Berita Persib

Nasib Persib Resmi Dijatuhi Denda 3,5 Miliar Akibat Insiden Kericuhan saat Lawan Ratchaburi FC

Nasib Persib Bandung. Klub yang dijuluki Maung Bandung tersebut dihukum akibat kericuhan saat melawan Ratchaburi FC.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
DOK Tribun Jabar / Adi Ramadhan Pratama.
RICUH - Kericuhan terjadi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 18 Februari 2026 lalu, saat laga Persib melawan Ratchaburi FC di leg kedua babak 16 besar AFC Champions League 2. FOto: Para pemain Ratchaburi FC berlarian masuk dalam stadion memanas saat Persib gagal ke babak perempat final. 

TRIBUN-MEDAN.com - Nasib Persib Bandung. Klub yang dijuluki Maung Bandung tersebut dihukum akibat kericuhan saat melawan Ratchaburi FC.

Diketahui, kericuhan terjadi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 18 Februari 2026 lalu, saat laga Persib melawan Ratchaburi FC di leg kedua babak 16 besar AFC Champions League 2. 

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menjatuhkan hukuman pada Persib.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Komite Disiplin dan Etik AFC pada Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Respons Polres Binjai Kasus Pembegalan Siswa SMAN 5, 2 Orang yang Ditangkap Disebut Bukan Pelaku

Dalam dokumen resmi yang dirilis AFC, Persib dinyatakan melakukan sejumlah pelanggaran serius yang berkaitan dengan perilaku suporter, aspek keamanan pertandingan, hingga kegagalan pengelolaan stadion saat pertandingan berlangsung.

AFC menilai suporter yang berafiliasi dengan Persib melakukan berbagai tindakan pelanggaran selama pertandingan berlangsung.

Sejumlah suporter disebut menyalakan alat pembakar seperti kembang api dan flare dalam beberapa kesempatan.

Tak hanya itu, terjadi pula aksi pelemparan berbagai benda ke dalam lapangan maupun area pertandingan.

Benda-benda yang dilempar disebut cukup beragam, mulai dari potongan kursi stadion, botol plastik, kantong plastik berisi cairan, gelas plastik, sampah plastik hingga puing-puing umum.

AFC juga mencatat adanya tindakan perusakan fasilitas stadion, termasuk merobek kursi stadion serta papan iklan.

Tak berhenti di situ, laporan AFC turut menyoroti adanya tindakan kekerasan fisik, lontaran kata-kata kasar maupun penghinaan terhadap tim lawan dan perangkat pertandingan.

Bahkan, beberapa oknum suporter disebut menuduh ofisial pertandingan sebagai “bagian dari mafia” dan telah dibayar untuk memengaruhi hasil pertandingan.

Situasi semakin memburuk setelah pertandingan berakhir ketika sejumlah individu dilaporkan masuk dan menyerbu area lapangan maupun sekitar lapangan permainan.

Selain perilaku penonton, AFC juga menyatakan Persib gagal memenuhi tanggung jawab sebagai tuan rumah dalam menerapkan standar keamanan dan keselamatan pertandingan.

Klub dianggap tidak menjalankan kewajiban untuk mematuhi aturan keselamatan yang berlaku serta gagal mengambil langkah pencegahan yang diperlukan sebelum maupun selama pertandingan berlangsung.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved