Papua Mundur Sebagai Tuan Rumah Popnas 2019, Baharuddin Siagian Sebut Tak Menggangu Persiapan Sumut

Papua tak disangka memutuskan untuk mundur sebagai tuan rumah Popnas yang semula dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober mendatang.

Penulis: Chandra Simarmata |
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Kadispora Sumut Baharuddin Siagian bersama Panitia Liga Menpora U-12 di Kantor Dispora 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kerusuhan yang sempat terjadi di Papua belum lama ini rupanya turut berdampak pada persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2019.

Papua tak disangka memutuskan untuk mundur sebagai tuan rumah Popnas yang semula dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober mendatang.

Padahal ajang olahraga tertinggi antar pelajar tingkat nasional itu seharusnya menjadi salah satu uji coba venue sebelum berlangsungnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada tahun 2020.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumut Baharuddin Siagian mengatakan meski Papua mengundurkan diri, hal itu sama sekali tidak mengganggu persiapan Sumut untuk menghadapi Popnas.

Apalagi yang terjadi di Papua juga tidak ada yang menyangka sebelumnya. Dia mengatakan, Atlet-atlet Sumut pun tetap fokus persiapan untuk berlaga di Popnas.

"Gak ada menggangu, gak ada masalah (Dipindah). Di sana itu kan kejadian yang tidak di duga. Bukan tidak siap mereka (Papua). Tapi ada kejadian yang tidak disangka," ujarnya.

Namun Pria yang akrab disapa Bahar ini juga mengatakan, di satu sisi dengan dipindahnya pelaksanaan Popnas 2019 tentu menghilangkan kesempatan bagi para atlet dan official asal Sumut untuk bisa ke Papua.

Padahal seandainya tetap digelar di Papua maka atlet-atlet muda Sumut bisa melihat dan mengunjungi langsung salah satu provinsi bagian timur di Negara Indonesia tersebut.

"Jadi rugi lah kita (tidak jadi di Papua). Harusnya kan kita bisa sampai ke sana (bagian NKRI). Kalau di Papua kan kita mungkin belum pernah ke sana. Kita senang sekali kalau di Papua, bisa kita ke Papua, bisa ke Papua barat. Tapi ya kejadiannya seperti ini gak ada pilihan, no choice kata orang barat," ungkapnya.

Lebih lanjut kata Bahar, dirinya akan mendukung keputusan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dimana pun nantinya Popnas digelar.

Selain itu dia juga mendukung daerah lain yang akan menjadi tuan rumah Popnas 2019 untuk menggantikan Papua.

Bahar pun berharap kondisi di wilayah Papua maupun Papua Barat bisa kembali pulih secepatnya.

"Gak bisa kita gak mendukung karena itu kejadiannya. Kita dukung daerah lain lah, siapa yang siap, mungkin Bandung ya, bisa Jakarta atau Palembang. Kita berdoa, kita berharap Papua dan Papua barat bisa pulih seperti sedia kala. Saya berharap yang terbaik saja," ucapnya.

Sementara itu, terkait persiapan, Bahar mengatakan beberapa bulan jelang Popnas 2019, persiapan atlet Sumut sudah mencapai 80 persen.

Nantinya sebelum berangkat, pihaknya juga akan lebih dulu merapatkan terkait target yang akan dicapai oleh tim Sumut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved