Cinta Tak Direstui, Pasangan Berumur 13 Tahun Nekat Terjun ke Sungai Sambil Berpegangan Tangan

Maka tak heran ada istilah 'Dunia serasa milik berdua', yang kerap kali dibubuhkan kepada pasangan baru.

Instagram/wargabanua
Cinta Tak Direstui, Pasangan Berumur 13 Tahun Nekat Terjun ke Sungai Sambil Berpegangan Tangan. Ilustrasi. 

Cinta Tak Direstui, Pasangan Berumur 13 Tahun Nekat Terjun ke Sungai Sambil Berpegangan Tangan

TRIBUN-MEDAN.com-Cinta Tak Direstui, Pasangan Berumur 13 Tahun Nekat Terjun ke Sungai Sambil Berpegangan Tangan .

Pernah mendengar istilah cinta monyet? Ya cinta monyet merupakan kisah cinta yang dialami pasangan saat usia mereka masih remaja.

Pasangan remaja kerap merasa naif dan penuh dengan emosi saat menjalin hubungan asmara.

Maka tak heran ada istilah 'Dunia serasa milik berdua', yang kerap kali dibubuhkan kepada pasangan baru.

Tentunya pasangan baru saling berjanji untuk sehidup semati dan tak ada yang menghalangi hubungannya.

Namun siapa sangka, pasangan remaja justru bisa menjadi nekat ketika terhalang restu?

Cerita miris terjadi pada pasangan kekasih yang masih remaja di Thailand.

Keduanya yang masih berusia 13 tahun nekat loncat ke sungai.

Pasangan remaja ditolong warga

Melansir laman Worldofbuzz.com, Jumat (23/8/2019) nekat loncat ke sungai karena hubungannya tak direstui oleh orang tuanya.

Ibu sang gadis melarang hubungan anaknya, dan melarang sang putri berkomunikasi dengan pacarnya.

Mendapat larangan dari orang tua, kedua remaja tersebut nekat loncat ke sungai dan ingin membuktikan 'cinta abadi' mereka.

Dikutip dari laman Worldofbuzz.com, pasangan remaja ini nekat melompat ke sungai pada, Minggu (18/8/2019).

Saat melompat ke sungai, keduanya bahkan berpegangan tangan.

Nahasnya, di sungai terdapat seekor biawak yang berenang di sungai.

Sang gadis menjadi ketakutan setelah melihat biawak di sungai, dan mencoba untuk melarikan diri.

Karena tidak bisa berenang, sang gadis mulai tenggelam ke dalam sungai.

Sang laki-laki yang juga mencoba menyelamatkan diri, justru tenggelam terbawa arus.

Untungnya, orang-orang yang melewati sungai tersebut mencoba untuk menyelamatkan pasangan nekat ini.

Sang gadis dalam kondisi kritis saat diberi pertolongan medis.

Ibu remaja laki-laki mengetahui bahwa anaknya telah menjalin hubungan dengan sang gadis.

Sang ibu juga melarang keduanya untuk menjalin hubungan, lantaran harus fokus pada studi.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga laki-laki meminta maaf kepada pihak gadis, atas aksi nekat yang telah dilakukan oleh sang putra.

Fakta Sejoli Remaja Bunuh Diri Bareng, Orangtua Korban Pergoki Keduanya Lakoni Hal Tak Patut

 Tewasnya Rino dan Meifa, warga Desa Koreng, Minahasa Selatan jadi perbincangan.

Bagaimana tidak, sepasang remaja ini tewas secara tragis pada Selasa (5/12/2017).

Dua remaja yang masing-masing berusia 20 dan 13 tahun itu memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

 

Dihimpun Tribunwow.com, berikut fakta-fakta soal kejadian tersebut:

1. Gantung diri di towet SUTET

Rino dan Meifa ditemukan tak bernyawa di salah satu tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET), dekat kediaman Rino.

Jasad keduanya diketahui saling berhadapan dengan seutas tali nilon menjerat leher.

2. Ditemukan orangtua korban

Informasi yang dihimpun Tribun Manado, sebelum ditemukan tak bernyawa, keduanya sempat berbincang.

dua remaja gantung diri
dua remaja gantung diri (Tribun Manado)

“Berdasarkan keterangan saksi, Pak Fentje, ayah dari korban RK (Rino), bahwa ia sempat melihat anaknya berbicara dengan perempuan MK (Meifa) di dekat tower sutet," kata Kapolsek Tareran, Iptu Petrus Satu.

Setelahnya, ayah korban Fentje meminta ibunda Rino agar memanggil buah hati mereka.

Namun, dalam kesempatan tersebut ibunda korban justru mendapati sang anak tak lagi bernyawa.

"Saksi kemudian menyuruh istrinya, Heis Rumengan, untuk memanggil anak mereka. Saat tiba di tower sutet, ibu Heis Rumengan mendapati anaknya, RK (Rino), bersama dengan perempuan MK (Meifa) sudah meninggal karena gantung diri,” terang Kapolsek Tareran, Iptu Petrus Satu.

3. Dugaan penyebab

Pihak kepolisian kemudian bertindak tegas berkaitan dengan peristiwa ini.

Korban gantung diri di Koreng Minahasa Selatan, pada Selasa (5/12/2017)
Korban gantung diri di Koreng Minahasa Selatan, pada Selasa (5/12/2017) (Tribun Manado)

Gabungan personil dari Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres Minsel serta anggota Polsek Tareran langsung mengamankan TKP.

Dari proses identifikasi kemudian diketahui kedua remaja tersebut merupakan korban dari cinta buta.

Keduanya pun diduga terlibat asmara terlarang sebelum bunuh diri.

(*)

Artikel ini sudah terbit di Grid id dengan judul Tak Dapat Restu Orang Tua, Pasangan Remaja Berusia 13 Tahun Nekat Loncat ke Sungai Sambil Bergandengan Tangan

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved