Laga Dramatis, Timnas Indonesia Selection Gagal Tembus Final Elang Cup 2019

Di Perpanjangan waktu 5 menit kedua. Aksi pemain nomor punggung 28 Marcus Douhitt sempat membuat CSP unggul 101-97.

Penulis: Chandra Simarmata |
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Para pemain Timnas Indonesia Selection (kaos hitam) saat bertanding melawan tim CSP Devil Medan (kaos outih) di GOR lapangan basket Angkasa Lanud, Medan Polonia, Senin (12/8/2019) malam 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim nasional (timnas) basket putra Indonesia Selection gagal melaju ke babak final Elang Cup 3 2019.

Langkah tim besutan pelatih asal Serbia Rajko Toroman ini harus terhenti 119-117 di babak semifinal dari tim tuan rumah CSP Devils pada pertandingan yang tuntas digelar, Selasa dini hari (13/8/2019) di GOR Angkasa Lanud Suwondo, Medan.

Melalui pertarungan dramatis hingga empat kali perpanjang waktu, timnas Indonesia Selection sebenarnya mampu mengimbangi permainan CSP Devils yang dihuni sejumlah pemain asing seperti Marcus Douhitt dan Jaron Crump.

CSP memang sudah unggul sejak kuarter pertama. Meski tertinggal, Vincent Kosasih dkk terus berusaha mengejar. Bahkan mampu mendekatkan jarak 15-12 jelang akhir kuarter pertama. Namun upaya mengejar poin lewat lemparan tiga angka yang dilakukan timnas banyak yang gagal. CSP devil pun mengakhiri kuartet pertama dengan keunggulan 23-14.

Di kuarter 2 timnas berusaha bangkit, mencoba mengejar ketinggalan. Dengan kembali mengandalkan sejumlah lemparan tiga angka, timnas berusaha mendekatkan jarak, namun usaha itu belum mampu mengejar defisit 10 angka, CSP masih unggul 45-35 hingga akhir Q2.

Tak jauh beda, di kuarter ketiga, Indonesia kembali coba mengejar angka melalui bola-bola rebaoun dan lemparan tiga angka. Strategi yang diterapkan Toroman nampaknya mulai efektif di kuarter ini. Terbukti sejumlah lemparan tiga angka efektif menipiskan selisih skor hingga sempat berhasil unggul 3 angka 58-61. Sejumlah lemparan tiga angka yang berhasil dicatatlan Kaleb dkk bahkan sempat membuat penonton bersorak mendukung timnas. Namun CSP justeru mampu mengejar dan menambah 5 angka hingga kembali unggul 63-61 di akhir kuarter tiga.

Di kuarter keempat, Indonesia Selection kembali berusaha mengejar devisit angka. Sorakan penonton yang mendukung timnas sempat membuat grogi para pemain CSP yang dihuni sejumlah pemain jangkung.

Sorakan penonton yang mendukung timnas mampu memacu semangat hingga berhasil unggul.
Usaha dari Bola rebound, lemparan tiga angka dan Lay up sempat membuat timnas unggul tiga angka, 82-85. Namun kembali berhasil disamakan CSP menjadi 85-85 di detik diakhir kuarter keempat. Skor imbang, Pertandingan pun terpaksa harus melalui babak perpanjangan waktu (overtime).

Di babak tambahan lima menit pertama, Sorakan penonton yang mendukung timnas semakin memacu semangat Laurent dkk. Saling balas serangan pun terjadi. Namun skor kembali sama kuat 90-90.

Di Perpanjangan waktu 5 menit kedua. Aksi pemain nomor punggung 28 Marcus Douhitt sempat membuat CSP unggul 101-97. Namun Indonesia Selection kembali berhasil mengamankan kedudukan lewat aksi Vincent Kaleb, skor pun kembali seimbang 101-101.

Begitu juga Pada babak perpanjangan waktu ketiga, pemain CSP Delvin Goh sempat berhasil membuat selisih jadi tiga angka 108-105. Namun di detik akhir kembali mampu disamakan oleh Guntara menjadi 108-108.

Skor pun Kembali seimbang dan dilanjutkan hingga Babak tambahan keempat. Di babak ini Lemparan tiga angka Mei Joni sempat membawa timnas unggul 115-117 namun kembali berhasil disamakan CSP Devils 117-117. Di 10 detik terakhir, Pemain CSP, Avery Scharer justru berhasil menambah dua angka lewat lemparannya dan membawa timnya unggul satu bola. Skor pun berakhir 119-117 untuk kemenangan CSP devil Medan.

Atas kemenangan ini, perwakilan pelatih CSP Devils, Bedu mengaku tim nya sempat kurang disiplin di kuarter dua dan tiga, sehingga timnas Indonesia Selection bisa mengejar ketertinggalan mereka. Namun dia senang dengan kemenangan ini. Untuk Menghadapi laga final, mereka akan berbenah.

"Pertandingan sangat luar biasa, kita dikasih kemenangan. Kita harus berbenah dalam waktu singkat. Persiapan final kita harus istirahat yang banyak," ujarnya Selasa dini hari (13/8/2019).

Sementara itu, Manajer timnas basket putra Indonesia, Fareza Tamrella mengapresiasi perjuangan pemain Indonesia Selection mampu terus mengimbangi permainan CSP. Menurutnya setelah di kuarter ketiga dan keempat barulah strategi dan sistem permainan betul-betul mampu dijalankan oleh pemain Indonesia Selection. Selain itu lemparan tiga angka juga mampu menambah poin secara signifikan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved