Prabowo Disebut-sebut Punya Lahan Luas di Area Ibu Kota Baru, Hashim 2 Kali Datangi Gubernur Kaltim

Tanah Keluarga Prabowo Terbentang di Calon Lokasi Ibu Kota Baru, Hashim Dua Kali Datangi Gubernur Kalimantan Timur.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
Biro pers setpres
Presiden Joko Widodo meninjau kawasan Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang menjadi salah satu lokasi calon Ibu Kota baru, Selasa (7/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tanah Keluarga Prabowo Terbentang di Calon Lokasi Ibu Kota Baru, Hashim Dua Kali Datangi Gubernur Kalimantan Timur.

////

Nama Prabowo Subianto dan adiknya, Hashim Djojohadikusumo mengiringi pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Keluarga Prabowo Subianto disebut-sebut punya lahan super luas di area ibu kota baru yakni di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Lahan yang dimaksud berada di bawah pengelolaan PT International Timber Corporation Indonesia atau ITCI.

Berdasarkan informasi yang dihimpun ada dua perusahaan ITCI di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Samboja Kutai Kartanegara.

Dua perusahaan ini yakni ITCI Kartika Utama, dan ITCI PT ITCI Hutani Manunggal.

ITCI Kartika Utama merupakan perusahaan pemegang Hak Pengelolaan Hutan (HPH).

Sedangkan ITCI HUtani Manunggal bergerak di bidang Hutan Tanaman Industri atau HTI.

Berdasarkan data Jaringan Advokasi Tambang atau Jatam, PT ITCI Kartika Utama, perusahaan yang dikuasai oleh Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo Subianto.

Total konsesi PT ITCI Kartika Utamamencapai 173.395 hektare membentang di Penajam Utara, Kutai Kertanegara, dan Kutai Barat.

Mendekati total lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan ibu kota baru, seluas 180 ribu haktare.

Hal ini diketahui dari SK IUPHHK-HA: 160/Menhut-II/2012, tanggal 27 Maret 2012.

Di kabupaten itu, juga ada PT ITCI Hutani Manunggal, perusahaan patungan yang didirikan tahun 1993 oleh PT ITCI Kartika Utama dan PT Inhutani-1.

Peta Kalimantan Timur titik lokasi Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara dan lokasi kawasan Samboja Kabupaten Penajam Paser Utara yang disorot sebagai lokasi Ibu Kota Baru Republik Indonesia.
Peta Kalimantan Timur titik lokasi Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara dan lokasi kawasan Samboja Kabupaten Penajam Paser Utara yang disorot sebagai lokasi Ibu Kota Baru Republik Indonesia. (Kolase Tribunkaltim.co)

Dibenarkan Gubernur Kaltim

Kepemilikan lahan Hashim Djoyohadikusumo di lokasi ibu kota barujuga pernah diungkap Gubernur Kaltim, Isran Noor.

Isran menyampaikan hal tersebut di acara Indonesia Lawyer Club.

Isran Noor menyebut di kawasan Bukit Soeharto banyak lubang-lubang bekas penambangan batu bara.

Kondisi seperti itu, kata Isran, mirip seperti Kota Canberra, Australia.

"Bukit Soeharto itu bukan hutan lindung, melainkan hutan produksi eks HPH Inhutani.

Hutan lindung itu di selatannya, namanya Hutan Lindung Sungai Wain.

Kiri kanan (Bukit Soeharto) dikelola masyarakat, ada kebun tapi semua tidak legal.

Ada tambang juga, lubang tambang banyak.

Bicara di ILC, Gubernur Kaltim Isran Noor Sebut Bukit Soeharto Mirip Seperti Canberra
Bicara di ILC, Gubernur Kaltim Isran Noor Sebut Bukit Soeharto Mirip Seperti Canberra (Capture Vidio.com)

Kalau dijadikan ibu kota mirip Canberra lah," kata Isran Noor.

Tak hanya itu, Isran Noor juga menjelaskan jika Bukit Soeharto adalah sebuah kawasan yang strategis.

Di sana terdapat sumber air baku yang lumayan besar.

Bahkan pemilik HPH-nya, Hashim Djojohadikusumo yang tak lain adik Prabowo Subianto, menurut Isran Noor, pernah berencana akan membangun sumber air tersebut dan menyuplai ke kawasan sekitar.

"Jadi jangan khawatir miskin kita mindahkan ibu kota, berkahnya ada. Di Kaltim sekarang sering turun hujan, itu semua berkah," kata Isran Noor.

Konfirmasi Waketum Gerindra

Konfirmasi serupa juga disampaikan Waketum Gerindra Edhy Prabowo.

Menurut Edhy, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Hashim Djojohadikusumo memang memiliki lahan di lokasi calon ibu kota negara.

"Ada sebagian, kami tidak tahu detailnya di mana-mana. Memang ada lahan kami di Penajam Paser Utara, tetapi tidak tahu eksplisit spesifiknya di mana," ujar Edhy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019).

Namun, Edhy tak ingin persoalan lahan ini dijadikan polemik.

Hashim dan Prabowo Subianto kata Edhy, sudah pernah menegaskan siap jika diminta lahannya untuk pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Hal itu dilakukan keduanya untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Pak Prabowo sudah menyampaikan kepada publik, kepada kita semua, kepada seluruh rakyat Indonesia manakala diperlukan untuk kepentingan negara beliau akan siap untuk memberikan apapun yang beliau miliki itu, yang selama ini kita lakukan dan beliau sudah buktikan selama dari muda sampai sekarang mengabadikan untuk negara," jelas Edhy.

Hashim Pernah Dua Kali Datangi Gubernur Kaltim

Hashim Djojohadikusumo pernah dua kali mendatangi Gubernur Kaltim, dengan membawa bendera PT ITCI.

Dilansir dari laman resmi Pemprov Kaltim, kaltimprov.go.id, Hashim datang Maret 2016 lalu.

Kala itu, Gubernur Kaltim masih dijabat Awang Faroek Ishak.

Dalam laman tersebut dituliskan, Hashim datang sebagai Presiden Direktur PT ITCI Kartika Utama.

Dalam pertemuan tersebut, Hashim menjelaskan pengembangan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dengan tanaman aren, hingga membangun energi terbarukan melalui kayu sisa yang tidak dimanfaatkan.

Kepala Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim Diddy Rusdiansyah mengatakan Pemprov Kaltim menyambut baik gagasan PT ITCIKU untuk mengembangkan tanaman aren di lokasi HPH.

“Prinsipnya Pemprov menyambut baik program perusahaan tersebut.

Selanjutnya, ada tindaklanjut yang dari pihak ITCI dengan Pemprov Kaltim.

Mulai rencana kerja hingga kewenangan yang menjadi tanggungjawab provinsi dan pusat harus dikoordinasikan,” kata Diddy Rusdiansyah usai mendampingi Gubernur Awang Faroek Ishak menerima kunjungan manajemen PT ITCIKU di ruang rapat Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (8/3/2016).

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo saat berfoto bersama ayahnya Hashim Djojohadikusumo dan pamannya Prabowo Subianto.
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo saat berfoto bersama ayahnya Hashim Djojohadikusumo dan pamannya Prabowo Subianto. (Instagram@rahayusaraswati)

Presdir PT ITCIKU Hashim Djojohadikusumo mengatakan tujuan kunjungan tersebut adalah menyampaikan konsep atau program baru yang akan dilaksanakan perusahaan HPH.

Konsep yang ditawarkan, yakni dengan pengembangan tanaman aren atau hutan yang ditanami pohon aren secara tumpang sari dengan jenis tanaman lain.

“Konsep ini akan dimulai tahun ini dengan memanfaatkan tanaman aren dengan 300 jenis tanaman lain, mulai pohon kayu hingga buah-buahan, termasuk singkong,” jelasnya.

Dari program ini diharapkan menghasilkan produk pangan yang dari singkong.

Bahkan tidak menutup kemungkinan menghasilkan energi terbarukan sebagai pengganti batu bara atau dengan kata lain penambah batu bara.

Karena, bahan bakunya dari kayu.

“Batu bara dari kayu ini berasal dari sisa kayu yang tidak dimanfaakan lagi oleh perusahaan.

Sehingga, ini dapat dimanfaatkan untuk industri energi. Diharapkan dari produk ini dapat dipasok ke pusat-pusat perusahaan yang membangun pembangkit listrik.

Bahkan, Jepang sudah menyatakan berminat untuk menerima produk ini. Karena adanya perubahan iklim,” jelasnya.

Masih melansir dari laman yang sama, pertemuan antara Hashim Djojohadikusumo dengan Gubernur Kaltim terjadi pada November 2018.

Saat itu, Gubernur Kaltim sudah dijabat oleh Isran Noor.

Pada pertemuan kali ini, Hashim disebutkan datang sebagai Komisaris Utama PT ITCI Kartika Utama.

Sebelumnya Hashim Djojohadikusumo  mempresentasikan rencana dan program PT ITCIKU bersama anak perusahaannya untuk melakukan pembangunan kawasan produksi dengan berbagai produk yang akan dihasilkan dari hasil kebun hutan seperti singkong maupun produk pohon aren.

Hadir dalam presentasi tersebut Asisten Ekonomi dan Administrasi Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas ESDM, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas PUPR dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Dukungan diberikan gubernur lantaran bendungan itu akan menampung air dengan kapasitas sangat besar sehingga akan mampu menyuplai kebutuhan air ke sejumlah daerah, diantaranya Balikpapan, Kutai Kartanegara, PPU bahkan hingga Samarinda.

"Kalau proyek bendungan seperti ini pasti kita dukung. Silahkan dilanjutkan pembangunannya," kata Isran Noor saat menerima kunjungan manajemen PT ITCIKU yang dipimpin langsung komisaris utamanya Hashim Djojohadikusumo, didampaingi Dirut PT ITCIKU Odang Kariana di ruang rapat Gubernur Kaltim, Selasa (6/11/2018).

Direncanakan PT ITCIKU akan membangun bendungan atau danau buatan seluas 19.177 hektar.

Bendungan tersebut nantinya diproyeksikan dapat memutar turbin dan menghasilkan tenaga listrik berkapasitas sekitar 6 megawatt.

Lalu air dari bendungan tersebut bisa diolah menjadi air bersih dan air minum.

“Kapasitas aliran air dari bendungan sebesar 4.550 liter per detik.

Namun kebutuhan internal kami untuk industri PT ITCIKU hanya sekitar 600 liter per detik.

Ada sisa hampir sebanyak 4.000 liter yang bisa digunakan untuk keperluan lain," kata Isran.

Selain itu, PT ITCI Kartika Utama juga akan membangun industri berbagai bidang khususnya konsep rehabilitasi hutan yang sudah rusak dengan program tumpang sari, serta mengelola bekas kayu untuk dijadikan sumber energi terbarukan serta pembuatan danau buatan yang airnya nanti bisa disuplai ke beberapa kabupaten kota.

Isran Noor juga siap membantu mewujudkan berbagai program pembangunan yang akan dilaksanakan oleh PT ITCIKU.

Apalagi ada program pengembalian kawasan hutan tropis dengan berbagai jenis tanaman untuk mengembalikan hijaunya Kaltim. (*)

Baca: Ibu Kota Baru Terkini: Alasan Menteri Era Soeharto Emil Salim Kritik soal Ibu Kota ke Kalimantan

Tautan Asal: Tanah Keluarga Prabowo Terbentang di Lokasi Ibu Kota Baru, Hashim Dua Kali Datangi Gubernur Kaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved