TRIBUN WIKI
6 Mei Memperingati Hari Tanpa Diet Internasional, Kampanye Penerimaan Tubuh
Pada tanggal 6 Mei diperingati sebagai Hari Tanpa Diet Internasional, kampanye penerimaan bentuk tubuh.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,- Tanggal 6 Mei tidak hanya menandai hari biasa di kalender, tetapi juga menjadi momen penting untuk menyuarakan pentingnya kesehatan dan makanan yang seimbang.
Di hari ini diperingati Hari Tanpa Diet Internasional atau International No Diet Day (INDD), sebuah gerakan global untuk mengajak orang menerima tubuhnya apa adanya, menjauh dari diet ekstrem, dan memilih pola makan yang sehat bukan sekadar “kurusan”.
Hari ini mengingatkan kita bahwa urusan diet tidak boleh sampai merusak mental dan tubuh, melainkan harus menjadi bagian dari gaya hidup yang positif dan realistis.
Baca juga: Cuaca Medan Hari Ini 5 Mei 2026, BMKG Pantau Ada Gangguan Cuaca Sirkulasi Siklonik di Selat Malaka
Peringatan Hari Tanpa Diet Internasional bermula dari kisah nyata seorang perempuan Inggris yang pernah menderita anoreksia nervosa dan tekanan sosial karena bentuk tubuhnya.
Ia adalah Mary Evans Young, seorang feminis dan aktivis asal Inggris, yang pada tahun 1992 pertama kali mencetuskan ide peringatan ini.
Pengalaman pribadinya dengan gangguan makan membuatnya sadar betapa berbahayanya budaya diet ekstrem dan obsesi terhadap “bentuk tubuh ideal” yang tidak sehat.
Baca juga: 6 Shio Paling Hoki Menurut Ramalan Shio 5 Mei 2026 yang Dipengaruhi Earth Rabbit Close Day
Dari situ, ia memutuskan untuk menjadi suara para korban diet yang tidak seimbang dan tekanan standar kecantikan.
Menurut Wikipedia, peringatan International No Diet Day pertama kali dirayakan pada 5 Mei 1992 di Hyde Park, London, dalam bentuk piknik kecil bersama sejumlah perempuan yang mengusung semangat “Ditch That Diet” atau “tinggalkan diet”.
Perayaan sederhana itu menjadi cikal bakal gerakan global yang kini dikenal dengan Hari Tanpa Diet Internasional.
Seiring waktu, karena jatuh berdekatan dengan perayaan Cinco de Mayo di Amerika Serikat, tanggal peringatan ini kemudian dipindahkan menjadi 6 Mei agar bisa dirayakan secara luas dan tidak tumpang tindih dengan hari besar lain.
Baca juga: Kalender Jawa 5 Mei 2026 Weton Selasa Pahing, Hindari Sifat Serakah
Sejak saat itu, setiap 6 Mei, banyak orang di berbagai negara memilih beristirahat sejenak dari diet, merayakan keragaman bentuk tubuh, dan melawan standar kecantikan yang tidak realistis.
Dengan hadirnya Hari Tanpa Diet Internasional, masyarakat juga diajak lebih kritis terhadap berbagai mitos dan fakta tentang kesehatan dan makanan.
Saat ini banyak sekali narasi di sosial media yang mengajarkan cara menurunkan berat badan dengan cara cepat, mengurangi karbohidrat, atau mengadopsi puasa tanpa dasar ilmiah.
Baca juga: Tanggal 10 November Memperingati Hari Apa? Ada Hari Pahlawan Hingga Hari Sains
Padahal, diet yang sehat seharusnya tidak memaksa tubuh, melainkan membantu menjaga energi, fungsi organ, dan kesejahteraan mental.
Di sini, 6 Mei memperingati hari apa bukan hanya soal hari tanpa diet, tetapi juga soal edukasi tentang makanan yang tepat dan cara menjaga tubuh tanpa merasa bersalah.
Mitos dan Fakta tentang Diet dan Makanan Sehat
Dalam dunia kesehatan dan makanan, istilah “diet” sering disalahpahami sebagai hanya soal “makan sedikit” atau “tidak makan sama sekali”.
Padahal, diet sebenarnya adalah cara seseorang mengatur pola makan harian untuk mengatur gizi, mencegah, mengurangi, atau mengobati penyakit.
Baca juga: 25 Agustus Memperingati Hari Apa, Ada Soal Rumah, Pakaian, Hingga Kebijakan Militer
Diet yang baik tidak mengharuskan seseorang kelaparan, melainkan menciptakan keseimbangan antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Di bawah ini dirangkum beberapa mitos dan fakta umum seputar makanan dan diet yang bisa membantu Anda memilih pola makan yang lebih sehat dan realistis seperti dikutip dari Aster Hospitals.
Baca juga: 21 November Memperingati Hari Apa? Ada Tentang Ikan, Pohon dan Juga Televisi
Mitos: Karbohidrat adalah penyebab utama kenaikan berat badan
Banyak orang beranggapan bahwa jika ingin langsung kurus, satu‑satunya cara adalah berhenti makan karbohidrat.
Mereka percaya bahwa dengan menghilangkan nasi, roti, atau mie, berat badan akan turun drastis.
Kenyataannya, tidak semua karbohidrat sama.
Justru ada jenis karbohidrat yang justru baik untuk kesehatan dan membantu penurunan berat badan.
Fakta: Ada banyak jenis karbohidrat, dan yang sehat biasanya berupa karbohidrat kompleks seperti millet, beras merah, beras cokelat, gandum utuh, dan gandum pecah.
Karbohidrat jenis ini mengandung serat dan dedak yang membuat perut kenyang lebih lama, sehingga mencegah makan berlebihan.
Membatasi karbohidrat secara drastis justru tidak aman, karena tubuh tetap membutuhkan energi dari sumber ini.
Yang penting adalah mendistribusikan karbohidrat, protein, dan lemak secara seimbang dalam menu harian, bukan menghilangkannya.
Mitos: Makanan “tanpa lemak” atau “rendah lemak” bisa dikonsumsi sebanyak-banyaknya tanpa menambah berat badan
Bungkus yang bertuliskan “low fat” atau “no fat” sering membuat orang merasa aman untuk makan porsi besar.
Banyak orang mengira bahwa makanan tanpa lemak otomatis rendah kalori dan tidak bikin gemuk.
Padahal, produsen sering memakai trik dengan mengganti lemak yang dikurangi dengan gula, pati, atau garam tambahan agar rasa tetap enak.
Fakta: Makanan rendah lemak atau tanpa lemak justru bisa mengandung lebih tinggi kalori dibanding versi biasanya karena tambahan pemanis dan bahan pengisi lain.
Kalori tetaplah kalori, dan mengonsumsi berlebihan tetap bisa menyebabkan kenaikan berat badan.
Untuk itu, penting untuk membaca label nutrisi, memperhatikan jumlah kalori per porsi, dan melihat bahan apa saja yang terkandung di dalamnya sebelum memilih produk tertentu.
Mitos: Melewatkan sarapan membantu menurunkan berat badan.
Beberapa orang berpikir bahwa dengan melewatkan sarapan, mereka bisa mengurangi total kalori harian.
Pola ini sering dijadikan andalan saat ingin “diet cepat”. Namun, kebiasaan ini berbahaya bagi metabolisme dan konsentrasi.
Fakta: Mengonsumsi sarapan sehat membantu mengendalikan rasa lapar sehingga Anda tidak makan berlebihan di siang atau malam hari.
Sarapan yang seimbang juga mencegah munculnya keinginan untuk mengemil makanan tidak sehat.
Melewatkan sarapan justru bisa membuat tubuh lebih “rakus” dan mengganti defisit kalori dengan makanan tinggi gula atau lemak di waktu lain, sehingga tujuan penurunan berat badan malah jadi sulit tercapai.
Mitos: Puasa atau diet puasa intermiten bisa menurunkan berat badan dengan sangat cepat dan aman
Tren puasa intermiten memang populer sebagai cara “cepat turun berat badan”.
Banyak orang percaya bahwa dengan hanya makan dalam jendela waktu tertentu, lemak akan cepat terbakar.
Namun, intensitas dan pola makan selama berpuasa juga sangat menentukan hasilnya.
Fakta: Puasa yang tidak direncanakan dengan baik bisa merusak pola makan harian.
Orang yang berpuasa sering merasa sangat lapar sepanjang hari dan tertarik makan besar di saat buka, yang sebenarnya menggantikan semua kalori yang sempat dilewati.
Penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan mereka yang menurunkan berat badan dengan mengurangi kalori secara seimbang, orang yang sering berpuasa justru cenderung kehilangan lebih banyak otot daripada lemak.
Untuk menjaga kesehatan, lebih baik mengurangi kalori kosong (seperti biji‑bijian olahan dan minuman manis), menerapkan pola makan seimbang, dan jika perlu, berkonsultasi dengan ahli gizi untuk menyusun menu yang tepat dan aman.
Dengan memahami mitos dan fakta seputar makanan dan diet, perayaan Hari Tanpa Diet Internasional pada 6 Mei tidak hanya menjadi hari tanpa diet semata, tetapi juga momen untuk merefleksikan kembali cara kita memperlakukan tubuh dan makanan.
Di hari ini, kita diajak untuk cinta tubuh, dengar kebutuhan tubuh, dan merencanakan pola makan yang sehat tanpa obsesi ekstrem.
Ketika 6 Mei memperingati hari apa, jawabannya sederhana namun kuat: soal kesehatan dan makanan yang seimbang, bukan tentang diet yang menyiksa.
Peringatan Lainnya di Tanggal 6 Mei
Selain Hari Tanpa Diet Internasional, ada lagi beberapa peringatan di tanggal 6 Mei.
Berikut ini dua diantaranya.
Hari Perawat Nasional di Amerika
Amerika merayakan Hari Perawat Nasional setiap tanggal 6 Mei tiap tahunnya.
Sama seperti perayaan hari perawat di Indonesia, hari ini didedikasikan untuk peran penting para perawat.
Hari Perawat Nasional di Amerika Serikat dicetuskan pada akhir abad ke-19, dimana keperawatan modern mulai didirikan.
Baca juga: 28 April Memperingati Hari Apa, Ada Dua Peristiwa Penting di Indonesia, Khususnya di Bali
Berkat penggunaan praktik cuci tangan dan kebersihan yang ketat saat merawat tentara yang terluka dalam Perang Krimea, Nightingale dan para perawat mengurangi tingkat kematian dari 42 persen menjadi 2 persen.
Hari Perawat Nasional bisa dirayakan dengan memberikan hadiah pada perawat yang telah merawat orang sakit.
Hari Kesadaran Stroke Anak
Hari Kesadaran Stroke Anak diperingati setiap tahun pada hari Sabtu pertama bulan Mei, yaitu 6 Mei di tahun ini.
Hari ini bertujuan untuk menyadarkan krisis nasional stroke anak.
Hari Kesadaran Stoke Anak didirikan pada tahun 2002 dengan lebih menyoroti stroke yang diderita oleh anak-anak.
Baca juga: Tanggal 24 Februari Memperingati Hari Apa? Berikut 3 Peringatan yang Perlu Kamu Ketahui
Meskipun umumnya stroke terjadi pada orang dewasa namun ada juga yang terjadi pada anak-anak.
Penelitian di sana menyebutkan 26 dari 100.000 anak dan 6 dari setiap 100.000 bayi baru lahir menderita stroke setiap tahun, dimana 12 persen di antaranya berakibat fatal.
Dengan adanya hari ini diharapkan meningkatkan kesadaran tentang tindakan pencegahan, gejala, dan pengobatan tepat waktu stroke pada anak-anak.(ray/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Hari-Tanpa-Diet-Internasional.jpg)