Tiga Bulan Dirundung Sedih, Ayah Rikki Korban KKB Jatuh Sakit Menanti Kabar Anaknya
Peristiwa serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya pada Minggu (2/12/2018) terhadap PT Istaka Karya
Penulis: Arjuna Bakkara |
TRIBUN-MEDAN.COM - Peristiwa serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya pada Minggu (2/12/2018) terhadap PT Istaka Karya benar-benar menyisakan luka mendalam bagi ayahnya, Edison Simanjuntak.
Persoalamnya, Rikki Cardo Simanjuntak yang masuk daftar 24 pekerja PT Istaka Karya yang diberondong peluru di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Nduga, Papua belum diketahui nasibnya.
Edison tak lagi dapat berbuat apa-apa seperti saat ditemui di Balige, Kamis (7/2/2019).
Kesehariannya hanya bisa menangis dan duduk termenung, apalagi istrinya sudah lebih dulu menghadap yang Kuasa.
Seperti disampaikan Kesi Siahaan, keluarganya, Edison bahkan jatuh sakit beberapa waktu belakangan ini.
"Belakangan ini kakek ini malah naik tensi karena kepikiran anaknya terus," ujar Kesi.
Menurutnya, Rikki yang merupakan salah satu dari puluhan korban kebiadaban OPM di Papua itu tak diketahui keberadaanya ampai saat ini.
Dan juga sudah hampir 3 bulan sejak tragedi pembantaian itu sampai saat ini, jug tidak ada dihubungi pihak mana pun, termasuk pemerintah tidak ada membangun komunikasi lagi.
Seperti disampaikan Fernando Simanjuntak, yang lebih menyedihkan lagi saat ini keluarga Simanjuntak tidak mengetahui sampai dimana perkembangan pencarian Rikki.
Pihak Istaka maupun pihak pemerintah, TNI dan Polri sudah tidak pernah lagi menghubungi maupun mau dihubungi terkait masalah ini.
"Seolah-olah mereka sudah diabaikan dan tidak ditanggapi lagi. Terkadang saya sendiri sangat prihatin melihat orangtua dari Rikki ini," ucapnya.
Ia menambahkan, setiap pagi Edison selalu menanyakan berita perkembangan tentang pencarian anaknya itu. Namun, keluarga sudah buntu mencari info terkait kasus tersebut.
Katanta, Edison Simanjuntak ayah dari Rikki ini juga sebenarnya sudah pasrah akan berita apapun yang dia terima tentang putra keematnya itu.
"Mereka (pemerintahan Pak Jokowi) sudah lebih fokus perhatiannya kepada persiapan Pilpres mendatang. Jika itu memang alasannya, sungguh saya dan pihak keluarga Simanjuntak sangat kecewa sekali",keluhnya.
Sementara Edison, kian hari kian menua dan jatuh sakit menanri kabar anaknya.
(Jun-tribunmedan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ayah-korban-penembakan-kkb.jpg)