Nyaris Dikeroyok saat Lakukan Pengrebekan di Jalan Gaharu, Polisi Berulang Kali Letuskan Tembakan
Setelah situasi mulai kondusif, secara beriringan Kasat Narkoba dan anggotanya meninggalkan lokasi dengan membawa delapan tersangka narkoba.
Saat digedor, pintu tak kunjung dibuka. Akhirnya petugas mendobrak paksa pintu tersebut hingga terbuka.
Petugas Satres Narkoba mendapati dua pria berinisial Eko dan Zulfan yang berpura-pura sesang tertidur.
Kedua pelaku pun digiring ke luar rumah, dan petugas melakukan penggeledahan.
Alhasil, petugas menemukan satu set bong, pipa kaca bekas sabu dan dua plastik klip berisi sabu.
Saat dilakukan interogasi, keduanya tidak mengakui bahwa dirinya usai mengkonsumsi sabu.
Namun, dari samping rumah seorang anak perempuan menangis histeris lantaran ayahnya, Eko diamankan petugas.
Mendengar jeritan tersebut, warga sekitar mulai terpancing dan berkumpul di lokasi.
Petugas kembali melakukan menginterogasi dan keduanya mengakui baru saja menggunakan sabu.
Keduanya pun kemudian digiring menuju ke pelaku lainnya yang sudah diamankan di pinggiran rel kereta api.
Namun anak Eko kembali berteriak agar ayahnya dilepaskan.
Tiba-tiba dari kedua sisi, sejumlah pemuda melempari petugas dengan batu.
Warga lainnya juga mulai terpancing akibat propaganda teriakan anak tersangka.
Tak ingin situasi semakin memanas, puluhan petugas melakukan pengejaran terhadap pelaku pelemparan.
Namun disaat bersama petugas juga terpaksa meletuskan tembakan ke udara beberapa kali, sehingga para pemuda kocar-kacir.
Setelah situasi mulai kondusif, secara beriringan Kasat Narkoba dan anggotanya meninggalkan lokasi dengan membawa delapan tersangka narkoba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/petugas-menunjukkan-barang-bukti-saat-melakukan-gkn-2.jpg)