TRIBUN WIKI

Panduan Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026 dan Contoh Pidatonya

Rangkaian atau susunan upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026 dimulai dari kesiapan seluruh peserta dan pemimpin upacara.

Tayang:
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Pinterest/Besmart
UPACARA HARKITNAS- Ilustrasi para siswa SD, SMP dan SMA saat mengikuti upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Dalam menyambut Hari Kebangkitan Nasional 2026, sejumlah instansi, mulai dari pemerintahan hingga pendidikan kemungkinan besar akan melaksanakan kegiatan upacara.

Oleh karena itu, Tribun-medan.com mencoba menyuguhkan panduan upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026.

Tujuannya agar pelaksanaan kegiatan upacara bisa berjalan lancar.

Baca juga: Makna Penting Hari Kebangkitan Nasional yang Diperingati Tiap 20 Mei

Dengan adanya panduan atau susunan upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026, para panitia tidak perlu repot dan bingung dalam mempersiapkan kegiatan.

Panitia tinggal meniru atau menyadur saja panduan upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026 ini.

Panduan Upacara Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026

Berikut adalah panduan susunan upacara Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026 yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan di berbagai instansi:

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat, Kanwil Kemenkumham Sumut menggelar upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-116 di lapangan serbaguna lapas, Senin (20/5/2024).
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat, Kanwil Kemenkumham Sumut menggelar upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-116 di lapangan serbaguna lapas, Senin (20/5/2024). (istimewa)

Baca juga: Mengenal Lululemon, Merk Olahraga dan Athleisure dengan Kualitas Terbaik

  • Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara
  • Pembina upacara tiba di tempat upacara
  • Penghormatan kepada pembina upacara
  • Laporan pemimpin upacara
  • Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh paduan suara
  • Mengheningkan cipta dipimpin oleh pembina upacara
  • Pembacaan teks Pancasila diikuti oleh seluruh peserta upacara
  • Pembacaan naskah Pembukaan UUD NKRI 1945
  • Amanat pembina upacara (Pembacaan naskah pidato dengan tema Hari Kebangkitan Nasional oleh pembina upacara)
  • Menyanyikan lagu nasional Bagimu Negeri dan Satu Nusa Satu Bangsa
  • Pembacaan doa
  • Laporan pemimpin upacara
  • Penghormatan kepada pembina upacara
  • Pembina upacara meninggalkan mimbar upacara
  • Upacara selesai, barisan dibubarkan

Baca juga: Mengenal Purnama Flower Moon, Fenomena Astronomis di Bulan Mei 2026

Karena susunan upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026 ini bersifat umum, maka Anda tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan instansi masing-masing.

5 contoh pidato Hari Kebangkitan Nasional 2026

Contoh 1: Gaya Tegas & Menggugah

Judul: Pendidikan adalah Kunci Kedaulatan Masa Depan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, 
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.

Yang saya hormati Bapak/Ibu pejabat, para pendidik, tokoh masyarakat, serta yang paling saya banggakan: para pemuda dan pemudi Indonesia, tunas bangsa harapan kita.

Hari ini, tanggal 20 Mei tahun 2026, kita kembali memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Tepat 118 tahun yang lalu, Budi Utomo didirikan. Saat itu, para pendahulu kita sadar satu hal: bangsa ini tidak akan maju jika kita tertinggal dalam kebodohan. Mereka bangkit bukan dengan senjata perang semata, melainkan dengan semangat menuntut ilmu dan memajukan pendidikan.

Tema kita tahun ini adalah "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara". Apa maknanya? Artinya, kemerdekaan dan kedaulatan negara kita hari ini terancam jika tunas-tunas muda di negeri ini tidak dijaga, tidak dididik, dan tidak dibekali pengetahuan yang cukup. Kedaulatan bukan hanya soal memiliki wilayah, tetapi soal memiliki sumber daya manusia yang cerdas, mandiri, dan berkarakter.

Kepada seluruh elemen bangsa: pemerintah, pendidik, orang tua, dan masyarakat luas, mari kita bersatu. Jangan ada lagi anak bangsa yang putus sekolah. Jangan biarkan ketertinggalan pendidikan menjadi celah bagi pihak lain untuk menguasai kekayaan dan masa depan negeri ini.

Dan kepada kalian, anak muda Indonesia! Kalian adalah tunas yang kami jaga. Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang kalian miliki. Pendidikan bukan sekadar mencari ijazah, tetapi bekal untuk membangun negeri. Dengan pendidikan yang maju, kita bisa membuat kebijakan sendiri, mengelola kekayaan alam sendiri, dan berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa besar dunia.

Mari kita bangkit kembali. Jaga tunas bangsa, perjuangkan pendidikan, dan pastikan kedaulatan Indonesia tetap utuh dan jaya selamanya.

Merdeka! 
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Contoh 2: Gaya Persuasif & Mengajak Bersama

Judul: Bersama Membesarkan Tunas, Mengokohkan Kedaulatan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, 
Selamat pagi, salam persaudaraan.

Yang terhormat para hadirin sekalian, rekan-rekan seperjuangan, dan generasi muda yang menjadi kebanggaan kita.

Setiap kali kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional, seolah kita mendengar gema suara para pahlawan yang berpesan: "Jangan biarkan semangat persatuan dan kemajuan padam di bumi pertiwi." Tahun 2026 ini, pesan itu kita jawab dengan satu tekad besar: Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.

Hadirin yang saya cintai,

Tunas bangsa adalah anak-anak dan pemuda kita. Mereka adalah bibit dari pohon besar bernama Indonesia. Jika tunas ini tidak kita siram dengan ilmu pengetahuan, tidak kita pupuk dengan nilai-nilai luhur, dan tidak kita lindungi dari pengaruh buruk, maka pohon besar negara kita akan rapuh dan mudah tumbang.

Pendidikan adalah air kehidupan bagi tunas bangsa ini. Tanpa pendidikan yang berkualitas, kita hanya akan menjadi penonton di negeri sendiri. Kita akan mudah diatur, mudah dibohongi, dan kedaulatan kita akan hilang perlahan. Oleh karena itu, menjaga tunas bangsa sama artinya dengan mempertahankan kedaulatan negara. Ini adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya tugas guru atau pemerintah saja.

Para pemuda Indonesia,

Di tangan kalianlah masa depan ini diletakkan. Dunia saat ini bergerak sangat cepat, teknologi berkembang tiada henti. Jika kalian malas belajar, jika kalian menganggap pendidikan itu remeh, maka kalian telah membiarkan peluang kemajuan bangsa ini lewat begitu saja. Jadilah pelajar yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga cerdas dalam berbangsa dan bernegara.

Mari kita bergandengan tangan. Orang tua berikan dukungan, pendidik berikan bimbingan, masyarakat berikan lingkungan yang baik, dan anak muda berikan usaha terbaik dalam belajar. Bersama kita jaga tunas ini, agar tumbuh menjadi kekuatan yang menjaga kedaulatan Indonesia hingga kapan pun.

Terima kasih. 
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Contoh 3: Gaya Emosional & Penuh Semangat Juang

Judul: Pendidikan: Jembatan Menuju Kedaulatan Sejati
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,Selamat pagi, salam semangat untuk kita semua!
Yang saya muliakan para sesepuh, para pejuang pendidikan, dan khususnya generasi muda penerus cita-cita kemerdekaan.
Lihatlah sekeliling kita. Bumi Indonesia yang indah ini, laut yang luas ini, kekayaan alam yang melimpah ini, adalah anugerah Tuhan yang dijaga dengan darah dan air mata para pahlawan. Mereka berjuang agar kita merdeka, agar kita berdaulat. Namun, pertanyaan besarnya hari ini: Apakah kedaulatan itu akan tetap ada di tangan kita seratus tahun lagi?
Di Hari Kebangkitan Nasional 2026 ini, jawabannya ada pada tema kita: Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara. Jawabannya ada pada pendidikan.
Dahulu, penjajah menahan kita untuk bersekolah agar kita tetap bodoh dan mudah diperintah. Kini, tidak ada lagi larangan itu. Pintu ilmu pengetahuan terbuka lebar. Tapi, tantangannya berubah. Tantangannya adalah apakah kita mau memanfaatkannya? Apakah kita mau menjadikan pendidikan sebagai senjata terkuat kita?
Tunas bangsa, yaitu kalian para pemuda, adalah aset paling berharga negara ini. Jika kalian terlantar, jika kalian tidak berilmu, maka kekayaan negara ini akan dikuasai orang lain. Kedaulatan negara hanya nama belaka jika rakyatnya tidak mampu mengelola negaranya sendiri.
Saya mengajak seluruh elemen bangsa: Bangkitkan semangat belajar! Jangan lelah mendidik, jangan lelah menuntut ilmu. Pendidikan bukan beban, melainkan jalan menuju kemuliaan. Pemuda yang terpelajar adalah benteng terkuat negara. Pemuda yang berilmu adalah jaminan bahwa Indonesia akan selalu berdaulat, dihormati, dan maju di mata dunia.
Mari kita buktikan bahwa semangat Kebangkitan Nasional tahun 1908 masih membara di dada kita di tahun 2026 ini. Jaga tunas ini, rawat dengan pendidikan, dan pastikan Indonesia tetap berdiri tegak, kuat, dan berdaulat.
Hidup pemuda Indonesia! Hidup pendidikan Indonesia!Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Contoh 4: Gaya Modern & Berwawasan Masa Depan

Judul: Tunas Berilmu, Negara Berdaulat di Era Global
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,Selamat pagi dan salam sejahtera.
Yang saya hormati para tamu undangan, rekan-rekan pekerja bangsa, dan sahabat-sahabat muda Indonesia.
Kita kini berada di tahun 2026, jauh melangkah dari masa lahirnya pergerakan Budi Utomo. Dunia telah berubah drastis. Batas negara semakin tipis karena kemajuan teknologi, persaingan semakin ketat, dan tantangan kedaulatan negara tidak lagi datang dari senjata, melainkan dari penguasaan teknologi, ekonomi, dan pengetahuan.
Dalam konteks inilah kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional dengan tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara". Di era modern ini, menjaga tunas bangsa berarti mempersiapkan mereka dengan pendidikan yang relevan, inovatif, dan berkarakter.
Hadirin sekalian,Kedaulatan negara tidak akan terjamin hanya dengan memiliki wilayah yang luas. Kedaulatan sejati dimiliki oleh bangsa yang rakyatnya berpendidikan tinggi, yang mampu menciptakan teknologi sendiri, yang mampu bersaing, dan yang mampu mengambil keputusan terbaik bagi negaranya sendiri.
Kepada seluruh elemen bangsa, mari kita tingkatkan kualitas pendidikan dari hulu ke hilir. Pastikan setiap anak Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, memiliki akses yang sama untuk belajar dan berkembang. Jangan biarkan ada ketimpangan, karena setiap anak adalah tunas yang berpotensi menjadi pemimpin, ilmuwan, atau penggerak kemajuan negeri ini.
Dan untuk kalian, generasi muda yang lahir di era digital: Jadilah pelajar yang tak kenal batas. Gunakan kemajuan zaman untuk memperdalam ilmu, bukan hanya untuk bersenang-senang. Jadilah generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam jati diri bangsa. Hanya dengan pendidikan yang maju, kita bisa menjaga identitas dan kedaulatan Indonesia di tengah arus globalisasi yang deras ini.
Mari kita bergerak bersama. Investasi terbaik untuk masa depan adalah pendidikan. Jaga tunas bangsa, karena merekalah penjamin kedaulatan negara kita.
Terima kasih.Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Contoh 5: Gaya Sederhana & Menyentuh Hati

Judul: Menanam Harapan, Menjaga Negara Lewat Pendidikan
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,Selamat pagi semuanya.
Yang saya cintai Bapak, Ibu, dan adik-adik serta teman-teman muda Indonesia.
Hari ini, 20 Mei 2026, kita mengenang kembali langkah awal kebangkitan bangsa. Dulu, para pendiri bangsa berkumpul dengan satu harapan besar: mengangkat derajat bangsa ini melalui pendidikan. Harapan itu tidak pernah mati, bahkan semakin nyaring kita gaungkan hari ini dengan tema: "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara".
Tunas bangsa ibarat benih yang baru saja kita tanam. Agar benih itu tumbuh menjadi pohon yang rindang dan kuat menahan angin, ia butuh dijaga, disayangi, dan diberi asupan yang baik. Asupan terbaik bagi tunas bangsa adalah pendidikan yang bermutu dan nilai-nilai kebaikan.
Mengapa pendidikan begitu penting bagi kedaulatan negara? Karena negara ini milik kita, dan kita yang harus mengelolanya. Jika kita tidak pintar, tidak berilmu, dan tidak paham akan potensi negeri sendiri, maka orang lain yang akan datang mengelolanya, orang lain yang akan menikmati hasilnya, dan kedaulatan kita akan hilang begitu saja.
Saya mengajak Bapak Ibu sekalian: Jadilah pelindung dan pendukung bagi anak-anak muda di sekitar kita. Dorong mereka untuk terus bersekolah, terus belajar, dan terus berprestasi. Jangan biarkan mereka kehilangan arah atau putus asa karena keterbatasan.
Dan kepada anak-anak muda, tunas harapan bangsa: Ketahuilah, belajar adalah cara paling mulia untuk mencintai negara. Setiap halaman buku yang kalian baca, setiap ilmu yang kalian pelajari, adalah sumbangsih nyata bagi pertahanan dan kemajuan Indonesia. Kalianlah yang nanti akan meneruskan estafet kepemimpinan ini. Kalianlah yang akan menjaga agar bendera Merah Putih tetap berkibar dengan hormat.
Mari kita berjanji hari ini: Kita akan jaga tunas bangsa ini dengan sepenuh hati lewat pendidikan. Agar nanti, Indonesia tetap menjadi negara yang berdaulat, makmur, dan disayangi Tuhan.
Sekian yang dapat saya sampaikan.Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.(ray/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved