Wabup Toba Pimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah, Tekankan Kesadaran dan Inovasi Penanganan

Wabup Toba Pimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah, Tekankan Kesadaran dan Inovasi Penanganan

Editor: Aisyah Sumardi
TRIBUN MEDAN
Wabup Toba Pimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah, Tekankan Kesadaran dan Inovasi Penanganan 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, memimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah yang dilaksanakan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Toba, Selasa (24/2/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Paber Napitupulu; Staf Ahli Bupati, Sahat Manullang dan Augus Sitorus, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Jonni D.P. Lubis; Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Rajaipan Sinurat; Kepala Dinas Kominfo, Sesmon Butar-butar; Kabag Perekonomian & SDA, Samuel Lumbanraja; Kabag Tapem, Saut Sihombing; serta seluruh ASN di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Toba.

Wabup Toba Pimpin Rapat Koordinasi
Wabup Toba Pimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah, Tekankan Kesadaran dan Inovasi Penanganan

Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa persoalan sampah pada dasarnya bukan persoalan yang rumit dari sisi teknis, melainkan persoalan kesadaran dan kedisiplinan bersama. Ia menyampaikan bahwa penanganan sampah tidak membutuhkan desain yang kompleks seperti pembangunan infrastruktur, melainkan komitmen untuk mengambil, mengamankan, dan mengelola sampah dengan baik. Menurutnya, tantangan terbesar adalah membangun kesadaran kolektif, karena masih banyak masyarakat yang belum memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

 

Lebih lanjut, Wakil Bupati menyampaikan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari diri sendiri, kemudian diperluas kepada seluruh ASN, pemerintah daerah, kecamatan, desa/keluraha, hingga masyarakat luas. Ia juga menekankan pentingnya menjangkau tempat-tempat ibadah dan sekolah sebagai pusat edukasi, mengingat tingginya aktivitas masyarakat di lokasi tersebut. 

 

Ia juga meminta Sekretaris Daerah, Staf Ahli, dan para Asisten untuk merancang sistem penanganan sampah secara bertahap, mulai dari memastikan sampah tidak berserakan, mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), hingga mengembangkan sistem yang mampu memberikan nilai ekonomi melalui penguatan bank sampah. 

“Kita harus mendesain sistem yang membuat semua orang mau terlibat, mulai dari mengambil sampah, mengamankannya, hingga menjadikannya bernilai ekonomi,” ujarnya.

Saat ini, Kabupaten Toba telah memiliki dua bank sampah induk, yakni Bank Sampah Tarhilala dan Ias Toba, dan ke depan diharapkan dapat diperluas dengan pembentukan bank sampah unit di beberapa rayon strategis.

Wabup Toba Pimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah
Wabup Toba Pimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah, Tekankan Kesadaran dan Inovasi Penanganan

Wakil Bupati juga menyoroti berbagai praktik baik dari daerah lain, seperti kewajiban setiap OPD memiliki bank sampah, penggunaan aplikasi untuk memantau partisipasi, hingga inovasi pembayaran pajak menggunakan sampah. Menurutnya, inovasi seperti ini dapat menjadi referensi untuk diterapkan di Kabupaten Toba dengan menyesuaikan kondisi daerah, sehingga mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

 

Selain itu, Wakil Bupati meminta agar kegiatan kebersihan rutin seperti kurve tetap dilaksanakan secara konsisten dan tidak bersifat sementara. Ia juga menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup untuk mempersiapkan pemaparan terkait pengelolaan sampah dalam apel gabungan ASN mendatang, sebagai upaya membangun kesadaran dan komitmen bersama di lingkungan pemerintah daerah.

 

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Paber Napitupulu, menegaskan bahwa persoalan sampah telah menjadi isu nasional dan memerlukan kesadaran bersama, dimulai dari ASN sebagai teladan bagi masyarakat. Ia juga mendorong agar ASN yang melanggar disiplin terkait kebersihan dapat diberikan teguran sebagai bentuk pembinaan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Jonni D.P. Lubis, menambahkan bahwa meskipun persoalan sampah terlihat sederhana, namun membutuhkan keseriusan, termasuk melalui penerapan sistem penghargaan dan sanksi untuk meningkatkan kepatuhan. Sementara itu, Staf Ahli Bupati Sahat Manullang menekankan pentingnya langkah tegas dan inovatif, termasuk pemanfaatan sarana pengawasan untuk memberikan efek jera bagi pelanggar.

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved