Berlaga Pra-PON, Tim Angkat Berat Sumut Diperkuat Para Juara di Kejurnas 2018 dan PON 2016
Turun di Kelas 66 kg, lifter yang akrab disapa Daod Gowasa ini pun bertekad untuk bisa kembali lolos PON 2020 sekaligus membidik medali emas.
Penulis: Chandra Simarmata |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Melakoni laga babak kualifikasi PON XX/2020 Papua, kontingen angkat berat Sumut diperkuat sejumlah atlet berpengalaman.
Lima atlet putra yang diturunkan PABBSI Sumut merupakan para peraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) IX di Jawa Barat 2016 lalu.
Selain itu mereka juga turut meraih juara pada kejuaraan nasional (kejurnas) tahun 2018 lalu.
Pertama adalah atlet senior Faebolo Dodo Gowasa. Sukses meraih medali perak saat perhelatan PON 2016 lalu di Jawa Barat ternyata belum membuatnya puas.
Turun di Kelas 66 kg, lifter yang akrab disapa Daod Gowasa ini pun bertekad untuk bisa kembali lolos PON 2020 sekaligus membidik medali emas.
"Pertama Target lolos dulu PON, kemudian target medali, kalau bisa emas di Pra-PON dan di PON Papua juga nanti. Tanpa target kita tidak akan latihan keras," ujarnya, Sabtu (24/8/2019).
Selain menargetkan emas, Peraih medali perak Kejurnas di Jakarta tahun 2018 ini juga bertekad untuk bisa memecahkan rekor Nasional angkatan squat.
Dengan adanya target, menurut Daud, dirinya akan dapat berpacu dan berlatih keras. Namun menurutnya masih Agak sulit untuk memecahkan rekor angkatan bench press sama Deadlift.
"Kalau target angkatan di PraPON bisa mengangkat rekor-rekor yang lama seperti 290 kg squat, bench press bisa 185 kg, Deadlift bisa mengangkat 265 kg dulu. Itu rekor-rekor PON (saya). Berusaha juga kalau bisa memecahkan rekor Nasional. Rekor nasional Squat 307 kg, bench press 210 kg. Tapi mungkin squat lah kalau bisa," harapnya.
Kedua, Lifter Sumatera Utara, Riko Goncalwes Sirait, yang juga peraih medali perak pada PON 2016 di Jawa Barat 2016 lalu juga bertekad minimal bisa kembali juara.
Selain itu, atlet kelahiran tahun 1981 ini juga merupakan peraih medali Perunggu di PON Riau tahun 2012.
Lifter ketiga, Mustakim merupakan Peraih medali perak Kejurnas 2018 di Jakarta l. Selain itu, Mustakim juga sukses menyumbang Medali perak di PON dJawa Barat 2016.
Atlet keempat adalah Teguh imam Santoso. Lifter kelahiran 1986 ini juga merupakan Peraih Medali emas berturut-turut pada Kejurnas Riau 2017 dan di Jakarta tahun 2018 lalu.
Terakhir, atlet kelima yang turut masuk tim Sumut adalah M Irfan. Lifter yang berlaga di kelas 105 kg ini merupakan Peraih medali perak Kejurnas di Jakarta 2018.
Selain itu, dia juga Pemegang rekor nasional angkatan Bench press 260 kg pada saat ajang Kejurnas angkat berat tahun 2018.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/para-lifter-angkat-berat-sumut-berfoto-bersama-tim-pelatih.jpg)