminta bantuan suami mantan pembantunya untuk mendatangkan pembunuh bayaran dari Lampung guna menghabisi nyawa suami dan anaknya.
"Yang bersangkutan (AK) pernah mempunyai pembantu, pembantu ini sudah tidak ada lagi di situ (di rumahnya). Dia (pembantunya) seorang perempuan dan suami pembantu ini disuruh menghubungi dua orang yang ada di Lampung," ungkap Argo.
Baca: TRAGIS, Bayi (15 Bulan) Tewas Dilempar ke Tembok 3 Kali, Pelaku Sang Ayah Tiri Pura-pura Tak Tahu
Baca: Prada DP Menangis Memohon Keringanan Hukuman hingga Didamprat Ibu Vera sebagai Pembohong
Dua pembunuh bayaran berinisial S dan A kemudian datang ke Jakarta menggunakan travel.
Keduanya bertemu Aulia Kesuma dalam mobil di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.
Aulia Kesuma menjanjikan bayaran Rp 500 juta untuk membunuh suami dan anaknya.
"Akhirnya di dalam mobil, deal (setuju) untuk membantu eksekusi dan membunuh korban dengan perjanjian akan dibayar Rp 500 juta," ungkap Argo. Belakangan terungkap, eksekutor itu cuma diberikan Rp 8 juta oleh Aulia Kesuma setelah membunuh Pupung dan Dana.
Argo mengatakan, Pupung dan anaknya, Dana, dibunuh di rumah di Lebak Bulus tersebut.
Tersangka Kelvin sebelumnya memberikan minuman keras kepada Dana. Setelah mabuk, Kelvin kemudian membunuh Dana atas perintah Aulia Kesuma.
"Istri korban (AK) menyuruh si KV itu untuk memberi minuman keras kepada korban dengan inisial D. Akhirnya D mabuk dan enggak sadar, kemudian dibekap," kata Argo.
Sementara Pupung Sadili dibunuh dengan cara diracun. Pupung diberikan minuman yang telah diracun oleh dua pembunuh bayaran berinisial S dan A.
"Tersangka A dan S ini memberikan racun kepada korban (Edi) di minunan dengan harapan langsung meninggal. Setelah dia lemas dicek enggak gerak," ujar Argo.
Selanjutnya, kedua korban dibawa menggunakan mobil ke kawasan Sukabumi. "Setelah sampai di Gunung Cidahu, Sukabumi, kemudian mayat dua orang itu dibakar oleh tersangka KV," ungkap Argo.
Saat ini, sudah ada empat pelaku yang diamankan polisi. Dua orang di antaranya yakni Aulia Kesuma dan keponakannya, Kelvin.
Baca: Polisi Temukan 2 Motor yang Sudah Dicincang & 4 Sepeda Motor tanpa Surat di Rumah Jhon Roberto Purba
Baca: LIGA CHAMPIONS - Jadwal Drawing Liga Champions 2019-2020 Pot 1: Liverpool, Chelsea, Barcelona . . .
Aulia Kesuma ditangkap di Jakarta oleh Polda Jawa Barat dan sudah dibawa ke Bandung. Sementara Kelvin hingga kini masih menjalani perawatan di RS Pusat Pertamina karena terkena luka bakar saat berusaha membakar ayah tirinya yang sudah tak bernyawa di dalam mobil.
Dua tersangka lainnya, yakni S dan A. Mereka merupakan pembunuh bayaran atas perintah Aulia Kesuma.
Tersangka S dan A ditangkap di Lampung Timur, oleh tim Jatanras Polda Metro Jaya dibantu Polda Lampung.
Kedua tersangka pembunuh bayaran itu tiba di Polda Metro Jaya tanpa menggunakan alas kaki, Selasa (27/8/2019) pukul 19.07 WIB. Keduanya ditembak pada bagian kaki akibat melakukan perlawanan saat ditangkap.
Kedua tersangka hanya tertunduk dan memilih diam saat dicecar sejumlah pertanyaan oleh awak media. Mereka pun langsung dibawa masuk ke ruangan penyidikan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com https://style.tribunnews.com/2019/08/29/adi-pradana-korban-mobil-terpanggang-ternyata-teman-al-ghazali-selamat-jalan-brother
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/al-ghazali-berduka.jpg)