Wabup Toba Tinjau Lapangan, Temukan Sejumlah Penyebab Banjir Kota Balige

Wakil Bupati Toba Tinjau Lapangan, Temukan Sejumlah Penyebab Banjir Kota Balige

Editor: Aisyah Sumardi
Istimewa
Wakil Bupati Toba Tinjau Lapangan, Temukan Sejumlah Penyebab Banjir Kota Balige 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Pagi ini, Jumat, 09 Januari 2026, Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O Sitorus didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Paber Napitupulu, para Asisten dan sejumlah OPD terkait serta Camat dan Lurah bergerak cepat meninjau lokasi terdampak banjir yang terjadi di Kota Balige pada Kamis Sore, 08 Januari 2026 kemarin. Peninjauan dilakukan disepanjang Jalan Siliwangi hingga ke Jalan Sisingamangaraja dan difokuskan untuk melihat di mana titik permasalahan pada saat hujan tersebut.

Wakil Bupati Toba Tinjau Lapangan,
Wakil Bupati Toba Tinjau Lapangan, Temukan Sejumlah Penyebab Banjir Kota Balige

"Tadi pagi jam 07.30, kita sudah melakukan rapat koordinasi di Kantor Bupati dan sekarang kita turun kelapangan untuk melihat di mana titik-titik simpul dari persoalan itu," ucap Wakil Bupati Audi Murphy menjawab pertanyaan singkat awak media 

Wakil Bupati Toba Tinjau Lapangan, Temukan Sejumlah
Wakil Bupati Toba Tinjau Lapangan, Temukan Sejumlah Penyebab Banjir Kota Balige

Lebih lanjut, Wakil Bupati Audi Murphy menyampaikan berdasarkan temuan yang disampaikan Dinas PU bahwa ketinggian debit air diakibatkan curah hujan yang tinggi sehingga aliran air yang datang dari kota hingga ke depan Kejaksaan sampai ke drainase yang sudah diperbaiki di jalan doktor TD Pardede tidak sanggup menampungnya. Ia juga mengakui bahwa kondisi drainase sebenarnya sudah bagus dan sudah diperbesar namun ada satu yang menjadi kelemahan yakni adanya bangunan masyarakat di atas parit di Jalan Siliwangi sehingga pembuangan air ke danau toba tidak maksimal.

Wakil Bupati Toba Tinjau Lapangan, Temukan Sejumlah Penyebab Banjir
Wakil Bupati Toba Tinjau Lapangan, Temukan Sejumlah Penyebab Banjir Kota Balige

"Pada saat pembuangan ke Danau Toba tepatnya di jalan Siliwangi ada bangunan masyarakat diatas parit mengakibatkan lebar drainase mengalami penyusutan sehingga aliran air yang datang dari kota dengan kondisi debit air yang tinggi meluap di sekitaran jalan Siliwangi kemudian juga di lapangan RBO hingga ke kantor dinas PMDPPA," ujar Wakil Bupati Audi Murphy 

 

"Kita langsung turun kelapangan supaya kita bisa gerakkan, minimal kalau tidak bisa tuntas hari ini atau dalam minggu ini ada penanganan sementara dulu kalau terjadi curah hujan lanjutan yang begitu banyak seperti yang kemarin. Kepada masyarakat yang ada di sekitar Balige, yakinlah bahwa pemerintah sangat respon atas kejadian tersebut supaya tidak berulang kembali dan semoga segera bisa kita tangani," ucap Wakil Bupati Audi Murphy 

 

Dikesempatan ini pula, Wakil Bupati Audi Murphy menghimbau agar masyarakat khususnya di sekitaran kota Balige dapat menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah secara sembarangan yang mengakibatkan penumpukan sampah hingga menutup lubang aliran air menuju drainase.

 

"Karena kita juga melihat tadi saluran yang dari dalam ke drainase banyak yang tertutup sehingga tumpat yang diakibatkan tumpukan sampah plastik bahkan kulit durian sehingga air dari jalan raya tidak masuk ke drainase. Jadi mohon kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah secara sembarangan dan mohon kita sama-sama menjaga lah bagaimana supaya tidak terjadi penumpukan sampah karena kita semua yang menerima dampaknya nanti.

 
"Kita sudah temukan bahwa pembuangan air ke Danau Toba di Jl. Siliwangi, di atas parit yang selama ini  bisa menerima air dari kota ada bangunan masyarakat, debit air yang dari kota itu besar, drainase juga besar tetapi saat akan keluar ke Danau Toba paritnya hampir kurang dari 30 Cm lebarnya.”

"Akhirnya air yang datang dari kota meluap di sekitaran Jl. Siliwangi, kemudian juga di Lapangan RBO hingga ke depan kantor Dinas PMDPPA," kata Wakil Bupati melanjutkan. 

 

Selain itu, dampak lain yang ditemukan adalah banyaknya titik lubang air ke dalam drainase yang tertutup serta sampah dan bebatuan kecil yang menumpuk di dalam drainase. Hal ini juga menjadi penyebab banjir karena daya tampung drainase yang semakin menyempit. 


"Kita tadi lihat di dalam drainase banyak sampah plastik, termasuk juga kulit durian. Jadi kita imbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, sebab yang menerima dampaknya adalah kita," imbau Wakil Bupati usai meninjau sejumlah drainase di Kota Balige.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved