Demo Tolak Rasisme di Deiyai Papua Rusuh, Serda Rikson Gugur, 2 Rekannya Terluka, 3 Polisi Terluka
Dia menyebut, ada korban dalam kejadian ini. ”Situasi sampai saat ini peluru masih bunyi, masih memanas,” tambah dia.
Namun jumlahnya tidak seperti informasi yang beredar.
"Kami yang korban 6 itu, 3 TNI dan 3 Polri, 1 meninggal, yang lain luka-luka ada 1 kritis.
Kalau dari info rumah sakit, masyarakat 1 yang masuk, kita belum tahu lukanya," terangnya.
Akibat kejadian tersebut, Serda Rikson gugur karena mengalami luka panah dan bacok di bagian dada.
Selain itu, satu lagi anggota TNI Serka Arif kritis dan dirawat secara intensif di Rumah Sakit (RS) Deiyai.
Selain itu, 3 petugas polisi dan seorang warga juga terluka.
"Serka Arif kini kritis, korban mengalami luka senjata tajam sejenis parang di bagian kepala dan pelipis.
Kini korban dirawat di RS Deiyai," ujar Eko.
Sementara, Sertu Sunendra terkena panah pada bagian pantat dan punggung sebelah kanan.
Kemudian, korban dari kepolisian, Bripda Dedi terkena panah pada bagian leher, Bripka Rifki terkena panah pada bagian tangan kiri, dan Bharada Akmal terkena panah di bagian punggung belakang.
Menurut Eko, kini situasi di Distrik Waghete, Deiyai, sudah berangsur kondusif dan massa telah membubarkan diri sejak pukul 16.00 WIT.
Kini, sambung Eko, Dandim 1705/Paniai, bersama Bupati Deiyai dan para tokoh masyarakat setempat sedang berkumpul untuk mengatasi masalah tersebut.
Terbaru Kapolda Papua Irjen Pol Rudolph A. Rodja mengakui saat bentrok antara massa dan aparat keamanan di Distrik Waghete, Kabupaten Deiyai, juga menyebabkan korban jiwa di pihak massa. Namun ia menegaskan jumlahnya tidak seperti informasi yang beredar.
"Korban di pihak massa dua orang meninggal dunia dan sudah dibawa ke RS. Jadi bukan enam orang," sebutnya melalui pesan singkat, Rabu (28/8/2019).
Ia juga mengakui dalam aksi tersebut, massa telah merampas senjata api milik TNI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/serda-rikson1.jpg)