Super League 2026

Update Klasemen Usai Persib Menang Lawan Persija, Borneo FC di Posisi Runner up

Berikut hasil klasemen usai laga Persija Jakara vs Persib Bandung. Persib memenangkan laga atas Persija

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
DOK Ist/Persib
BOJAN HODAK - Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak 

TRIBUN-MEDAN.com - Berikut hasil klasemen usai laga Persija Jakara vs Persib Bandung.

Persib memenangkan laga atas Persija. 

Posisi Maung Bandung di puncak klasemen dibayangi Borneo FC.

Tim anak asuh Bojan Hodak kini mengoleksi 75 poin.

Borneo FC di tempat kedua 72 poin.

Sementara Persija di peringkat 3 mengantongi 65 poin.

Klaseman Super League 

 
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
35
PERSIB
32
23
6
3
57
21
36
75
2
35
Borneo FC
31
23
3
5
64
28
36
72
3
35
Persija
32
20
5
7
59
28
31
65
4
35
Dewa United
32
16
5
11
44
35
9
53
5
35
Persebaya
32
14
10
8
49
35
14
52
6
35
Malut United
31
15
7
9
66
43
23
52
7
35
Bhayangkara FC
31
14
5
12
42
40
2
47
8
35
Bali United
31
12
9
10
50
44
6
45
9
35
Persita
32
13
5
14
36
33
3
44
10
35
Arema FC
32
11
9
12
45
44
1
42
11
35
PSIM Yogyakarta
32
10
12
10
40
40
0
42
12
35
Persik
32
11
6
15
41
53
-12
39
13
35
Persijap
32
9
7
16
31
45
-14
34
14
35
PSM Makassar
32
8
10
14
38
45
-7
34
15
35
Madura United
31
8
8
15
33
49
-16
32
16
35
PERSIS
32
6
10
16
35
58
-23
28
17
35
Semen Padang
32
5
5
22
22
55
-33
20
18
35
PSBS Biak
32
4
6
22
29
83
-54
18
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, meluapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit asal Uzbekistan, Firdavs Norsavarov, usai timnya kalah 1-2 dari Persib Bandung dalam laga panas Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026).

Mauricio menilai sejumlah keputusan wasit merugikan Macan Kemayoran sepanjang pertandingan.

Mauricio secara khusus menyoroti beberapa insiden yang menurutnya layak mendapat perhatian serius dari wasit termasuk pelanggaran terhadap Rayhan Hannan dan Allano Lima yang dinilai tidak mendapatkan keputusan adil.

“Saya tidak puas dengan kepemimpinan wasit. Insiden Hannan diinjak seharusnya langsung kartu merah, tidak perlu VAR. VAR hanya digunakan untuk meninjau situasi tersebut,” kata Mauricio usai pertandingan.

Pelatih asal Brasil itu juga mempertanyakan konsistensi keputusan wasit yang menurutnya kerap merugikan Persija.

Ia menilai terdapat pelanggaran terhadap Allano Lima di area kotak penalti yang tidak ditindak.

“Sudah berapa kali kami terus dirugikan dalam pertandingan? Alano juga ditarik di area kotak penalti dan diinjak lawan, tetapi tidak terjadi apa-apa. Kita harus melihat bagaimana Persija dirugikan dalam pertandingan ini,” ujarnya.

Mauricio bahkan membandingkan jumlah kartu yang diterima kedua tim.

Menurutnya, Persija mendapat hukuman kartu kuning, sementara sejumlah pelanggaran pemain Persib luput dari sanksi tegas.

“Persija mendapat kartu kuning, sementara Persib tidak. Kalau pelanggaran itu menghasilkan tendangan bebas dan bukan kartu merah, saya jadi tidak mengerti sepak bola lagi,” ujar Allano.

Selain wasit, Mauricio turut mengkritik kualitas lapangan pertandingan yang dinilai tidak ideal untuk gaya bermain Persija yang mengandalkan penguasaan bola.

“Namun, kami juga harus melihat kondisi lapangan yang tidak bagus untuk bermain. Kami datang ke lapangan dengan kondisi yang tidak ideal. Kesalahan dari pelatih dan pemain selalu disorot, padahal ketika kami dirugikan, tidak ada peringatan. Meski begitu, kami tetap harus bisa mengontrol emosi,” terangnya.

Sementara itu, pemain Persija, Fabio Calonego, memilih lebih berhati-hati saat menanggapi kepemimpinan wasit.

Fabio mengaku enggan berbicara banyak karena khawatir mendapat sanksi.

“Kalau saya bicara soal wasit, mungkin saya akan mendapat hukuman panjang, jadi saya tidak ingin membahas wasit,” ujar Fabio.

Meski demikian, Fabio turut mempertanyakan lokasi pertandingan dan kondisi lapangan yang menurutnya kurang layak untuk menggelar laga besar seperti duel Persija kontra Persib.

“Seperti yang dikatakan coach, saya hanya heran kenapa pertandingan diadakan di sini. Kalau tidak bisa di Jakarta, masih ada banyak lapangan lain di Indonesia yang lebih baik,” katanya.

Fabio juga menyinggung karakter permainan kedua tim. Menurutnya, Persija mengandalkan permainan dari kaki ke kaki, sedangkan Persib lebih banyak bermain direct ball, sehingga kualitas lapangan sangat memengaruhi jalannya laga.

“Semua orang tahu cara bermain tim kami, dari kaki ke kaki, sementara Persib lebih banyak bermain direct ball. Kalau saya mengatakan semua yang sebenarnya ingin saya katakan, mungkin saya akan mendapat hukuman lama,” pungkas Fabio.

(*/Tribun-medan.com)

 Sumber: tribunnews.com

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved