Subsidi Pupuk Sumut Menurun 20 Persen
"Dikarenakan semua daerah sentra pupuknya dikurangi dari pusat artinya kita juga mengurangi pengalokasiannya sehingga tidak tercapai,"
Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Seksi Pupuk Dinas Pertanian Sumut, Heru Suwondo mengatakan, subsidi pupuk tahun 2017 di Sumut turun 20 persen apabila dibanding dengan tahun lalu. Akibatnya semua daerah sentra pertanian ikut dikurangi.
"Dikarenakan semua daerah sentra pupuknya dikurangi dari pusat artinya kita juga mengurangi pengalokasiannya sehingga tidak tercapai," ujarnya.
Dikatakannya, kebutuhan pupuk bersubsidi tahun 2017 untuk urea sebesar 151.10 ton, untuk pupuk AP 36, sebesar 45.136 ton, pupuk ZA sebesar 49.319 ton, pupuk NPK sebesar 110.600 ton, dan organik sebesar 29.350 ton.
Baca: Pembobol Rumah Menyerah saat Ditodong Senjata Api
Baca: NEWS VIDEO: Driver Gojek Jadi Bulan-bulanan Oknum Penarik Becak Saat Melintas Ketika Demo
"Penyaluran pupuk subsidi ini untuk 32 daerah sentra pertanian di Sumut,"katanya.
Sedangkan untuk penyaluran penyaluran ini dipergunakan untuk para gabungan kelompok petani atau gapoktan di Sumut.
"Alhasil, petani lebih banyak membeli pupuk swadaya dengan harga yang sangat tinggi,"terangnya.
Ditambahkannya, dengan pengurangan subsidi pupuk, mengakibatkan harga pangan pun mengalami kenaikan di pasar-pasar tradisional.
"Kita tidak bisa berbuat banyak dengan kenaikan harga, sebab petani juga harus mendapatkan keuntungan dari hasil tanaman,"pungkasnya.
(raj/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/petani-sedang-memanen-padi-tribun_20170221_203950.jpg)